<
Peringati Kematian Munir, Mahasiswa Unpad Minta Pemerintah Tuntaskan Kasus HAM

Peringati Kematian Munir, Mahasiswa Unpad Minta Pemerintah Tuntaskan Kasus HAM

      


Bandung, Mahasiswa Indonesia- Mahasiswa Unpad yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpad beserta Lembaga Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat Demokratis (LPPMD) melakukan aksi rutin kamisan dengan memperingati kasus-kasus HAM di bulan September pada hari kemarin di sekitar broklyn kampus Unpad Jatinangor (06/9/18).

Aksi peringatan kemarin terdiri dari orasi beberapa mahasiswa terkait pelanggaran HAM yang belum di tuntaskan di negeri ini, lalu ada tanda tangan petisi dan aksi tutup mulut.

Ketua BEM KEMA Unpad Izmu Tamami Roza mengatakan bahwa aksi ini bagian dari kepedulian mahasiswa Unpad untuk menyadarkan semua elemen terutama pemerintah agar sadar bahwa kasus-kasus HAM harus segera diungkap dan diadili.

“Bertepatan dengan momentum 14 Tahun kematian Munir ini untuk megingatkan bahwa pelanggaran-pelanggaran HAM terus menerus selalu ada di Indonesia karena satu kasus tidak diselesaikan dengan matang,” Ujar Izmu.

Sejauh ini Izmu mengaku masih banyak pelanggaran HAM serupa yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah.

Aksi Massa

“Lepas dari kasus Munir kita menemukan pelanggaran HAM serupa mulai Salim kancil hingga yang terbaru Novel Baswedan, kita ingin keseriusan dari pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM guna menjamin kebebasan berdemokrasi di negeri ini,” tambah Izmu.
September Hitam

Aksi Kamisan kemarin sendiri mengangkat tema September hitam. Menurut Viona Mahardika yang juga sebagai ketua LPPMD Unpad, tema ini dipilih untuk memberi tahu kepada mahasiswa Unpad karena di bulan september ada kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum di tuntaskan.

Aksi ini juga bertepatan dengan peringatan 7 september kematian Munir “Untuk pelanggaran HAM Munir saya sangat kesal terhadap negara yang tidak bertanggung jawab bahkan setelah ada Tim Pencar Fakta atau TPF malah berkas hilang, tidak bisa dilanjutkan karena minimnya bukti itu malah membuka lebar Indonesia dengan kasusnya ke arah imunitas atau kekebalan hukum yang kurang, saya berharap kasus ini harus segera dituntaskan.” Kata Viona. (AZ)


.