Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Kolaborasi RSI Siti Hajar dan BEM UNAIR Perkuat Edukasi Kesehatan Warga Desa Cepokolimo

Kolaborasi RSI Siti Hajar dan BEM UNAIR Perkuat Edukasi Kesehatan Warga Desa Cepokolimo
BEM UNAIR X RSI Siti Hajar Sidoarjo Foto: Ryan Guty

Mojokerto – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) menghadirkan pelayanan kesehatan dan edukasi bagi masyarakat Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, melalui Program Bangun Desa Jilid XI, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR tersebut mengangkat konsep Posyandu Balita dan Lansia. Masyarakat mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Kehadiran tim medis RSI Siti Hajar Sidoarjo menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan, tim juga menyampaikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, serta pentingnya melakukan deteksi dini terhadap berbagai risiko kesehatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan, tetapi juga mulai membangun kebiasaan menjaga kesehatan secara preventif.

Antusiasme Warga Sambut Layanan Kesehatan

Sejak pagi, masyarakat Desa Cepokolimo terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Balita dan lansia menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian dalam pelayanan kesehatan tersebut.

Melalui kegiatan Posyandu, warga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan mereka. Kehadiran tenaga medis juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi kesehatan secara langsung dan mudah dipahami.

Kepala Desa Cepokolimo, Mahfud Sulaiman, mengapresiasi kehadiran RSI Siti Hajar Sidoarjo dan BEM UNAIR yang memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.

“Terima kasih kami ucapkan kepada RSI Siti Hajar Sidoarjo yang telah mengadakan medical check-up. Hal ini sangat membantu, terutama bagi warga kami yang kondisinya sangat memerlukan bantuan. Alhamdulillah antusias warga kami sangat banyak. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat menjadi lebih memperhatikan kesehatan mereka,” ujar Mahfud Sulaiman.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap edukasi dan pemeriksaan kesehatan di tingkat masyarakat masih sangat penting, khususnya bagi kelompok balita dan lansia.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit

Program Bangun Desa Jilid XI menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan tenaga kesehatan untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Mahasiswa BEM UNAIR terlibat dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat, sementara RSI Siti Hajar Sidoarjo memberikan dukungan melalui tenaga kesehatan dan edukasi pelayanan kesehatan.

Ketua Acara Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR, Yudi Ramadhani, mengatakan kolaborasi tersebut memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Gambar isi artikel
Foto: Ryan Guty

“Kolaborasi kami dengan RSI Siti Hajar tentu sangat berdampak bagi masyarakat, karena dengan terjalinnya kolaborasi ini akan menimbulkan awareness pada masing-masing individu di Desa Cepokolimo mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan juga pentingnya rutin cek kesehatan,” ungkap Yudi Ramadhani.

Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat meninggalkan pengetahuan dan kebiasaan positif yang terus diterapkan oleh masyarakat.

RSI Siti Hajar Dorong Budaya Preventif

Marketing Communication RSI Siti Hajar Sidoarjo, Fahmi Adimara, mengatakan keterlibatan rumah sakit dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas akses edukasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami ingin pelayanan kesehatan tidak hanya hadir ketika masyarakat sudah sakit, tetapi juga hadir melalui edukasi, pencegahan, dan deteksi dini. Melalui kolaborasi dengan BEM UNAIR ini, kami berharap masyarakat Desa Cepokolimo semakin sadar untuk menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan secara rutin, dan menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Fahmi Adimara.

Menurut Fahmi, kolaborasi antara rumah sakit, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam membangun kesadaran kesehatan secara lebih luas.

Kegiatan pengabdian masyarakat juga menjadi momentum bagi RSI Siti Hajar Sidoarjo untuk terus memperkenalkan pendekatan promotif dan preventif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Dari Cepokolimo untuk Kesadaran Kesehatan yang Lebih Luas

Program Bangun Desa Jilid XI menjadi salah satu contoh bahwa pelayanan kesehatan dapat diperluas melalui kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan di Desa Cepokolimo tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan kepada warga, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga, melakukan pemeriksaan berkala, serta mengenali kondisi kesehatan sejak dini.

RSI Siti Hajar Sidoarjo berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan bersama institusi pendidikan, pemerintah, komunitas, maupun organisasi masyarakat di berbagai wilayah.

Dengan memperluas jangkauan edukasi kesehatan hingga ke masyarakat, upaya meningkatkan derajat kesehatan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan perubahan perilaku.

Kolaborasi RSI Siti Hajar Sidoarjo dan BEM UNAIR melalui Program Bangun Desa Jilid XI menjadi langkah nyata untuk membangun kesadaran kesehatan dari tingkat masyarakat, sekaligus memperkuat semangat bahwa menciptakan masyarakat yang sehat merupakan tanggung jawab bersama.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.