<
20 Tahun Reformasi Masih Mudakah? -

20 Tahun Reformasi Masih Mudakah? -

      


Oleh : Wahyu Hidayat

Reformasi adalah era baru pemerintahan di Indonesia, dimana Reformasi dihrapkan menjadi era dimana bangsa Indonesia yang lebih baik untuk kedepannya. Tercatat sejak runtuhnya  pemerintahan masa orde baru pada tahun1998 maka terhitung reformasi sudah berusia kurang lebih 18 tahun, Dalam artian masa-masa dimana masih dikatakan era transisi reformasi, karena masih banyaknya cita-cita reformasi yang belum terwujudkan.

Reformasi yang terjadi Di Indonesia juga diartikan sebaga langkah awal dari proses kematangan berdemokrasi untuk Indonesia dengan tujuan utama yakni untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Kemudian dari paparan tersebut, muncullah enam tuntutan reformasi yang jejaknya dapat kita temui sampai sekarang.

Sejarah yang begitu rumit ketika mahasiswa pada saat itu yang kita nobatkan sebagai pejuang reformasi memperjuangkan bagaiamana menjatuhkan orde baru yang sudah begitu lama berkuasa di indonesia, bahkan mengakibatkan jatuhnya korban, hal ini tidak menjadi alasan ataupun penghambat bagi mahasiswa pada saat yang begitu semangat untuk menjadikan bangsa indonesia yang lebih untuk masa yang akan datang.

Latar belakang dituntutnya reformasi pada saat itu ialah pemerintah yang terlalu lama berkuasa dalam satu pucuk kekuasaaan yang diebut Totaliter karena terjadinya praktek-praktek bersifat pengekangan terhadap rakyat yang mengakibatkan rakyat harus tunduk dan patuh secara utuh terhadap pemerintah walaupun salah sekalipun.

Selain itu, dalam hal kekuasaan pada saat itu terlalu sentralistik, dalam artian kekuasaan yang otoriter sehingga mengakibatkan kasus-kasus yangs seperti Korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN). Tentu hal ini yang membuat para mahasiswa ingin menumbangkan rezim orde baru yang sudah begitu lama berkuasa. Alhasil, dengan dikomandoi Amien Rais, mahasiswa pada saat itu berhasil menumbangkan rezim orde baru dengan mundurnya Soehrta sebagai Presiden Republik Indonesia.

Beberapa cita-cita reformasi yang diinginkan pada saat itu ialah pembuatan Konstitusi baru yang komprehensif, Demokratisasi, desentralisasi, Supremasi Hukum dan pemerintahan yang bersih. Beberapa cita-cita reformasi tersebut masih tanda tanya besar mengapa sampai dengan saat ini belum tercapai atau dengan kata lain Reformasi yang gagal, namun tidak serta merta gagal secara total.

Banyak  poin-poin yang terlaksanakan salah satunya Penghapusan DWI fungsi ABRI yang mana pada saat itu kita tahu bahwa ABRI memliki kekuasaan yang sangat berpengaruh yang mengakibatakn Roda pemerintahan dikuasai dari kalangan ABRI, kemudian keberhasilan dalam hal amandemen UUD 1945, dan yang terakhir dalam hal Otonomi daerah Seluas-luasnya.

Kemudian kegagalan mengimplementasiakan cita-cita reformasi ialah dalam menegakkan supremasi Hukum, dan pemerintahan yang bersih dari KKN  yang hingga saat ini belum dicapai, itulah mengapa dikatakan reformasi di indonesia dikatakan gagal.

Kondisi Indonesia saat ini tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelum adanya reformasi, artinya kemajuan dan perubahan yang tidak berjalan semestinya. Permasalahan yang sangat konkuran ialah pada sektor hukum dan korupsi yang hingga saat ini belum bisa diatasi. Kasus korupsi yang merupakan salah satu tujuan utama ditumbangkannya rezim orde baru, tetapi hingga saat ini Praktek Korupsi tidak berubah sama sekali bahkan kasus korupsi hanya berubah dari kasus korupsi sentralistik (Orde baru) ke Korupsi yang lebih masif. Kemudian dari segi ekonomi juga belum berubah secara signifikan karena saat ini korporasi asing masih Mendominasi Sumber daya Alam di Indonesia.

Dua dekade lebih Indonesia memasuki masa reformasi, yang mana pada saat itu peran mahasiswa sangat besar dalam pemerintahan Indonesia, karena mereka berhasil menumbangkan rezim otoriter, namun pertanyaan kita pada hari ini ialah kemana mereka para mahsiswa yang dulu bediri di depan dengan berbagam macam bentuk almamater yang memiliki satu ideologi yakni menumbangkan rezim otoriter yang terlalu lama berkuasa di Indonesia.

Keberdaan mereka saat ini perlu kita lihat, karena mereka seolah-olah diam ketika reformasi yang mereka perjuangkan tersendat-sendat dalam perjalananya, dan bahkan mereka saat ini diam karena sebagiannya duduk di Gedung Parlemen di  hipnotis dengan ruangan yang sejuk,kursi yang empuk. Mereka lupa bahwa ini merupakan tanggungjaab mereka.

Ternyata, ini bukan semata-mata karena mereka tetapi ada sektor yang lebih bertanggungjawab atas hal ini yakni pemerintahan setelah reformasi yang lebih bertanggungjawab atas insiden ini, mengapa demikin ? ya, karena mereka diamanahkan dan diberi tugas untuk mengatur dan megelola sistem ketatanegraan agar lebih baik lagi sesuai cita-cita reformasi, tapi yang terjadi mereka gagal total, beberapa sektor seperti KKN yang semakin tumbuh dan berkembang, sehingga ini Indonesia dicap sebagai salah satu negara paling korup di dunia. Hal ini terlihat dari beberapa kasus,mulai dari korupsi Bank Century hingga Korupsi Gayus Tambunan, ini membuktikan bagaiamana seyogyanya Mental korup dan warisan Orde baru masih belum berubah (reformasi) secara  masif.

Sudah seyogyanya kita merenungkan bagaimana dinamika yang terjadi di Indonesia setelah reformasi, sudah empat kali pergantiaa pemimpin namun permasalahan utama bangsa ini tak knjung usai.

Hanya saja yang diperlukan saat ini ialah menerapkan secara masif konstitusi sebagaimana disebutkan bahwasanya Indonesia adalah negara hukum, sudah sepatutnya kita kuatkan supremasi hukum, dan mendidik msyarakat dari dini mengenai nilai-nilai pancasila yang berisi makna edukasi leluhur kita, sehingga terbentuklah masyarakat dan pemimpin yang baik dan bermoral sebagaiman sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Ketika hal ini dilakukan secara masif maka secara perlahan cita-cita reformasi yang tersendat-sendat dalam perjalannya akan pulih dan berjalan dengan baik sesuai yang kita harapkan.

——————-

Penulis adalah Prodi Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Jambi dan BPH Ikatan Mahsiswa Kerinci Sungai Penuh Jambi (IMKS-JAMBI).


.