Mahasiswa.co.id -
Mengirim tulisan ke media baik media online, blog besar, maupun portal berita merupakan langkah penting bagi siapa pun yang ingin dikenal sebagai penulis. Sayangnya, banyak naskah yang akhirnya ditolak bukan karena tulisannya sepenuhnya buruk, tetapi karena penulis melakukan kesalahan-kesalahan mendasar yang sebenarnya bisa dihindari. Jika Anda ingin peluang lebih besar untuk diterbitkan, memahami kesalahan ini adalah langkah pertama yang sangat penting.
Artikel ini membahas
lima kesalahan umum yang sering terjadi ketika seseorang mengirim tulisan ke media, sekaligus
cara praktis menghindarinya. Dengan memahami poin-poin berikut, Anda bisa meningkatkan kualitas naskah sekaligus memperbesar peluang tulisan diterima dan dipublikasikan.
1. Tidak Membaca Pedoman Pengiriman (Submission Guidelines)
Kesalahan terbesar dan paling sering dilakukan penulis pemula adalah
mengabaikan pedoman pengiriman. Setiap media memiliki aturan berbeda mulai dari jumlah kata, gaya bahasa, struktur tulisan, hingga format file yang harus diikuti. Namun banyak penulis langsung mengirimkan tulisannya tanpa menyesuaikan dengan aturan tersebut.
Beberapa contoh pelanggaran yang paling sering terjadi adalah:
- Mengirim artikel 1.500 kata padahal batas maksimum 800 kata.
- Menggunakan gaya bahasa terlalu santai di media formal.
- Mengirim file dalam format PDF padahal media hanya menerima DOCX.
- Menulis opini tetapi media hanya menerima artikel feature.
Bagi editor, ini menunjukkan bahwa penulis
tidak membaca instruksi, sehingga memperlihatkan kurangnya profesionalitas.
Cara Menghindarinya
- Luangkan waktu 5–10 menit untuk membaca pedoman pengiriman.
- Pastikan menyesuaikan gaya penulisan dengan karakter media.
- Ikuti format penulisan dengan disiplin, termasuk struktur, panjang tulisan, dan gaya bahasa.
- Jika media mencantumkan contoh artikel, pelajari dan tiru polanya.
Dengan mengikuti pedoman, Anda sudah unggul dibanding banyak pengirim lain yang mengabaikannya.
2. Judul Tidak Menarik atau Tidak SEO-Friendly
Judul adalah pintu masuk. Bahkan sebelum editor membaca isi, mereka menilai dari judul terlebih dahulu. Banyak penulis mengirim artikel dengan judul yang terlalu umum, tidak menjelaskan isi tulisan, atau tidak memiliki daya tarik.
Contoh judul kurang efektif:
- “Tentang Pendidikan”
- “Pentingnya Kesehatan”
- “Teknologi Masa Kini”
Judul seperti ini tidak memberikan informasi jelas dan kurang menarik bagi pembaca.
Editor media online juga memperhatikan aspek SEO (Search Engine Optimization). Jika judul tidak memiliki kata kunci yang relevan, artikel akan sulit muncul di mesin pencari, sehingga kurang bernilai bagi media.
Cara Menghindarinya
- Gunakan kata kunci utama yang relevan dan banyak dicari.
- Buat judul yang jelas, menarik, dan mampu menggambarkan isi artikel.
- Gunakan angka, pertanyaan, atau janji manfaat untuk memperkuat daya tarik.
- Buat 2–3 versi judul lalu pilih yang paling kuat.
Contoh judul yang baik:
- “5 Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar di Era Digital”
- “Mengapa Anak Muda Harus Mulai Berinvestasi? Ini Penjelasannya”
- “Cara Membuat Portofolio Penulis agar Mudah Diterima Media Online”
Dengan judul yang kuat, peluang artikel dibaca dan diterima menjadi jauh lebih besar.
3. Tulisan Tidak Fokus dan Terlalu Melebar
Masalah umum lainnya adalah
ketidakjelasan fokus tulisan. Banyak penulis pemula menulis terlalu banyak hal dalam satu artikel, sehingga pembaca dan editor kesulitan mengikuti alurnya.
Misalnya, ketika menulis tentang “cara menghemat uang”, sebagian penulis malah melebar ke:
- cara mendapatkan penghasilan tambahan,
- manfaat investasi,
- tips hidup minimalis,
- bahkan motivasi untuk sukses.
