Penulis: Reza Rafsanjani Siliwangi
Mahasiswa.co.id - Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan saya kesempatan, kelancaran, dan kesadaran dalam membuat tulisan ini. Tulisan ini saya buat dengan tujuan sebagai bahan refleksi teman-teman dalam memperingati hari Reformasi Nasional di Indonesia tepatnya pada tanggal 21 Mei. Di sini saya ingin sedikit mengulas secara garis besar peristiwa apa saja yang terjadi pada saat Reformasi di tahun 1998.
Tanggal 21 Mei 1998 di tengah hiruk pikuknya kehidupan di masa itu, banyak sekali televisi yang mengumumkan persoalan yang telah ditunggu-tunggu oleh semua masyarakat di Indonesia, terutama oleh kalangan yang tereksploitasi selama 32 tahun lamanya. Jatuhnya rezim Soeharto saat itu diawali pada tahun 1997 dengan pelbagai ketegangan politik dan persoalan-persoalan ekonomi serta maraknya masyarakat yang meminta Soeharto untuk turun dari jabatannya, memang dalam pemilu Soeharto selalu menggunakan cara curang demi bisa mempertahankan kekuasaannya.
Dengan demikian mulailah masyarakat membangun pelbagai cara dalam unjuk rasa demi melengserkan rezim otoritarian serta militeristik dengan cara-cara seperti menjarah, membakar, dan paling parahnya sampai ada pemerkosaan terhadap etnis Tionghoa saat kerusuhan terjadi. Puncak dari kerusuhan ini pada tanggal 13-15 Mei 1998, hal demikian lagi-lagi dipicu karena adanya 4 mahasiswa Trisakti yang tertembak oleh aparat keparat kita. Dari peristiwa ini mulai lah puncaknya pada tanggal 13 Mei, yang saya katakana sebelumnya terjadinya penjarahan, pembakaran, penculikan, dan demonstrasi besar-besaran, yang sampai pada akhirnya lengsernya rezim otoritarian ini pada tanggal 21 Mei
1998. Pada saat terjadinya demonstrasi besar-besaran banyak sekali penghilangan terhadap aktivis prodemokrasi secara paksa. Mulai dari penculikan terhadap aktivis UNAIR, STIE Perbanas Jakarta, STF Driyarkara Jakarta, dan lain sebagainya. Selama periode 1997/1998, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) melaporkan bahwa 23 orang telah diculik oleh negara. Dari 23 aktivis tersebut, satu orang ditemukan tewas (Leonardus "Gilang" Nugroho), 9 orang dibebaskan oleh penculiknya, dan 13 orang lainnya masih hilang hingga saat ini. Penculikan tersebut terjadi pada tahun-tahun ketika Jenderal Wiranto menjabat sebagai Menteri Pertahanan/Panglima TNI (Baca: Wikipedia, Penculikan Aktivis 1997-1998). Setelah lengsernya Soeharto dari kekuasaannya menjadikan Indonesia menjadi negara yang demokrasi di bawah kepemimpinan B.J Habibie kendati banyak sekali pergolakan atas pengkhianatan beberapa tokoh yang terdampak dari peristiwa 98 tersebut. Misalnya Prabowo pada saat itu.

Komentar 0