Penggunaan Drone: Kembalinya Drone Sebagai Senjata Perang
Oleh Redaksi
JurnalPost.com - Secara umum, drone adalah pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh. Drone dapat digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari keperluan militer, pemetaan udara, fotografi dan videografi, pengiriman barang, hingga hobi dan rekreasi. Drone dikembangkan untuk memudahkan fotografer mengambil foto atau video di jarak yang cukup tinggi, yang sebelumnya harus menggunakan helikopter atau pesawat. Selain itu, drone juga sering digunakan untuk mendokumentasikan area-area yang sulit dijangkau oleh manusia.
Drone yang kini mudah ditemui di mana-mana awalnya bukan dikembangkan untuk tujuan fotografi dan videografi, melainkan untuk keperluan militer. Drone, atau pesawat tanpa awak, bukanlah inovasi modern karena sudah dikembangkan sejak sebelum Perang Dunia I. Konsep drone sudah muncul sejak tahun 1849, ketika Austria menyerang Venesia menggunakan balon tanpa awak yang diisi dengan bahan peledak. Drone atau pesawat tanpa awak pertama kali digunakan dan dikembangkan pada tanggal 22 Agustus 1849 yang diciptakan oleh seorang insinyur Israel yang tinggal di Amerika bernama Abraham Karem. Sejak saat itu, teknologi drone terus berkembang hingga penggunaannya tidak hanya di bidang militer, tetapi juga di berbagai bidang lain seperti pemetaan, pengiriman barang, hingga rekreasi. Namun, jika dilihat dari beberapa perang yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir serta berita-berita tentang konflik tersebut, tampaknya penggunaan drone mulai kembali ke tujuan awalnya, yaitu sebagai senjata untuk berperang.
Drone Yang Digunakan Sebagai Alat Perang
Drone yang digunakan dalam perang sebenarnya bukan hanya drone militer, tetapi juga bisa menggunakan drone non – militer. Salah satu negara yang menggunakan drone non – militer tersebut untuk berperang adalah negara Ukraina. Ukraina biasanya menggunakan drone non – militer untuk mengintai pasukan musuh dan mengarahkan serangan. Lalu bagaimana dengan drone militer?, negara – negara yang sedang berperang saat ini, seperti Rusia, Ukraina, Israel, Iran, dan lain – lain sudah pasti menggunakan drone militer. Drone militer tidak hanya dilengkapi kamera saja, tetapi juga dilengkapi persenjataan, seperti roket/rudal, bom yang berfungsi untuk meledakkan diri, dan lain -lain. Drone militer yang digunakan oleh negara – negara tersebut digunakan untuk bermacam macam tujuan, mulai dari untuk mengintai musuh, menghancurkan bangunan, meledakkan kendaraan militer musuh hingga untuk membunuh manusia.
Perang Menggunakan Drone
Akhir-akhir ini, kita sering menjumpai berita tentang penggunaan drone sebagai alat perang oleh Iran dan Israel. Drone-drone tersebut dilengkapi roket atau rudal yang mampu menyebabkan kerusakan besar. Kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkan dari penggunaan drone ini tidaklah sedikit. Serangan drone sering kali menimbulkan korban jiwa, tidak hanya di kalangan militer, tetapi juga di kalangan warga sipil. Baik Israel maupun Iran mengalami kerugian akibat serangan drone yang saling mereka lancarkan. Tidak hanya Iran yang menjadi sasaran serangan drone Israel, tetapi juga negara-negara Timur Tengah lainnya, seperti Palestina, Lebanon, Yaman, Suriah, dan Irak.
Sebelum perang antara Iran dan Israel yang menggunakan drone terjadi, sebenarnya sudah ada dua negara yang terlebih dahulu menggunakan drone untuk berperang, yaitu Rusia dan Ukraina, yang telah berperang sejak 2014. Meskipun konflik antara kedua negara tersebut sudah berlangsung lama, penggunaan drone secara masif oleh keduanya baru dimulai pada tahun 2022. Hal ini terjadi setelah Rusia melancarkan invasi penuh ke Ukraina. Kedua negara ini tidak hanya menggunakan drone untuk menyerang, tetapi juga untuk menemukan atau mengintai target musuh serta memandu tembakan artileri ke lokasi musuh. Sama seperti drone yang digunakan dalam konflik antara Iran dan Israel, drone yang digunakan Rusia dan Ukraina juga memiliki kemampuan luar biasa dan daya hancur yang mengerikan. Bahkan, drone milik Ukraina berhasil menghancurkan tank-tank Rusia. Hal ini menunjukkan bahwa drone memiliki dampak dan peran yang besar dalam peperangan modern.
Dilihat dari dua perang yang sedang terjadi saat ini, penggunaan drone mulai kembali ke tujuan awalnya yaitu sebagai senjata perang. Drone yang sebelumnya viral sebagai alat penunjang dibidang fotografi dan videografi kini justru kembali viral sebagai salah satu dari sekian banyak senjata yang digunakan untuk berperang. Berita-berita yang bermunculan terkait dua perang yang sedang terjadi saat, tak henti-henti menunjukkan prestasi drone sebagai senjata perang. Mulai dari menghancurkan bangunan, menembus pertahanan militer musuh, hingga melumpuhkan kendaraan militer musuh.
Drone dengan Kecerdasan Buatan
Di era di mana kecerdasan buatan (artificial intelligence) sedang berkembang pesat, kemungkinan drone dipadukan dengan teknologi ini sangatlah besar. Kita dapat melihat bahwa kemampuan drone dalam perang yang dikendalikan dari jarak jauh saja sudah sangat mengagumkan. Tidak bisa dibayangkan betapa mengerikan sekaligus mengagumkannya jika suatu saat drone berhasil dikembangkan dengan kecerdasan buatan. Penerapan kecerdasan buatan pada drone akan memberikan kemudahan dalam sistem pengendalian karena drone dapat bekerja secara otomatis. Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan kecerdasan buatan, kemungkinan penggunaan drone sebagai senjata perang akan semakin meningkat.
Manusia sebagai Pemegang Keputusan
Penggunaan drone sebagai alat fotografi dan senjata perang mencerminkan bagaimana teknologi dapat memiliki dua sisi yang berbeda, tergantung pada cara dan tujuan penggunaannya. Sementara di satu sisi, drone memberikan perspektif baru dalam dunia fotografi dan videografi, di sisi lain, ia dapat menjadi alat yang mematikan dalam peperangan modern. Pada akhirnya, penggunaan drone berada di tangan manusia. Bagaimana manusia ingin menggunakannya dan untuk apa menggunakannya, keputusan tersebut berada di tangan manusia. Keputusan inilah yang akan menentukan cara pandang masyarakat terhadap perkembangan dan penggunaan teknologi drone.
Oleh: Phyrurizqi Altiano Firdauzan
Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Sebelas Maret
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0