<
HMI CABANG CIANJUR Geruduk Kantor Dinas Pendidikan, Peserta Aksi :Darurat Korupsi Di Kabupaten Cianjur -

HMI CABANG CIANJUR Geruduk Kantor Dinas Pendidikan, Peserta Aksi :Darurat Korupsi Di Kabupaten Cianjur -

      


Bandung, Mahasiswa Indonesia – Tidak lama setelah ditetapkannya Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar beserta lima pejabat lainnya sebagai tersangka suap di lingkungan dinas pendidikan Kabupaten Cianjur.

 

Mahasiswa yang tergabung kedalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) CABANG CIANJUR mengeluarkan pernyataan sikap dan melakukan aksi di kantor dinas pendidikan Kabupaten Cianjur, kamis 13/12/18.

 

Dalam release tersebut disebutkan, bahwa bupati cianjur yakni Irvan Rivano Muchtar di tetapkan tersangka oleh KPK, ini menjadi bahan evaluasi dan refleksi atas musibah yang terjadi, kami menyayangkan seorang kepala daerah, yakni Bupati Cianjur, terjerat korupsi dengan tersangka yang lain nya yang dimana ini melibatkan dinas pendikan cianjur.

 

Dalam aksi tersebut , HMI mendesak KPK Terapkan Pasal TPPU dan Cabut Hak Politik Bupati Cianjur “Ketua Garda Pemuda Partai Nasdem Jawa Barat yang juga Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar bersama lima orang lainnya digiring KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu 12/12/2018

 

Dalam OTT tersebut KPK mengamankan uang Rp 1.556.700.000 dalam mata uang rupiah, Bupati Cianjur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK mendapat perhatian khusus dari aktivis mahasiswa cianjur,  mahasiswa mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi di lingkungan Pemda Cianjur.

 

“Kita mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK di Kabupaten Cianjur” Ujar Panji Sakti Sukandi yang menjabat sebagai presiden mahasiswa universitas suryakancana cianjur.

 

Namun demikian Panji meminta KPK untuk menerapkan pasal TPPU dan mencabut hak politik bupati cianjur agar sesuai dengan kejahatan yang telah ia lakukan.

 

“Alhamdulillah kita bersyukur praktek kotor bupati tertangkap KPK, Namun saya meminta KPK tegas untuk menerapkan pasal TPPU dan mencabut hak politiknya” Pungkas Panji

 

Hal senada disampaikan ketua bidang PTKP HMI Cabang Cianjur Deder Romansyah, Deder meminta KPK untuk mengusut dengan tuntas kejahatan yang telah dilakukan bupati Cianjur yang menyunat dana pendidikan

 

“Korupsi dana pendidikan  adalah kejahatn luar biasa karena telah mengambil hak anak anak generasi penerus bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak” tegasnya

 

Untuk itu Deder meminta KPK Tegas menerapkan pasal TPPU dan mencabut hak politik Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar,

 

“KPK harus tegas menerapkan pasal TPPU dan mencabut hak politiknya,  karna sudah mengingkari kepercayaan masyarakat dan jelas merugikan rakyat banyak” Ujar Deder Romasyah dalam keterangan tertulisnya.

 

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sekiranya waktu subuh tadi pagi yang menjerat pejabat tinggi Cianjur yaitu Bupati kabupaten cianjur (Irvan Rivano Muchtar) dan sejumlah pejabat pemkab Cianjur yang ditangkap,

 

Hal ini pun sontak menimbulkan reaksi dari sejumlah kalangan masyarakat di cianjur, dari mulai dering Group WhatsApp sampai group media sosial lainnya, informasi yang beredar membuat masyarakat tertegun, bagaimana tidak yang terjerat OTT oleh KPK adalah seorang pejabat tinggi di kabupaten Cianjur,

 

selain dari Citra buruk di lingkaran pemkab Cianjur tersebut juga menimbulkan penasaran bagi kalangan masyarakat sekitarnya. Seakan dibuat bertanya-tanya, visi yang selama ini di kukuhkan oleh Pemkab Cianjur yaitu Cianjur Maju dan Agamis malah tidak berbanding lurus dengan keadaan hari ini.

Selain Bupati Cianjur (IRM) terdapat beberapa pejabat lainnya di cianjur yang tertangkap KPK, hal ini boleh dianggap bahwa malapraktik Korupsi ini bersifat meluas, Cianjur darurat Korupsi harus segera di selesaikan,

 

Sudah seharusnya KPK menunjukan taring nya sebagai pemberantas korupsi di lingkaran Cianjur ini, khawatir jika dibiarkan akan terus mengakar dan menjadi kebiasaan, namun sebagai masyarakat asli Cianjur berharap segera di usut tuntas sampai akar-akarnya

 

Selanjutnya, Bupati Cianjur (IRM) yang juga anak dari eks-Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh (TSM), telah menjabat selama 3 tahun berjalan dikhawatirkan ada kasus-kasus lain.

Mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut, berharap KPK dapat membuka ruang dan mengentaskannya untuk kemudian Cianjur maju tanpa mala praktik korupsi.

 

Sumber HmI Cab Cianjur

Editor ; Irsan Gie

 

 


.