Akibatnya, artikel terasa tidak terarah dan tidak rapi. Editor biasanya menolak naskah seperti ini karena dianggap kurang terstruktur.
Cara Menghindarinya
- Tentukan satu ide utama sebelum menulis.
- Buat outline sederhana:
- Pembukaan
- Poin 1
- Poin 2
- Poin 3
- Penutup
- Pastikan setiap paragraf selalu kembali pada ide utama.
- Jika memiliki banyak ide, pecah menjadi artikel terpisah.
Kualitas tulisan meningkat drastis ketika Anda menulis dengan fokus yang jelas dan alur yang rapi.
4. Terlalu Banyak Kesalahan Ejaan dan Tata Bahasa
Editor media sangat memperhatikan kualitas tulisan, termasuk aspek teknis seperti ejaan, tanda baca, dan pilihan kata. Banyak artikel ditolak bukan karena idenya buruk, tetapi karena
bahasa yang kacau, typo yang terlalu banyak, atau gaya penulisan tidak konsisten.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Kesalahan EYD/PUEBI
- Kata serapan ditulis salah
- Paragraf terlalu panjang
- Penggunaan kalimat yang berbelit-belit
- Pemakaian tandabaca tidak tepat
Kesalahan teknis menunjukkan bahwa penulis kurang melakukan revisi, padahal revisi adalah bagian penting dalam dunia kepenulisan.
Cara Menghindarinya
- Setelah selesai menulis, istirahatkan dulu 10–20 menit sebelum revisi.
- Gunakan alat pengecekan ejaan, seperti:
- Typo.ai
- Microsoft Word Grammar Check
- Bacakan tulisan dengan suara pelan untuk menemukan kalimat yang janggal.
- Minta orang lain membaca tulisan Anda untuk memberikan sudut pandang baru.
- Hindari paragraf lebih dari 4–5 baris, agar lebih nyaman dibaca.
Tulisan yang bersih dari kesalahan teknis memberikan kesan profesional dan meningkatkan peluang dipublikasikan.
5. Mengirim Tulisan Tanpa Perkenalan atau Surat Pengantar
Kesalahan yang sering dianggap sepele namun berdampak besar adalah
tidak menyertakan surat pengantar (cover letter) atau perkenalan singkat. Banyak penulis langsung melampirkan file tanpa menjelaskan siapa mereka, jenis tulisan yang dikirim, dan tujuan pengiriman.
Bagi editor, email tanpa pengantar terlihat tidak profesional dan kadang dianggap spam.
Cara Menghindarinya
Tulis email pengantar singkat yang berisi:
- Perkenalan diri singkat
- Judul tulisan yang dikirim
- Jenis artikel (opini, feature, cerpen, dll.)
- Pernyataan bahwa artikel orisinal dan belum dikirim ke media lain
- Kontak yang bisa dihubungi
Contoh singkat:
Halo Redaksi,
Perkenalkan saya Andi, seorang penulis lepas. Saya mengirimkan artikel berjudul “5 Cara Mengatur Keuangan untuk Pemula” untuk dipertimbangkan publikasi. Artikel ini orisinal dan belum pernah diterbitkan di media mana pun.
Terima kasih atas waktunya.
Salam,
Andi
Perkenalan yang baik menunjukkan sopan santun, profesionalitas, dan mempermudah editor untuk menilai naskah Anda.
Penutup: Kirim Tulisan Bukan Sekadar Mengirim, tetapi Menunjukkan Profesionalitas
Mengirim tulisan ke media bukan hanya soal seberapa bagus tulisan Anda, tetapi juga
seberapa matang Anda sebagai penulis. Editor menyukai penulis yang:
- Mengikuti aturan
- Menyusun tulisan dengan fokus jelas
- Memiliki bahasa yang rapi
- Menunjukkan sikap profesional saat berkomunikasi
Dengan menghindari lima kesalahan di atas, Anda bukan hanya memperbesar peluang tulisan diterima, tetapi juga membangun reputasi positif sebagai kontributor.
Jika Anda ingin
mengirim tulisan ke media online, pastikan Anda
memahami karakter media, menyiapkan tulisan dengan baik, serta menjaga etika komunikasi saat mengirimkannya. Langkah-langkah sederhana ini bisa membuat perbedaan besar dalam perjalanan kepenulisan Anda.
Komentar 0