Mahasiswa.co.id - Cinta adalah salah satu perasaan paling kuat yang dimiliki oleh manusia. Di kalangan Gen Z, cinta sering disebut dengan cinta pandangan pertama. Apa itu cinta pandangan pertama?. Cinta pandangan pertama bisa karena seseorang itu bertemu pertama kali disuatu tempat, tetapi dengan berkembangnya teknologi sekarang, maka remaja pasti sangat bergantung pada media sosial, dengan hanya gambar dan filter sering kali membuat penampilan seseorang terlihat lebih menarik yang menciptakan “cinta pandangan pertama”, tetapi kenyataannya itu didasarkan pada tampilan yang ideal, bukan realita.
Pernah nggak sih kamu berpikir kenapa anak muda atau Gen Z sekarang lebih cenderung mudah galau?, kebanyakan anak muda galau karena ketidakpastian target atau keinginan yang harus dicapai. Dalam menghadapi kegalauan cinta, banyak orang merasa kehilangan arah dan tidak tahu bagaimana cara mengatasinya atau seseorang itu merasa terjebak dalam perasaan yang negatif.
Bagi umat Islam, Al-Qur’an dijadikan sebagai petunjuk hidup yang sempurna dan penuh dengan nasehat untuk mengatasi berbagai persoalan hidup, termasuk kegalauan yang disebabkan oleh putus cinta.
Kembali kepada Allah dan Bertawakal
Salah satu kunci utama dalam menghadapi kegalauan cinta adalah menyadari dan ikhlas bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita adalah atas kehendak Allah.
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. Q.S. Al-Baqarah [2]: 286.
Setiap orang pasti akan menerima balasan dari kebaikan yang telah dilakukannya, sekaligus akan menanggung akibat dari perbuatan jahatnya, yaitu dosa yang telah diperbuatnya. Dengan demikian, seseorang tidak akan dihukum atas perbuatan yang tidak dilakukannya, melainkan hanya berdasarkan khayalan dan lamunan mereka semata. Dalam do’a mereka, mereka memohon, “Wahai Tuhan kami! Janganlah kami dihukum jika kami lupa atau melakukan kesalahan tanpa sengaja, sebagaimana orang-orang sebelum kami dihukum. Sesungguhnya, Allah telah mencabut hal ini terhadap umat ini. (Jalal ad-Din al-Mahalli, 1459).
Ayat ini mengajarkan bahwa setiap ujian yang kita hadapi, termasuk kegalauan hati, pasti bisa kita lalui karena Allah sudah menakar kemampuan kita. Kembali kepada Allah dan bertawakal adalah langkah pertama untuk mendapatkan ketenangan. Menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup, termasuk cinta yang bertepuk sebelah tangan atau hubungan yang tidak berjalan lancar adalah bagian dari rencana Allah yang terbaik bagi kita.

Komentar 0