<
Mahasiswa Telkom University Bandung Lagi Ribut Bahas Ini!

Mahasiswa Telkom University Bandung Lagi Ribut Bahas Ini!

      


Bandung, Mahasiswa Indonesia – Mahasiswa-mahasiswa Telkom University, Bandung saat ini sedang meributkan kebijakan kampusnya yang mengharuskan siapapun yang memasuki wilayah kampus harus menunjukkan id card. Peraturan ini terpampang di pintu gerbang masuk Telkom di spanduk besar yang bertuliskan “Untuk Masuk Kawasan Telkom University Wajib Menggunakan ID-Card”.

Keributan di media sosial yang dirasakan mahasiswa telkom bukan hanya tentang penolakan terhadap kebijakan tersebut, tetapi juga ada yang mendukungnya. Tentu saja keributan di media sosial menjadi suatu kejadian yang “seru” untuk dinikmati. Tetapi semakin banyak pendapat dan komentar, permasalahan semakin terlihat kabur.

Kebijakan wajib membawa identitas untuk masuk kampus merupakan cara kampus untuk meningkatkan sistem keamanan kampus. Pasalnya tak jarang tindakan kriminalitas terjadi di kampus ini. Sebut saja berita duka beberapa bulan lalu yang menewaskan mahasiswa Telkom karena tertusuk oleh begal.

Baca : https://mahasiswa.co.id/2018/03/11/mahasiswa-telkom-university-tewas-ditusuk/

Pihak yang kontra terhadap permasalahan ini berargumen bahwa bila semua harus menggunakan id card, lalu bagaimana bila mahasiswa membutuhkan jemputan, delivery makanan, laundry, atau orang tua yang berkunjung. Tentunya akan mempersulit mahasiswa dalam beraktivitas.

“pada bingung… kalo alumni dateng gimana? kalo bang deliv mau anter makanan gimana? kang laundry gimana? orang tua datang gimana? kok ya lucu, ya kan di gerbang pasti ada satpam nya, kaga kosyooonggg. izin kan bisa sambil kasih bukti kalo ini kang deliv kalo ini alumni kalo ini kang laundry kalo ini ortu. hidup di buat simpel jangan simpel di buat hidup hehehe” tulis sebuah akun line bernama Alfiyah Ramadian dalam kolom komentar.

Pihak yang mendukung pun ikut bersuara untuk menunjukkan dukungannya pada kebijakan ini. “sebenernya sih emang ribet dan pasti bikin macet keluar masuk. tapi demi keamanan dan kenyamanan bersama ga papalah” kata Friska Febrianti di kolom komentar yang sama.

Lalu mana yang benar dan mana yang salah?

Salah satu tujuan dibuatnya kebijakan adalah untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Tetapi, dengan melihat ributnya dunia maya akibat kebijakan ini karena merasa mempersulit aktivitasnya, justru kebijakan ini akan menimbulkan masalah baru, di mana sasaran kebijakannya justru merasa tidak puas dengan cara kampus menyelesaikan masalah dan mengganti masalah tersebut dengan masalah baru.

Kalau begitu bagaimana seharusnya kebijakan untuk meningkatkan keamanan kampus?

Pasti ada jawabannya, tetapi kalau hal itu dijawab di sini, lalu untuk apa ada pengelola kampus? Pro kontra yang terjadi di antara mahasiswa Telkom harusnya menjadi bahan evaluasi bagi pengelola kampus untuk terus memperbaiki pelayanannya. Maka dari itu, selalu hidupkan pro dan kontra terhadap kebijakan yang dibuat agar kebijakan tersebut dapat berubah menjadi lebih baik. (mli)

Berikut komentar netizen yang kami kutip dari Official Account bernama k e s e g a r a n  t e l y u:


.