<
2045 Jakarta dan Bandung Menyatu

2045 Jakarta dan Bandung Menyatu

 


Bandung, Mahasiswa Indonesia – Pesatnya perkembangan pembangunan megapolitan wilayah Jakarta dan sekitarnya atau lebih dikenal dengan Jabodetabek dengan wilayah Bandung membuat kedua wilayah megapolitan ini berpotensi untuk menyatu. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro pada Rabu (29/8/2018).

Dalam mengisi materi di Institut Pertanian Bogor International Convention Center,menurutnya “Kami melihat, lama-lama akan ada pertemuan keduanya (megapolitan Jabodetabek dan Bandung) yang mungkin terjadi pada 2045.

Lanjut Bambang mengimbau agar pemerintah daerah diantara kedua wilayah megapolitan ini untuk berbenah dalam membangun infrastruktur penunjang. Keberadaan infrastruktur seperti Jalan raya dibutuhkan dalam mengefektifkan kelancaran konektifitas kedua wilayah.

Menurut dia,saat ini sistem transfortasi  darat kedua wilayah ini masih belum memadai. Namun perjalanan jika ditempuh oleh perjalanan udara pun terlalu pendek, oleh karena itu butuh moda transfortasi massal yang lebih efektif dan efesien.

Peneliti senior Institut Pertanian Bogor Ernan Rustiadi menyebutkan, penyatuan wilayah megapolitan Jabodetabek dan Bandung akan menimbulkan masalah, beberapa diantaranya ketidakefisienan, kerusakan lingkungan, hingga menambah resiko terjadi bencana alam.

“Masalahnya megacity atau megapolitan ini terdiri atas berbagai wilayah administrasi otonom yang satu sama lain interaksinya tidak berjalan dengan baik. ”katanya Rabu (29/8/2018). Ia melihat arah pembangunan daerah berjalan masing-masing bahkan terkesan tersekat-sekat satu sama lainya.

Ia mengaku selalu mendengar keluhan kepala daerah terkait dengan ketidaksinkoronan satu pemerintah daerah dengan lainnya. Mengutip gagasan mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso, pemerintahan wilayah megapolitan Jabodetabek dinilai lebih efektif dipimpin oleh seorang pejabat khusus sekelas Menteri. (a)


.