<

Tragedi Trisakti, Perlawanan Mahasiswa Sampai Titik Darah Penghabisan

      


Bandung, Mahasiswa Indonesia – Keberadaan mahasiswa untuk melakukan kontrol sosial sudah melekat dan menjadi hakikat dari status mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa memang muda dan pengalamannya tidak terlalu banyak. Tetapi satu hal yang kuat yang mahasiswa miliki adalah jiwanya yang membara dan idealismenya yang sangat tangguh. Seperti yang pernah Tan Malaka sampaikan, “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda”.

Bulan Mei di Indonesia membuat kita menengok tahun-tahun ke belakang, merefleksi apa yang telah terjadi di bulan ini pada masa-masa yang telah lalu. Bagi mahasiswa, 12 Mei menjadi tanggal yang penuh memori, karena di sana terjadi sebuah tragedi. Tragedi ini menewaskan empat orang sahabat di antara mahasiswa, mahasiswa Trisakti khususnya. Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan Sie telah mendahului kerabat-kerabatnya yang sedang berjuang pada tahun 1998. Mereka mendahului teman-temannya seperti memberikan pesan bahwa hidup ini sudah terlalu lama di isi oleh orang-orang jahat, hidup di dunia ini tak lebih indah jika terus seperti ini.

Saat itu mahasiswa melakukan demonstrasi karena merasa tidak puas dengan hasil Pemilu pada saat itu yang kembali memenangkan Presiden Soeharto yang artinya ketujuh kali Soeharto menjabat menjadi Presiden. Mereka menuntut untuk dilakukan Pemilu ulang. Pada awalnya, aksi unjuk rasa sebelum adanya Sidang Umum MPR dari tanggal 1-11 Mei 1998 dilakukan di dalam kampus. Tetapi setelah itu, keputusan yang membuat geram dari sidang tersebut membuat aksi mulai dibawa keluar. Aksi mahasiswa pada 12 Mei 1998 pun tercatat menjadi salah satu aksi demonstrasi mahasiswa terbesar yang dilakukan di luar kampus.

Posisi kampus Trisakti yang dekat dengan kompleks gedung DPR/MPR, menjadikannya secara otomatis tempat berkumpul mahasiswa-mahasiswa dari kampus lain. Aksi yang dilakukan mahasiswa sebenarnya merupakan aksi damai. Aksi ini juga diikuti oleh para dosen dan guru besar. Usaha membawa keluar aksi ini dari kampus dituangkan dalam long march untuk menuju gedung MPR/DPR di Senayan. Ternyata masa aksi tidak boleh berada di kompleks rumah rakyat tersebut berdasarkan hasil negosiasi yang dilakukan antara perwakilan masa aksi dengan Komandan Kodim Jakarta Barat, Letkol (Inf) A. Amril. Aksi masa hanya diperbolehkan berada di depan Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Aksi tetap dilanjutkan sampai sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah itu masa aksi membubarkan diri dan menuju kampus. Tetapi saat lebih dari setengah masa aksi sudah berada di kampus, suara tembakan dari aparat terdengar dan membuat masa aksi panik dan berhamburan ke mana-mana. Bahkan ada yang memanjat pagar tol untuk mengamankan diri. Tindakan represif aparat yang tidak dikira sebelumnya terjadi.

Tak ada yang mengetahui saat itu mengapa aparat mengambil sikap yang seperti itu. Tetapi situasi saat itu benar-benar kacau. Tembakan yang katanya berasal dari aparat yang berada di depan masa aksi ternyata tidak hanya dari sana, karena berdasarkan video-video yang beredar ada juga yang menembak dari atas fly over Grogol bahkan juga jembatan penyeberangan. Tindakan yang dilakukan aparat ini secara tragis menewaskan empat mahasiswa Trisakti yang saat itu berada di lokasi.

Perjuangan dan pengorbanan empat orang ini tak bisa terlupa karena telah melekat di benak dan hati kawan-kawannya saat itu. Bahkan bagi yang tidak berada di lokasi ataupun waktu saat itu terjadi, tragedi ini menjadi sebuah pukulan dan pengingat bahwa perjuangan terus dilakukan bahkan setelah bangsa ini merdeka. Mereka mengingatkan kita bahwa penindasan bukan hanya dapat dilakukan oleh bangsa asing atau penjajah, tetapi juga oleh bangsa sendiri. Mereka juga mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh diam saat ditindas, kita harus bangkit dan melawan walaupun besar resiko dan pengorbanan yang harus kita berikan. (M. Luthfi Indrawan)

.

KONTAK REDAKSI MAHASISWA INDONESIA:

Ruko Paskal Hyper Square Blok C29 lantai 2-3

JL. Pasir kaliki NO. 25-27, Bandung

© 2018 Oleh PT Media Abhiseva Indonesia

SOSIAL MEDIA:

Official Account Line: @mahasiswa.co.id

Instagram : mahasiswa.co.id

Facebook : mahasiswa.co.id

Twitter : @mahasiswacoid