<
Peringati Hari Tani Nasional, GMNI dan IMM Menggelar Diskusi Publik

Peringati Hari Tani Nasional, GMNI dan IMM Menggelar Diskusi Publik

 


Bandung, Mahasiswa Indonesia – Sebagai rangkaian momentum hari tani nasional DPD GMNI Jawa barat dan DPD IMM Jawa barat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jawa Barat menggelar diskusi publik yang bertema “Reforma agraria, perhutanan sosial, dan masa depan Jawa barat” pada hari kemarin (29/9/2018).

Dalam kegiatan diskusi ini di hadiri oleh DPP Serikat Petani Indonesia (SPI) yang dihadiri oleh sekretaris jendral Agus Ruli Ardiansyah yang menjadi pemantik diskusi. Acara ini juga di hadiri oleh beberapa element mahasiswa lainnya seperti Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), Gema Petani Jawa Barat, dan beberapa BEM perguruan tinggal di Bandung.

Ketua pelaksana Dewex Sapta anugrah menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya bersama GMNI dan IMM dalam membangun narasi tentang reforma agraria yang merupakan bagian penting dalam perumusan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dalam hal ini kami melihat bahwa masalah agraria masih menjadi masalah akut dan belum menemukan solusi dalam upaya pelaksanaan reforma agraria sejati sebagaimana amanat UUPA no 5 tahun 1960, maka dari ini melalui kegiatan ini kami berusaha membangun kembali narasi baru dalam membedah persoalan agraria yang terjadi secara umum di Indonesia dan secara khusus di Jawa barat,” ujar Sapta.

Ketua DPD GMNI Jawa Barat Wahyu Khanoris dalam sambutan nya menyampaikan “bahwa ini menjadi salah satu sarana kita untuk kembali menggaungkan semangat negara agraria yang menjadi ciri dari negara Indonesia yang tersebar sebagai satu potensi dalam peningkatan taraf kehidupan rakyat Indonesia. Tidak hanya itu, beliau menyampaikan bila negara serius melaksanakan reforma agraria sejati sebagaimana pemikiran Bung Karno, maka niscaya Indonesia mampu menjadi negara besar di dunia,” kata Wahyu.

Sementara itu, ketua DPD IMM Jawa Barat Zaki Nugraha menyampaikan “Bahwa Jawa barat sebagai culture masyarakat agraris perlu menerapkan UUPA ini dalam tekhnis kebijakan di Jawa barat agar keadilan sosial yang merata mampu diciptakan penuh oleh pemerintahan melalui kebijakan yang pro terhadap tani, kata Zaki.

Ketua DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Barat Tantan Sutandi juga menyampaikan kegiatan diskusi ini harus masif dilakukan oleh element gerakan tani dan mahasiswa dalam menyatukan persamaan pandangan terhadap kasus reforma agraria yang di Indonesia terkhusus Jawa Barat.

“Jawa Barat merupakan provinsi strategis yang perlu menjadi tumpuan bagi pelaksanaan reforma agraria guna menjaga stabilitas ekonomi dan penyangga kedaulatan pangan Indonesia. Karena mengingat adanya program yang di gaungkan oleh Ridwan Kamil selaku gubernur baru Jawa barat yang akan melaksanakan upaya pemekaran daerah dibeberapa daerah di Jawa barat, hal ini juga tidak akan terlaksana bila reforma agraria tidak di wujudkan dalam hal kebijakan strategis pembangunan daerah,” ujar Tantan. (AZ)


.