<
Jokowi Ajak Mahasiswa Membangun Optimisme dan Berpikiran Positif

Jokowi Ajak Mahasiswa Membangun Optimisme dan Berpikiran Positif

 


Bandung Mahasiswa Indonesia- Memasuki musim politik Pemilihan Presiden 2019, Indonesia kerap dihantam berbagai isu yang pada akhirnya membuat gaduh negara.

Perang tagar yang kerap dilihat dari berbagai linimasa media sosial, tak hayal menyebabkan para pengguna yang pro dan kontra saling mencemooh.

Hal seperti ini jelas menjadi sebuah perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi), dihadapan peserta Kongres Nasional Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), di Imperial Ball Room 2, Hotel The Rich Jogja, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (29/8) siang.

Jokowi menyampaikan, Generasi muda khususnya mahasiswa harus bekerja sama dalam membangun negara, mahasiswa jangan sampai menghabiskan energi dengan hal-hal negatif, seperti saling mencela dan saling mencemooh di media sosial. Sebaliknya, ia mengajak para mahasiswa untuk membangun optimisme dan berpikiran positif.

“Kita menuju kepada masa-masa optimisme, masa-masa positive thinking, energi kita habiskan untuk membangun persaingan, membangun daya saing, membangun produktivitas,” kata Presiden Jokowi

Disamping itu, Jokowi menegaskan, harus senantiasa membangun optimisme untuk mempersiapkan Indonesia yang akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat ke 4 di dunia pada tahun 2045.

Dihadapan sekitar 3.000 mahasiswa, Jokowi mengajak anak-anak muda ini terus bekerja keras, produktif dan memiliki disiplin yang tinggi, karena itulah kunci untuk menjadi negara maju dan bersaing dengan negara lain.

Pemerintah dalam hal ini Presiden menuturkan, dua hal yang menjadi faktor fundamental untuk meningkatkan daya saing bangsa, yaitu pembangunan infrastruktur dan investasi di bidang sumber daya manusia (SDM).

“Enggak ada yang lain, ini sangat basicsekali kalau kita ingin berkompetisi dan bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Tanpa itu, lupakan yang namanya bersaing,” paparnya.

Diakhir sambutannya, Presiden menghimbau kepada para mahasiswa untuk terus membangun persaudaraan, persatuan dan kesatuan tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras yang akan melemahkan potensi dan kekuatan bangsa.

Sumber setkab
I_Gie


.