<
Bijak Dalam Menggunakan Medsos, Jokowi : Banyak Kabar Bohong di Medsos

Bijak Dalam Menggunakan Medsos, Jokowi : Banyak Kabar Bohong di Medsos

 


Bandung, Mahasiswa Indonesia,- Di era perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat tentunya, mempengaruhi arus informasi yang begitu mudah didapatkan oleh masyarkat, pada saat ini masyarkat lebih menyukai informasi dari berbagai macam linimasa media sosial.

Namun ditengah cepat dan mudahnya penyebaran informasi tentunya, masyarkat harus lebih bijak dalam menggunakan bahkan mencerna sebuah informasi di media sosial.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat agar mengkonfirmasi benar beragam informasi yang beredar, terutama di media sosial (medsos) yang banyak menebarkan fitnah dan kabar bohong. Apalagi di tahun politik saat ini.

“Jangan mudah termakan oleh hal-hal yang berbau fitnah,” ucap Presiden

Menurut Presiden, berita-berita fitnah dan kabar bohong yang ditebarkan melalui media-media sosial itu bukan etika, bukan nilai-nilai yang kita anut.

“Etika bangsa Indonesia adalah kesantunan, keramahtamahan, lemah lembut. Itulah kenapa kita dikenal sebagai bangsa yang ramah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi berpesan agar senantiasa menjaga kerukunan dan kesatuan, karena hal itu merupakan aset paling berharga bangsa ini.

“Inilah yang harus kita jaga karena aset terbesar bangsa kita adalah persatuan. Jangan sampai karena pilihan bupati, gubernur, walikota, presiden kita jadi terpecah-pecah, terbelah,”tutur Presiden.

Presiden menegaskan, kita ini semuanya bersaudara, karena itu, Kepala Negara menekankan agar kita jaga Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Walikota Bogor Bima Arya, dan Bupati Bogor Ade Yasin.

Sumber : Setkab
I_gie


.