<
https://mahasiswa.co.id/2018/05/09/karl-marx-kisahmu-kini/

https://mahasiswa.co.id/2018/05/09/karl-marx-kisahmu-kini/

      


Bandung, Mahasiswa Indonesia – “Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah pertentangan kelas”. Sebuah kalimat tentang teori sejarah masyarakat dari Karl Marx, yang ia tuliskan dalam bukunya Manifesto Komunis. Hal sederhana inilah yang menjadi salah satu memori di dalam pikiran para pemikir jaman sekarang. Cara berpikir Marx menginspirasi banyak orang yang kemudian cara berpikir ini disebut dengan Marxisme.

Karl Marx lahir pada tanggal 5 Mei 1818 di Trier, Kerajaan Prusia, tepat dua abad yang lalu.

Ia merupakan anak dari seorang pria bernama Herschel yang kemudian mengganti namanya menjadi Heinrich. Herschel yang tadinya beragama Yahudi kemudian berganti kepercayaan dengan menganut agama resmi Prusia, yaitu Protestan yang berliran Lutheran yang cukup liberal untuk menjadi pengacara. Keluarga Marx terkenal dengan keliberalannya, sehingga tak jarang banyak cendekiawan dan seniman yang berkunjung ke rumahnya.

Masa muda Karl Marx mungkin terlihat biasa saja. Ia mendapatkan pendidikan sekolah di rumahnya sampai berusia 13 tahun. Ia juga pernah bergabung dengan sebuah klub minuman keras yang bernama Trier Tavern yang berdampak pada buruknya niai Marx. Saat-saat itu Marx mulai mengeksplorasi kemampuannya. Ia mulai berani berekspresi dengan menunjukkan ketertarikannya untuk mempelajari kesustraan dan filosofi. Akan tetapi, ia tak mendapat dukungan dari sang ayah karena ia menganggap Marx akan kesulitan untuk menambah motivasinya untuk benar-benar memperoleh gelar sarjana.

Tahun berikutnya, sang ayah memindahkan Marx ke universitas yang dianggap lebih baik, yaitu Friedrich Wilhelms Universitat di Berlin. Pada masa-masa itu ia mulai menulis banyak puisi dan tulisan-tulisan tentang kehidupan dengan teologi yang ia dapatkan dari ayahnya. Tetapi ia juga menerapkan filosofi ateis dari kelompok Hegelian muda yang saat itu merupakan kelompok terkenal di Berlin. Marx menyelesaikan pendidikan doktornya pada tahun 1841. Tesisnya berjudul “The Difference Between the Democritean and Epicurean Philosophy of Nature”.

Berlin juga menjadi tempat di mana Marx mulai mendalami filsafat. Upaya yang dilakukannya untuk dapat mendalami filsafat terlihat dengan bergabungnya Marx ke kelompok mahasiswa dan dosen muda yang disebut Pemuda Hegelian. Sebagian dari kelompok ini menamakan diri juga dengan Hegelian kiri, yaitu Hegelian dengan penggunaan metode dialektika Hegel, yaitu terpisah dari isi teologisnya dan digunakan untuk melakukan kritik terhadap politik dan agama saat itu.

Marx mendapatkan gelar doktor filsafatnya dari Universitas Berlin. Disertasi doktoralnya menjadi suatu akar yang menjadi awal pikiran-pikiran briliannya ke depan. Marx kemudian membuat suatu teori tentang sejarah masyarakat, yang tertulis pada kalimat pertama tulisan ini. Tetapi untuk membahasnya lebih dalam, tulisan tersebut akan dikutip kembali. “Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah tentang pertentangan kelas.”. Kalimat itu terdapat dalam bukunya, Manifesto Komunis (1848). Dengan pemikiran ini, Marx percaya bahwa konflik dalam masyarakat akan hilang bila tak ada kelas yang menjadi pemisah, yang menimbulkan kesenjangan di masyarkat itu sendiri. Maka dari itu, ia berpendapat bahwa kapitalisme harus diganti dengan komunisme, yaitu masyarakat tanpa kelas yang muncul setelah terjadinya sosialisme secara radikal.

Karya-karya Marx saat ini masih menjadi acuan bagi banyak pemikir di seluruh dunia. Aliran pemikirannya banyak dikagumi oleh orang-orang. Bahkan, pemikirannya yang mengagumkan itu dilarang untuk dipahami di beberapa negara, contohnya saja Indonesia. Buku-bukunya Marx sangat menarik untuk dibaca, misalnya Das Kapital, yang dianggap sebagai kitabnya para Marxis, selain itu juga Manifest der Kommunistischen Partei (Manifesto Komunis), Achtzehnte Brumaire (The Eighteenth Brumaire of Louis Napoleon), dan masih banyak lainnya.

Dua ratus tahun lalu, kelahiran Marx menjadi sebuah sejarah umat manusia. Dengan pemikirannya, Marx mengajarkan pada dunia bahwa manusia tidak boleh ditindas. Bahwa untuk mencapai cita-citanya, manusia harus berbuat sesuatu, berusaha untuk mencapainya, bukan hanya diam dan memohon. Perjuangan ini yang harus terus berlanjut. Perubahan zaman yang ada nyatanya tidak mengubah substansi permasalahan yang ada sejak dari dulu. Maka dari itu dibutuhkan pemikir-pemikir yang mampu berpikir untuk menghasilkan pikiran yang brilian seperti Marx agar dunia ini dapat terselamatkan. (mli)


TAG(S): KARL MARX



.