Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Koperasi dan Perannya dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Koperasi dan Perannya dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Pendahuluan
Ketakutan terus melanda dalam diri manusia dewasa ini. Aspek tersebut timbul dari beragam hal, salah satunya kemiskinan. Kemiskinan telah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi manusia. Dikarenakan kemiskinan dapat menghambat kehidupan, bukan hanya dalam aspek-aspek dasar (pendidikan dan kesehatan) tetapi juga dapat memproduksi rasa kekhawatiran terus-menerus. Dalam hal ini, mayoritas manusia merasa terisolasi karena kemiskinan dapat menghambat segala impian dan tujuan hidup. Kemiskinan dapat merusak kedamaian, menciptakan kerusuhan dan memperburuk kualitas hidup yang pada akhirnya berpengaruh pada lingkungan sekitar atau manusia secara universal. Setara yang ditegaskan oleh Muhammad Yunus dalam pidato Nobelnya kemiskinan dapat menjadi ancaman bagi perdamaian karena di dalamnya dapat saja terjadi penyangkalan terhadap hak asasi manusia.

Berhadapan dengan masalah seperti ini, penulis menawarkan aspek penting yakni mencari suatu model perekonomian baru tanpa menutup diri dengan perkembangan ekonomi yang mengglobal. Poin ini menerangkan bahwa untuk mengatasi kemiskinan mesti diperlukan inovasi dalam memproduksi perekonomian yang bisa menyeimbangkan kebutuhan lokal dengan revolusi pasar global. Menjadikan masyarakat sebagai sasaran utama dengan maksud menarik mereka keluar dari ketakutan karena kemiskinan. Di sini pemerintah mempunyai peran yang esensial. Mereka menaruh kepercayaan lebih terhadap masyarakat, membuka peluang dan mendukung perjuangan tanpa memberikan tekanan serta memanfaatkan keterampilan yang sudah dimiliki masyarakat.

Tawaran yang diberikan penulis ialah pemerintah mendukung masyarakat melalui gerakan koperasi. Bermaksud, masyarakat memakai atau meminjam uang yang disediakan oleh koperasi. Oleh karenanya, koperasi bisa mempermudah dalam mengembangkan keterampilan masyarakat. Di sini koperasi juga bekerja sama dengan pemerintah dengan tujuan membantu masyarakat keluar dari zona ketakutan akan kemiskinan. Tujuannya amatlah banyak, diantaranya tercantum dalam Pasal 3 UUD No. 25/1992, “Mewujudkan masyarakat yang berkemajuan, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”.

Koperasi dan Perannya bagi Masyarakat
Secara etimologis, koperasi berasal dari bahasa Latin, yaitu “Cooperation” dan kemudian digunakan kembali dalam bahasa Inggris. Term ini bagi lagi dalam dua kata “Co” dengan arti ‘bersama’ dan “Operation” yang berarti ‘bekerja’. “Cooperation” dapat diartikan sebagai kerja sama atau berusaha bersama-sama. Kerja sama dapat dimaknai sebagai kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama. Definisi lain dari koperasi adalah ilmu ekonomi yang mempelajari kegiatan kebutuhan manusia yang memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya alam yang terbatas. (sumbernya)

Definisi koperasi secara umum dijadikan sebagai wadah bagi kelompok yang kurang beruntung secara ekonomi. Aspek ini ditegaskan pula oleh Fay koperasi adalah perkumpulan yang bertujuan untuk bekerja sama, terdiri dari anggota-anggota yang lemah, selalu dijalankan dengan semangat tidak terlalu memikirkan diri sendiri, dan dengan keyakinan bahwa setiap orang dapat berkontribusi dalam memenuhi kewajiban negara (1908).

Hemat penulis, dengan hadirnya koperasi di tengah kemiskinan dapat menyelamatkan masyarakat dari keterpurukan. Dengan kata lain koperasi sebagai malaikat penyelamat yang mengantar mereka ke dalam kebaikan. Adapun peran koperasi bagi masyarakat di antaranya; pertama, sebagai akses ekonomi. Poin ini menjelaskan peran penting koperasi dalam kehidupan masyarakat, yang mana koperasi menyuguhkan barang dan jasa dengan harga yang lebih ramah. Di sini dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan hidup sehari-hari dengan biaya yang rendah pula. Selain itu, koperasi juga menawarkan pinjaman dengan bunga yang lebih murah bagi anggotanya, memungkinkan mereka untuk memperoleh dana tanpa dibebani bunga yang lebih. Oleh karenanya dapat membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat dalam kehidupan.

