YOGYAKARTA, Mahasiswa.co.id — Keinginan melanjutkan pendidikan ke luar negeri kini semakin terbuka bagi mahasiswa Indonesia. Melalui European Higher Education Fair (EHEF) 2026, puluhan perguruan tinggi dari Eropa hadir langsung di Yogyakarta untuk memperkenalkan berbagai program pendidikan, kesempatan studi, dan informasi beasiswa.
Pameran pendidikan yang diselenggarakan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia ini menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara Eropa. Kegiatan berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Bagi mahasiswa yang berencana mengambil pendidikan sarjana maupun melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal pilihan universitas dan memperoleh informasi langsung dari pihak perguruan tinggi.
Tidak hanya memberikan gambaran tentang kehidupan akademik di Eropa, EHEF 2026 juga mempertemukan calon mahasiswa dengan perwakilan institusi pendidikan yang dapat menjelaskan berbagai program studi dan peluang pendanaan pendidikan.
Mahasiswa Bisa Mengenal 69 Perguruan Tinggi Eropa
Memilih universitas di luar negeri membutuhkan persiapan yang matang. Calon mahasiswa perlu mempertimbangkan program studi, persyaratan penerimaan, bahasa pengantar, hingga sumber pendanaan selama menempuh pendidikan.
Melalui EHEF 2026, pengunjung mempunyai kesempatan untuk mengumpulkan informasi tersebut dalam satu kegiatan.
Sebanyak 69 institusi pendidikan tinggi Eropa yang berpartisipasi memberikan gambaran mengenai peluang studi di berbagai perguruan tinggi.
Interaksi langsung dengan perwakilan universitas menjadi salah satu keunggulan pameran ini. Mahasiswa dapat memperoleh penjelasan mengenai program pendidikan yang diminati tanpa hanya bergantung pada informasi yang tersedia secara daring.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., menyambut baik penyelenggaraan EHEF di lingkungan kampus.
“UGM menyambut baik European Higher Education Fair (EHEF) sebagai wadah bagi para mahasiswa maupun calon mahasiswa untuk mengeksplorasi peluang pendidikan tinggi di Eropa,” ujar Wening.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi calon mahasiswa, tetapi juga memperluas kerja sama antara universitas di Indonesia dan Eropa.
Kolaborasi itu mencakup bidang pendidikan, penelitian, serta pertukaran akademik yang dapat memberikan pengalaman internasional bagi sivitas akademika.
Lebih dari 1.000 Beasiswa untuk Pelajar Indonesia Setiap Tahun
Persoalan biaya sering menjadi salah satu pertimbangan utama ketika mahasiswa ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Karena itu, informasi tentang beasiswa menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan calon mahasiswa dalam merencanakan studi.
Kuasa Usaha Ad Interim Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Marco Bonetti, mengungkapkan bahwa kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Uni Eropa telah berlangsung dalam jangka panjang.
Hubungan tersebut diperkuat melalui berbagai program pertukaran pelajar, kerja sama antaruniversitas, dan inisiatif akademik yang didukung Uni Eropa bersama negara-negara anggotanya.
“‘Tim Eropa’ menawarkan lebih dari 1.000 beasiswa kepada pelajar Indonesia setiap tahunnya,” jelas Marco Bonetti.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya berbagai kesempatan pendanaan pendidikan bagi pelajar Indonesia yang ingin menempuh studi di Eropa.
Namun, setiap program beasiswa memiliki persyaratan dan proses seleksi masing-masing. Karena itu, mahasiswa perlu memeriksa ketentuan resmi sebelum menentukan program yang akan diikuti.
Mahasiswa juga perlu memperhatikan kesesuaian bidang studi, persyaratan kemampuan bahasa, dokumen akademik, serta jadwal pendaftaran.
Komentar 0