<
Wacana Peraturan Rektor Baru, Intervensi Terlalu Jauh Bagi Organisasi Mahasiswa Unpar Bandung

Wacana Peraturan Rektor Baru, Intervensi Terlalu Jauh Bagi Organisasi Mahasiswa Unpar Bandung

 


Bandung, Mahasiswa Indonesia – Sejarah mahasiswa Bandung memang cukup kental dalam cerita perjuangan di negeri ini. Bukan hanya sejarah, tetapi kampus-kampus di Bandung saat ini sedang berjuang melawan ketidakadilan.

Walau tak begitu terdengar dari luar, mahasiswa di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) saat ini sedang berjuang untuk mempertahankan jati diri mahasiswa mereka terkait peraturan baru rektor yang dianggap menyulitkan mahasiswa.

“Yang menjadi masalah sebenernya adalah adanya wacana perubahan peraturan rektor terkait organisasi kemahasiswaan yang baru,” ucap Louis, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpar, saat dihubungi langsung oleh Mahasiswa Indonesia pada Rabu (19/9/2018).

Menurutnya, dalam wacana tersebut banyak peraturan kampus yang terlalu mengikat mahasiswa.

“Banyak peraturan yang dirasaa bahwa mahasiswa terlalu diikat oleh pihak kampus,” lanjutnya.

Terkait terlalu mengikatnya wacana tersebut dijelaskan oleh Louis bahwa terdapat peraturan terkait sanksi yang kewenangannya ada pada rektorat, bukan lembaga yudikatif yang telah ada yang tugasnya adalah memeriksa.

“Jadi lembaga yudikatif, atau disebut badan pemeriksa pada draft proknya, tidak diberi wewenang untuk memberi sanksi, hanya mengawasi saja dan yang boleh memberi sanksi rektorat,” sebutnya.

Selain itu, ada intervensi pihak kampus yang berlebihan dengan mengharuskan pihak kampus untuk ikut dalam kongres persatuan mahasiswa Unpar.

“Adanya kewajiban untuk rektor/ pihak kampus mengikuti kongress persatuan mahasiswa unpar, yang dimana dirasa kongress ini seharusnya dari mahasiswa, untuk dan oleh mahasiswa, kecuali pada acara tertentu seperti pelantikan pengurus baru,” Louis menjelaskan.

Untuk menghadang wacana tersebut untuk terjadi, saat ini perwakilan-perwakilan mahasiswa sedang dalam tahapan diskusi untuk memberikan masukan dan kritik terkait wacana tersebut.

“Usaha yang sedang kita lakukan adalah forum dengan tim perancang memberikan masukan terkait prok yang baru, meskipun diskusinya alot. Dan juga ingin mengadakan forum diskusi dengan mahasiswa secara menyeluruh terkait prok ini,” ujar Louis.

Wacana ini sebenarnya telah muncul sejak tahun 2015, namun baru berdengung konkret dalam 3 bulan terakhir.

“Sebenernya wacana untuk draft prok udah dari thun 2015, cuman baru bener bener dibuat 3 bulan terakhir,” tandas Louis. (mli)


.