Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Kasus Zara Negeri Jiran, Jadi Bukti Bullying Tak Luput dari Sekolah dengan Basis Islami

Kasus Zara

Oleh: Pena FSA

Mahasiswa.co.id - Mencuat kasus viral yang terjadi di lingkungan sekolah dari negeri Jiran. Kronologi kasus ini berawal pada tanggal 16 Juli 2025, dengan ditemukannya seorang siswa yang tergeletak di dekat selokan asrama sekolahnya dan pada tanggal 17 Juli siswa tersebut dinyatakan meninggal. Pada 18 Agustus 2025, Menteri Dalam Negeri Malaysia menjelaskan dalam kasus kematian ini terdapat indikasi bullying yang terjadi di sekolah asrama tersebut dan ibu almarhumah pun melihat luka lebam pada tubuh korban.

Polemik berulang, tersistematis
Kasus yang terjadi ini menunjukkan bahwa dalam sistem pendidikan yang ada saat ini tidak menjamin keamanan untuk para siswa, bahkan sekolah yang berbasis boarding school Islam. Bullying bukan berita baru yang tersiar dalam bidang pendidikan, akan tetapi sudah menjadi isu lama dan berulang bahkan dinegara maju sekalipun.

Tiga peran yang tidak terwujud di sistem yang fasad
Demikian bisa kita sadari bahwa kepribadian siswa dipengaruhi setidaknya oleh tiga hal berkaitan yaitu:

Pertama, pola asuh atau pendidikan yang ditanamkan dalam keluarga sebagai lingkaran pertama dalam pembentukan kepribadian seseorang; Selanjutnya, kedua, lingkungan, hal ini menjadi tahap setelah kehidupan dalam lingkaran keluarga yang akan membentuk kepribadian; Terakhir, ranah paling luas yaitu negara, dalam hal ini negara tidak terlepas dari peran untuk menjaga masyarakatnya dalam menghindari hal-hal negatif yang akan mempengaruhi atau merusak pola pikir dan pola sikap masyarakat.

Fakta yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa terjadi kegagalan peran dari pendidikan, yang dilahirkan melalui penerapan sistem sekulerisme yang berasaskan pemisahan agama dengan kehidupan. Sekalipun branding yang dibangun berbasis islami dengan output kepribadian islam. Hal ini membuktikan meski lingkungan sekolah memiliki lingkungan yang kondusif, peserta didik tak luput dari pengaruh lingkungan (yang diperngaruhi gazwl tsaqofy). Bukti Bahwa dibawah naungan kapitalism-sekuler generasi dengan kepribadian qur’ani adalah fatamorgana.

Sedangkan dalam sistem Islam, (yang dimana penerapannya menyeluruh sebagaimana 2:108, dan sirah nabawiyyah penerapan negara dengan asas islam) Bidang pendidikannya memiliki tujuan untuk membentuk pola pikir dan pola sikap. Hla tersebut dibangun atas 1) kesadaran individu; 2) masyarakat/lingkungan yang taat hukum syara’ dan pelaksanaan amr ma’ruf nahyi mungkar; terakhir 3) penjagaan dan penjaminan keterlaksanaan hukum syara’ oleh negara.

Hanya penerapan islam kaffah yang mampu wujudkan pendidikan tanpa perundungan
Sistem pendidikan dengan landasan sistem keuntungan/kapitalsime tentu tak akan menciptakan pendidikan yang sesuai dengan fitrah yang memanusiakan manusia, tapi sebaliknya karena nilai kesuksesannya adalah materi dan validasi duniawi. Sistem pendidikan yang rahmatan lil a’lamiin hanya bisa terwujud dengan sistem islam, sebagaimana masa kejayaan Islam selama 13 abad. Bukan hanya maju secara teknologi (melahirkan ilmuan sepert ibnu khawarizm, ibnu sina dll di masing-masing bidang) tapi juga melahirkan keberkahan dan kemudahan untuk bertaqwa kepada-Nya.

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat–ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf: 96).

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.