Poin lainnya juga, koperasi dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat dalam pekerjaan atau operasional koperasi, seperti produksi dan distribusi barang serta jasa. Di satu sisi meningkatkan keterampilan masyarakat, dan di sisi lain memberikan dan mendapatkan penghasilan yang stabil. Pendeknya cara seperti ini bisa meminimalisir angka kemiskinan dan pengangguran masyarakat.

Kedua, meningkatkan kemandirian ekonomi. Poin kedua ini mendeskripsikan kontribusi koperasi dalam mengelolah usaha yang mandiri dan efisien bagi masyarakat. Cara ini bisa membuat masyarakat (anggota) lebih mandiri atau tidak bergantung penuh pada orang lain. Aspek ini tidak bermaksud menutup anggota untuk bekerja sama. Mereka saling membutuhkan. Dapat dilakukan dengan cara berkolaborasi seperti, mengakses sumber daya, memperluas jaringan perdagangan dan mengurangi biaya operasional. Poin lainnya juga dapat dilakukan mengadakan pelatihan dan pendamping dengan maksud meningkatkan keterampilan serta wawasan dalam mengelolah usaha. Penulis berasumsi, aspek ini dapat mengoptimalkan potensi usaha anggota, meningkatkan daya saing dan mencapai kesejahteraan ekonomi yang baik.

Ketiga, meningkatkan kesejahteraan anggota. Meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi dapat dilakukan melalui pembagian hasil usaha atau SHU yang merata. SHU ini merupakan keuntungan yang diperoleh koperasi setelah dikurangi dengan biaya operasional dan kewajiban lainnya. Pembagian keuntungan yang sama rata dapat meningkatkan pendapatan anggota, yang pada gilirannya berkontribusi pada perbaikan kualitas hidup mereka. Keuntungan koperasi tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga memperkuat solidaritas koperasi dan antar anggota. Dengan demikian, koperasi berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara berkelanjutan, mendorong keseimbangan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

Tantangan Koperasi
Koperasi yang bereksis di dunia dewasa ini memberikan keuntungan lebih bagi anggota atau masyarakat. Akan tetapi koperasi juga sudah, sedang dan akan selalu berhadapan dengan pelbagai tantangan. Ada pun tantangan-tantangan yang sedang dihadapi koperasi di dunia dewasa ini. Pertama, koperasi sulit untuk menarik anggota. Hal ini bermaksud bahwa minimnya anggota di suatu koperasi. Dipengaruhi oleh kurangnya promosi di kalangan luas dan bunga yang diberikan tinggi misalnya. Kedua, modal mulai berkurang. Lembaga atau koperasi akan mengalami penurunan modal jika anggota atau pelanggan tidak membayar atau memberikan iuran.

Ketiga, sulit bersaing dengan teknologi. Poin ketiga ini menegaskan bahwa anggota sudah tidak tertarik lagi dengan koperasi di sekitar dan lebih memilih meminjam uang yang ditawarkan oleh dunia digital. Hal ini dikarenakan anggota malas atau sulit mengurus berkas yang harus dilengkapi dengan jumlah banyak. Anggota juga malas untuk keluar, pergi ke kantor koperasi misalnya. Oleh karenanya anggota lebih memilih koperasi yang ditawarkan oleh platform digital yang mudah diakses. Aspek lain yang menjadi tantangan koperasi adalah kurangnya pengetahuan manajerial di kalangan pengelola koperasi. Sehingga berpengaruh atau menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan yang efektif serta merugikan koperasi itu sendiri.

Kesimpulan
Penulis menyimpulkan bahwa koperasi mempunyai peran yang krusial dalam mendukung perekonomian masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan lapangan kerja. Sebagai lembaga ekonomi yang berbasis pada prinsip kekeluargaan dan kerjasama, koperasi mampu memberikan manfaat langsung bagi anggotanya, seperti akses ke modal, produk yang terjangkau, serta kesempatan untuk berwirausaha. Namun, semuanya itu diimbangi pula dengan pelbagai tantangan.

Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang lebih besar, baik dari pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat dalam hal pengelolaan yang lebih profesional dan pendidikan untuk pengelola koperasi. Dengan demikian, koperasi akan lebih mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya dan berkontribusi lebih dalam perekonomian nasional serta kesejahteraan anggotanya. Mari kita semua bersama-sama membangun ekonomi Indonesia dengan koperasi, menuju Indonesia maju.

* Oleh Marjun Podhi, mahasiswa semester II program studi Filsafat IFTK Ledalero-Maumere.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.