<
Sejarah berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Indonesia -

Sejarah berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Indonesia -

      


Indonesia merupakan sebuah negara yang terbentuk kerana warga dan masyarakatnya memliki frame atau visi yang sama yaitu merdeka dari penjajahan. Semangat bernegara mendjai berbeda dibandngkan dengan negara yang merdeka secara instan, karean perjuangan pembentukan negara Indonesia memerlukan waktu bahkan tenaga yang super dahsyat sampai bertumpahan darah.
Berbagai macam bentuk tindakan yang dilakukan oleh para pendiri bangsa, salah satunya yaitu pemuda pada saat itu, tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa pemuda merupakan ujung tombak terbentuknya sebuah negara Indonesia, dan hingga saat ini sejarah mencatat dan kita mengakui dan mengapresiasi kontribusi pemdua-pemudi pada masa itu.
Setlah gong kemerdekaan dikomandangkan, maka secara resmi Inodensia terbentuk yang didalamnya terdiri dari berbagai golongan masyarakat tetapi memiki visi yang sama yaitu Indonesia. Semenjak itulah lahirlah berbagai mam bentuk perkumpulan ataupun organisasi salah satunya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Ikatan mahasiswa muhammadiyah atau disingkat IMM meruapakan sebuah organisasi kepemudaan dalam hal ini mahasiswa islam yang tersebar di seleuruh negeri dengan tujuan terbentuknya mahasiswa islam yang berakhlak mulia dan berintelektual sesui dengan cita-cita muhammadiyah.
Organisasi IMM didirikan pertama kali di kota Yogyakarta pada tanggal 14 maret 1964, bertepatan dengan 29 syawal 1384 Hijriah, IMM ini sendiri merupakan organisasi otonom yang paling muda atau atau organisasi otonom muhammadiyah yang dibentuk paling belakangan, dibandingkan dengan organisasi otonom lainnya seperti Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah dan ikatan pelajar muhammadiyah (IPM).
Latar belakang berdirinya IMM itu sendiri sebenarnya dilatarbelakangi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pertama, faktor internal yaitu faktor yang terdapat alam organisasi muhammadiyah itu sendiri. Kedua, faktor eksteral yaitu faktor yang datang dari luar muhammadiyah, yakni situasi dan kondis umat khususnya mahasiswa islam pada masa itu serta kondisi bangsa dan fenomena gerakan-gerakan organisasi mahasiswa.
Faktor internal adalah faktor yang lebih dominan daam proses pembentukan IMM, karena didorong dan dimotivasi agar mampu merealisasikan cita-cita muhammadiyah, maka harus terjun langsung ke lapangan dan bisa bersentuhan langsung dengan semua golongan, baik itu pemuda, pedagang, petani, birokrat serta para kaum intelektual. Setelah terbentuknya IMM maka cita-cita muhammadiyah dilaksanakan yaitunya membentuk manusia islam yang religius, intelektual serta humanitas.
Jauh dari sebelumya pada mukatamar ke 25 muhammadiyah hasil kesepakatan dari muktamar salah satunya yaitu pembentukan universitas ataupun perguruan tinggi muhammadiyah. Kemudian seiring berjalannya waktu, untuk mewujudkan cita-citamuhammadiyah maka diperlukan sebuah gerakan yang mampu menjangkau di dunia kampus, maka dari sinilah faktor interal pembentukan IMM bermula, karena sebelumya mahasiswa-mahasiswa muhammadiyah terhimpun dalam gerakan HMI, inilah mengapa HMI dikenal dekat dengan muhammadiyah.
Dorongan internal atas pembentukan muhammadiyah itu sendiri kemudian melahirkn beberapa kesepakatan, diantaranya :
1. Menegaskan bahwa IMMadalah gerakan mahasiswa islam
2. Menegaskan bahwa kepribadian muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM
3. Menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amala adalah ilmiah
4. Menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahi ta’ala dan senantiasa diabadikan untuk kepentingan rakyat.


Kemudian berangkat pada faktor eksternal yaitunya berkaitan dengan sitausi bangsa serta kondisi organisasi-organsisi mahasiswa pada masa itu. sementara itu Indonesia sedang mengalami isu PKI yang menyerang bangsa indonesia serta kebodohan , kemiskinan serta konflik-konflik yang terjadi terutama pada kekuasaan dan partai politik.
Itulah sedikit gambaran bagaimana komdisi dan cikal bakal terbentuknya ikatan mahasiswa muhammadiyah atau IMM, adapun maksud dan tujuan dari IMM itu sendiri ialah :
1. Turut memelihara martabat dan membela kejayaan bangsa
2. Menegakkan dan menjujung tinggi agama islam
3. Sebagai upaya untuk untuk menopang melangsungkan, dan menruskan cita-cita pendiri muhammadiyah
4. Sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna cita-cita pembaruan dan amal usaha muhammadiyah
5. Membina, meningkatkan dan memadukan iman dan ilmu serta amal dalam kehidupan bangsa, umat, dan prsyarikatan.
IMM terbentuk pertama kali diketuai oleh Mohammad Djaman Al-kindi dengan sekretaris jendral Syamsu udaya Nurfin dan bendahara Zuhdi Djunaidi, yang dideklarasikan di kota yogyakarta pada tahun 1964.
Tepat pada tanggal 14 maret 2018 kemaren IMM merayakan milad ke 54 tahun, usia yang begitu matang mudah-mudahan cita-cita muhammadiyah bisa terealisasikan dengan masif dan baik. Harapan besar kontribusi IMM kita harapakan mampu membantu bangsa Indonesia menuju bangsa yang berintelektual dan religius serta humanis.
SELAMAT MILAD IMM KE 54 TAHUN

(Wahyu Hidayat)


.