<

[REPORTASE LAPANGAN: KEMBALI TERJADI, KEKISRUHAN ANTARA APARAT POLISI DAN AKTIVIS TAMANSARI MELAWAN] -

      


Bandung, Mahasiswa Indonesia – Kekisruhan kembali terjadi antara aktivis Tamansari Melawan yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Penggusuran (ARAP) dan aparat polisi di Gerbang Wastukencana Balai Kota Bandung dan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung sore ini, pukul 16.30 WIB, Kamis (12/04/2018). Ada empat aktivis yang ditangkap oleh aparat, dua di antaranya menjadi korban kericuhan yang awalnya terjadi. Dua korban, bernama Oki dan Aang, mengalami luka-luka yang cukup parah sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Sariningsih Bandung untuk dirawat dan divisum. Keadaan telah reda saat ini. Para aktivis kembali ke titik berkumpul, Masjid Al-Islam, dan polisi kembali ke pos penjagaannya.

Aksi dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Massa ARAP berkumpul di lapangan Masjid Al-Islam, kemudian berjalan ke titik aksi, yaitu Balai Kota. Enam tuntutan disuarakan oleh aktivis Tamansari Melawan, yaitu (1) Hentikan penggusuran atas nama pembangunan Rumah Deret; (2) Tarik mundur alat berat dari RW 11 Tamansari; (3) Lakukan peninjauan lapangan oleh Pemkot ke RW 11 Tamansari; (4) Hentikan segala bentuk intimidasi terhadap warga yang bertahan; (5) Usut tuntas kasus kekerasan pada warga dan massa solidaritas; dan (6) Hentikan penggusuran atas nama estetika kota.

Dialog antara aktivis Tamansari Melawan dan Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung Muhamad Solihin tidak pernah terjadi. Tuntutan-tuntutan hanya disampaikan dengan pengeras suara di depan Gerbang Wastukencana Balai Kota Bandung. Polisi melakukan penjagaan di depan gebang tersebut.

Negosiasi yang dilaksanakan dengan pihak kepolisian setelah aktivis ditangkap berjalan alot. Komisaris Polisis (Kompol) Abdul Kholik dari Polrestabes Bandung meminta massa aksi pergi kembali ke Masjid Al-Islam bila massa aksi ingin aktivis yang ditangkap tersebut dibebaskan. Setelah dialog yang diwarnai dengan kata-kata makian dari kedua belah pihak, massa aksi kembali dan aktivis yang ditangkap dibebaskan.

[KRONOLOGI]

Keributan mulai terjadi pada pukul 13.18 WIB. Terjadi tindakan represif oleh pihak kepolisian dalam bentuk pemukulan kepada tiga aktivisi ARAP. Dua orang aktivis dan satu warga dibawa ke dalam mobil Pengendalian Masyarakat (Danmas). Pukul 13.57 WIB, massa aksi bergerak ke Polrestabes Bandung, memblokade jalan, dengan tuntutan untuk mengembalikan dua aktivis tersebut. Pada 14.34 WIB, aktivis yang dibawa oleh pihak dikembalikan oleh pihak Danmas, tetapi dengan luka-luka yang terlihat di tubuhnya.

Pada 16.30 WIB, massa aksi kembali bentrok dengan pihak kepolisian di depan Gerbang Wastukencana Balai Kota Bandung. Tidak lama kemudian, beberapa aktivis dipukuli dan diseret masuk ke dalam Balai Kota Bandung—Oki, Aang, dan Fadli—sambil berteriak sakit dada. Pukul 16.38 WIB, pihak kepolisian meminta massa aksi bubar bila ingin aktivis yang ditangkap dilepaskan. Pukul 16.45 WIB, massa aksi masih bertahan dan meminta temannya dikeluarkan. Lalu, ketiga aktivis dibebaskan dengan luka-luka pada bagian muka dan sekujur tubuhnya. Setelah itu, massa membubarkan diri dan berjalan ke Masjid Al-Islam. Pada pukul 17.59 WIB, massa aksi sampai di titik kumpul. (MFAA)

(Sumber : ganeca pos)

.

KONTAK REDAKSI MAHASISWA INDONESIA:

Ruko Paskal Hyper Square Blok C29 lantai 2-3

JL. Pasir kaliki NO. 25-27, Bandung

© 2018 Oleh PT Media Abhiseva Indonesia

SOSIAL MEDIA:

Official Account Line: @mahasiswa.co.id

Instagram : mahasiswa.co.id

Facebook : mahasiswa.co.id

Twitter : @mahasiswacoid