<
Pengakuan Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Telkom University -

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Telkom University -

      


Bandung, Mahasiswa Indonesia – Pelaku pembunuhan mahasiswa Telkom University akhirnya ditangkap pihak kepolisian.

Pelaku yang bernama Cecep (20) alias Oces pelaku utama pembunuhan mahasiswa Telkom University (Tel-U), Alexander Sihombing (21), bersama dua tersangka lainnya Cep Rudi (19) alias Uneng dan, Irval (22) alias Iqbal ditangkap polisi.

Menurut pihak kepolisian masih ada satu tersangka lagi yang diketahui masih di bawah umur tidak dihadirkan polisi karena masih diperiksa penyidik. Kelompok begal tersebut mengakui perbuatannya yang mengakibatkan korban tewas dengan luka tusuk.

“Waktu itu dalam kondisi minum (mabuk), bersama tiga teman saya. Saya tidak kenal sama korban, ketemunya di jalan,” kata Cecep di Mapolres Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/3/2018), dilansir dari detik.com.

Pelaku mengakui menyesali perbuatannya. Ia mengatakan bahwa ia tak berniat membunuh, tetapi hanya minta uang.

Tetapi karena waktu itu korban tidak menyerahkan uang, keduanya terlibat dalam perdebatan.

“Saya bilang minta uang buat minum. Terus dia (korban) bilang enggak ada. Korban melawan ke saya dan terjadi ribut.” kata Cecep

Cecep kemudian bereaksi dengan menusuk korban dengan pisau yang ia bawa.

“Saya tusuk, kebablasan nusukin pisau ke dadanya. Pisaunya saya bawa dari rumah yang disimpan di saku,” tambah Cecep.

Cecep juga mengatakan bahwa ia tidak melakukannya sendiri tapi juga dibantu oleh tiga temannya. Cep Rudi (19) alias Uneng membantu memegangi tubuh korban, sementara Irval (22) dan US (16) bertugas sebagai joki motor.

“Saya hanya ngambil hp milik korban,” kata Cecep.

Ketika akan ditangkap, Cecep dan teman-temanya sempat kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Polres Bandung.

Pelaku pembegalan mahasiswa Telkom University, Sumber: detik.com

“Saya ngumpet di Rancalame, Sapan, Bojongsoang di rumah kakak,” tambah Cecep.

Selain menangkap empat tersangka pembunuhan, polisi juga menemukan tiga orang lainnya sebagai penadah.

“Kasus ini berhasil kita ungkap setelah kita melakukan penyelidikan, ada orang yang menjual handphone. Kita pancing dan cek, ternyata benar itu handphone milik korban, dari si penjual ini kami lalu melakukan pengembangan dari mana asal-usul handphone itu,” kata Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik. (MLI)


.