<
Hubungan Senyum Perempuan dan Kemajuan Ekonomi Menurut Bamsoet -

Hubungan Senyum Perempuan dan Kemajuan Ekonomi Menurut Bamsoet -

      


Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menghadiri acara deklarasi Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) di Jakarta. Dia memandang Deklarasi Pertiwi merupakan sebuah kekuatan politik perempuan Indonesia sehingga, menurutnya, kaum perempuan kini tak hanya berkutat di sekitar sumur dan dapur, tapi juga sudah masuk gelanggang politik.

“Deklarasi Pertiwi sekaligus menunjukkan demokrasi di Indonesia telah tumbuh dan berkembang dengan pesat. Tanpa melupakan kewajiban kodratnya sebagai seorang ibu, para perempuan Indonesia sudah ikut meramaikan gegap-gempita panggung kontestasi pemilihan umum,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/11/2018).

Stimulus yang diberikan kaum perempuan tersebut akan membuat geliat politik menjadi lebih hidup.

“Siapa pun tak akan bisa menutupi bahwa Presiden Jokowi merupakan pemimpin yang pro terhadap perempuan. Presiden Jokowi menjadi pemimpin pertama yang menempatkan banyak perempuan menjadi menteri. Ada delapan menteri yang mengisi posisi strategis, seperti Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Luar Negeri, serta Menteri Keuangan,” pungkas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin ini menilai kaum perempuan punya daya sensitivitas yang tinggi dibanding kaum pria. Jadi, bisa turut meramaikan berbagai perdebatan ide dan gagasan yang ditawarkan oleh kandidat capres-cawapres maupun caleg yang maju dalam kontestasi pemilihan umum.

“Mulut dan ucapan perempuan punya daya magis yang luar biasa. Jika digunakan untuk menyuarakan berbagai keberhasilan maupun program kerja yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan Presiden Jokowi, saya yakin efeknya akan luar biasa sekali bagi peningkatan elektoral Pak Jokowi. Pertiwi harus memanfaatkan kekuatan daya magis tersebut,” papar Bamsoet.

Di sisi lain, politisi Partai Golkar ini melihat kuatnya dukungan dari kaum perempuan terhadap sosok Presiden Jokowi. Hal tersebut menandakan bahwa perekonomian bangsa saat ini aman terkendali sehingga tidak mengkhawatirkan seperti yang disampaikan oleh segelintir orang dengan sikap pesimisnya.

“Maju-tidaknya ekonomi sebuah negara bisa dilihat dari senyuman di wajah kaum perempuan. Jika saat ini banyak perempuan yang tersenyum, itu menandakan kondisi negara kita aman sentosa. Itu artinya Presiden Jokowi harus sekali lagi memimpin negeri ini, agar perempuan bisa terus bahagia,” ungkap Bamsoet tersenyum.

Untuk memastikan kemenangan pasangan Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mendorong para anggota Pertiwi sehingga bisa mengajak berbagai elemen perempuan Indonesia lainnya menjadi ujung tombak yang militan. Para perempuan yang sudah berkeluarga bisa mengajak serta menyakinkan suami, anak, keluarga, tetangga, dan kerabat lainnya agar memilih Jokowi.

“Saya yakin, kalau para ibu sudah bahagia memilih Pak Jokowi, para suami juga akan ikut serta. Kalau para wanita sudah senang memilih Pak Jokowi, bukan tidak mungkin pasangannya juga akan memilih yang sama. Ini menandakan dengan dukungan dari perempuan, kemenangan Pak Jokowi akan menjadi nyata,” tutur Bamsoet.

Bagi legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara ini, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Putri K Wardani, Pertiwi bisa menjadi lokomotif bagi berbagai perempuan dengan beragam profesi dan latar belakang dalam berpolitik. Bukan hanya untuk mendukung pemenangan Jokowi-Maruf Amin, tetapi juga untuk memajukan perempuan Indonesia.

Acara deklarasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Maruf Amin turut hadir dalam acara tersebut, seperti Ketua TKN Erick Tohir, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto.

Kemudian Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maman Imanulhaq; putri Gus Dur, Yenny Wahid; budayawan; penggerak ekonomi nasional, Mooryati Sudibyo. Bahkan juga dihadiri ekonom senior, Miranda Goeltom; istri mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Happy Djarot; serta Popy Hayono Isman, Dewi Motik, dan Nurul Arifin.

Sumber: detik.com


.