<

Perlukah Menjadi Aktivis?

      


Bandung, Mahasiswa Indonesia – Menjadi aktivis merupakan pilihan dan hak setiap orang. Tak pernah ada paksaan bagi siapapun untuk menjadi aktivis. Di Indonesia sendiri kata aktivis sering ditempelkan kepada orang yang memiliki perhatian khusus atau melakukan gerakan terhadap suatu campaign, biasanya gerakan sosial atau politik. Tetapi apa sebenarnya aktivis? Dan perlukah menjadi aktivis saat-saat ini?

Aktivis berasal dari kata aktif, yang merupakan kata sifat. Aktif berdasarkan KBBI memiliki arti sebagai berikut; giat (bekerja, berusaha), lebih banyak penerimaan daripada pengeluaran, dinamis atau bertenaga (sebagai lawan statis atau lembam), dan mampu beraksi dan bereaksi. Sedangkan menurut hasil lain yang ditemui di KBBI menerangkan bahwa aktivis adalah orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya, dan seseorang yang menggerakkan (demonstrasi dan sebagainya).

Dari penjelasan di atas sebenarnya sudah cukup jelas, bahwa aktivis sebenarnya adalah orang yang mampu bertindak, bergerak, aktif, secara rutin sehingga hal itu telah menjadi kebiasaan dan memiliki perhatian khusus pada suatu hal. Dengan definisi ini, jelas bahwa aktivis merupakan pilihan yang patut dipilih oleh orang-orang. Hal ini karena memilih untuk aktif, artinya memilih melakukan kegiatan yang positif. Keterbiasaan melakukan hal positif maka hasilnya pun nanti akan positif (di luar faktor takdir dan kehendak Tuhan).

Tetapi, di Indonesia, kata aktivis terdengar memiliki tempat khusus dalam memori otak manusia. Aktivis terdengar sebagai orang-orang yang tak ada kerjaan menyuarakan sesuatu, melakukan demonstrasi, melawan pemerintah, dan lain-lain. Hal ini tak lepas dari sejarah bangsa Indonesia yang akhirnya merdeka dengan usaha juga dari para pemuda-pemuda yang dapat dikatakan juga sebagai “aktivis” pada saat itu.

Beda dulu, beda pula sekarang. Dulu perjuangan bangsa dalam membebaskan diri dari penjajahan memerlukan kesolidan dari rakyat Indonesia yang memiliki peran berbeda-beda, sehingga perubahan datang bersamaan dan 17 Agustus 1945 adalah momentum bagi rakyat Indonesia untuk akhirnya secara resmi merdeka. Tetapi, dalam konteks berbangsa dan bernegara, aktivis adalah peran yang seharusnya tak hilang.

Negara ini berjalan atas kerja para aktivis-aktivis negara. Pemuda, terutama mahasiswa, memiliki tempat spesial yang telah disediakan untuk mengemban status aktivis. Aktivis menggaungkan apa yang menjadi perhatiannya, apa-apa saja yang menurutnya harus diperbaiki karena pemerintah tak mampu menjaganya. Keberagaman perhatian orang kepada sesuatu membuat warna dalam atmosfer negara yang indah, yang membuat suasana dinamis dan berwawasan. Keinginan untuk menyebar rasa resah kepada orang lain pun tinggi, karena semakin banyak orang yang memiliki perhatian yang sama, maka semakin kencang pula gaungnya dan semakin diperhatikan pula apa yang orang tersebut resahkan.

Tetapi kembali lagi, itu merupakan pilihan. Kesadaran akan kerusakan yang ada di dunia ini menimbulkan rasa ingin tahu yang akhirnya membuat seseorang peduli dan tergerak hatinya untuk memperbaiki hal tersebut. Kepedulian ini yang menggerakan orang untuk mau bergerak dan menjadi aktivis.

Keberadaan aktivis pada dasarnya diperlukan kapanpun dan di mana pun. Jika bermain dengan kata nya, maka lawan dari kata aktif adalah pasif. Ketidakadaan keaktifan dalam suatu ruang dan waktu artinya saat itu terjadi ketidakaktifan, dan itu adalah sifat yang tidak produktif, tak ada yang dihasilkan dari tindakan yang pasif. Untuk mengembangkan diri, bangsa, dan negara, perlu ada suatu dorongan dari dalam diri untuk melawan hambatan-hambatan dan rasa malas untuk bekerja, bergerak, dan memproduksi sesuatu. (mli)

.

TAG(S): AKTIVIS



KONTAK REDAKSI MAHASISWA INDONESIA:

Ruko Paskal Hyper Square Blok C29 lantai 2-3

JL. Pasir kaliki NO. 25-27, Bandung

© 2018 Oleh PT Media Abhiseva Indonesia

SOSIAL MEDIA:

Official Account Line: @mahasiswa.co.id

Instagram : mahasiswa.co.id

Facebook : mahasiswa.co.id

Twitter : @mahasiswacoid