- Otak kita yang doyan ngisi kekosongan,
- Dunia maya yang bikin kita ngerasa aman buat oversharing,
- Rasa sepi di dunia nyata yang (mungkin) lagi kamu
Baper Sama Avatar? Tenang, Itu Cuma Jebakan Otak

Oleh: Detrya Izzati Adzkiyah
Mahasiswa.co.id - Pernah nggak sih kamu dengar ada teman yang galau brutal gara-gara "putus" sama pacar Discord-nya? Atau senyum-senyum sendiri seharian cuma karena dikasih rare item sama teman Roblox yang bahkan belum pernah dia temui wajah aslinya?
Atau jangan-jangan... itu kamu sendiri? Hahaha
Jujur saja, mungkin kamu pernah merasa jantung berdebar lebih kencang pas nama kamu di- mention di server Discord pas tengah malam. Atau kamu merasa hampa dan kehilangan saat “pacar” Role-Play (RP) kamu tiba-tiba offline berhari-hari tanpa kabar. Padahal, kalau dipikir pakai logika, ini konyol. Kalian nggak pernah ketemu, nggak pernah pegangan tangan, bahkan mungkin kamu nggak tahu nama aslinya siapa.
Tapi kok rasanya real banget, ya? Sakitnya kerasa, senangnya juga kerasa.
Congrats! Kamu nggak sendirian. Ini bukan cuma kejadian aneh di kamarmu, ini udah jadi fenomena global. Dan pertanyaan terbesarnya adalah:
Mengapa? Kenapa kita begitu gampang "baper" dan jatuh cinta pada seseorang yang wujudnya hanya teks, avatar kotak-kotak, atau bahkan tidak kita ketahui sama sekali?
Jawabannya, tentu aja, bukan karena kamu ditakdirkan ketemu soulmate di server random itu. Sorry to say, but mostly itu bukan cinta. Yang kamu rasain itu adalah koktail psikologi yang powerful banget, yang emang sering bikin otak kita "ketipu". Tenang, ini bukan berarti kamu aneh atau bulol kok.
Secara sederhana, ini gabungan maut dari tiga hal:
Komentar 0