<

Melawan Terorisme Dengan Ideologi Pancasila

      


(Bingkai Kemanusiaan)

Oleh :

Wahyu Hidayat

Akhir-akhir ini kita digulirkan dengan aksi-aksi biadab yang tidak berprikemanusian terhadap kehidupan bernegara. Aksi teroris adalah bentuk dari kekacauan dan ketidakharmonisan dalam kehidupan bernegara. Aksi ini kemudian membuat publik terkontaminasi dan terintimidasi dengan maraknya teror yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Pada dasarnya terorisme merupakan isu yang digulirkan dengan konsep ideologis yang canggih dan terstruktur sehingga individu tersebut mampu mengorbankan nyawa sekalipun dengan keyakiinan tertentu. Kejadian bom bunuh diiri dibeberapa titik di Surabaya umumnya merupakan salah satu bukti kebiadaban dan kekurangpahaman para aktor tersebut  hidup di negara pancasila.

Aksi terorisme merupakan aksi yang sudah begitu lama terjadi di bumi pertiwi dan bukan hari ini saja, dengan dibuktikan banyaknya aktor/pelaku baik itu yang berhasil diungkap maupun ditangkap ke publik. Kejadian ini kemudian membuat timbul pertanyaan publik apa yang sedang terjadi di balik aksi terorisme ini.

Jika kita melihat kejadian-kejadian lama target yang diusungkan para pelaku teror ialah tempat hiburan malam dan rumah ibadah. Dan hari ini aksi teror berinovasi sasarannya berubah yaitu pihak keamanan. Dan kemudian membuat penulis berfikir bahwa kejadian ini tidak masuk akal, dikarenakan pihak keamanan sejatinya adalah pelayan masyarakat dan menjamin keamanan warga negara.

Aksi terorisme yang terjadi di beberapa titik Jawa timur khususnya kota Surabaya merupakan aksi yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik, mengingat bahwasanya aksi ini sedikit banyak membuat kekacauan bernegara serta ancaman terhadap kehidupan bermasyarakat.

Surabaya pada dasarnya merupakan sebuah kota yang masyarakatnya sangat pluralisme, sehingga berbagai macam ideologi yang bisa berkembang  dan masyarakatnya sangat terbuka akan hal-hal yang baru. Jika kita pikirkan maka kejadian terorisme tidak akan pernah terjadi di kota Surabaya, dan hari ini kejadian yang seperti ini membantah akan konsep pluralisme di kota surabaya.

Begitu banyak korban yang berjatuhan, mulai dari wanita hingga anak-anak yang hakekatnya adalah orang-orang yang tidak bermasalah. Kecaman demi kecaman terhadap aksi ini kemudian bermunculan mulai dari para politisi, tokoh agama, hingga manca negara merespon terhadap kejadian yang memilukan tersebut. Alanglah tidak berkemanusiaan para pelaku ketika ayah kehilangan anak bahkan sebaliknya anak kehilangan ayahnya.

Mengutip sedikit tentang konsep akhlak kepribadian dalam buku panduan organissasi muhammadiyah bahwa “setiap warga negara dimanapun bekerja dan menunaikan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari harus benar-benar menjauhkan diri dari perbuatan korupsi dan kolusi serta praktek-prektek buruk lainnya yang merugikan hak publik dan membawa kehancuran di kehidupan dunia ini”. Kutipan ini jelas mengisyaratkan bahwa pada dasarnya esensi dari kehidupan ialah memberi manfaat kepada seluruh makhluk. Bukan sebaliknya membuat kesengsaraan dan kekacauan dimuka bumi, seperti aksi terorisme pada hari ini.

Kemudian pada konsepsi bernegara bahwasanya dalam kehidupan bernegara kita telah mengenal yang namanya PANCASILA, yaitu sebuah pedoman serta pondasi pemerintah maupun masyarkat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Akan tetapi pusaka yang idealnya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan hanya diiingat tanpa diaktualisasikan. Sehingga timbul jarak yang sangat jauh dari nilai kebhinekaan itu sendiri.

Jangan salahkaan masyarakat ketika muncul konflik seperti hari ini yang kemudian membuat negara itu sendiri terancam akan keharmonisasiannya. Karena pancasila hanya diucapkan pada hal-hal tertentu dan tidak ada wadah ataupun langkah-langkah kongrit yang dilakukan sebagai nilai terapan dalam hidup bermasyarakat, dan kita harus mengakui itu.

Oleh karena itu negara harus hadir untuk mengakomodir nilai-nilai tersebut agar sampai secara masif di tengah masyarakat, supaya terwujudnya masyarakat yang pancasilais. kedepannya penulis berharap  teror di surabaya tidak terulang kembali di tempat lain, dan kejadian menjadi pekerjaan  besar bersama bagi pemerintah dan masyarakat menyadari untuk kembali ke fitrahnya NKRI, yaitu hidup dalam bingkai kebhinekaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

________ Penulis Adalah Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Jambi.

.

KONTAK REDAKSI MAHASISWA INDONESIA:

Ruko Paskal Hyper Square Blok C29 lantai 2-3

JL. Pasir kaliki NO. 25-27, Bandung

© 2018 Oleh PT Media Abhiseva Indonesia

SOSIAL MEDIA:

Official Account Line: @mahasiswa.co.id

Instagram : mahasiswa.co.id

Facebook : mahasiswa.co.id

Twitter : @mahasiswacoid