Mahasiswa.co.id - “Jadi Perempuan memang sulit” kata Najwa Shihab pada salah satu video YouTube-nya. Tubuh perempuan sering mengalami fase perubahan hormon, yang menyebabkan emosional yang mudah berubah. Perempuan lebih ekspresif, secara emosional dan verbal, Perempuan lebih dominan dibandingkan dengan laki-laki. Otak Perempuan akan memikirkan lebih banyak hal dibandingkan laki-laki.
Setiap Perempuan memiliki cara mengungkapkan dan bahasa emosi yang berbeda-beda. “Gapapa” , “Aku gapapa”. Kata yang sering terucap dari seorang perempuan ketika ditanya “Kenapa?” Seringkali kita sebagai seorang perempuan gengsi untuk mengatakan apa yang sebenarnya kita rasakan. Terkadang, kita ingin selalu terlihat baik-baik saja atas apa yang kita rasakan sebenarnya. Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan seringkali menutupi emosi mereka dengan senyuman atau kata-kata yang terdengar kuat. Namun, di balik itu semua, terdapat bahasa emosi yang tak terucapkan dan masih melekat tak bisa diungkapkan.
Luka yang Tersamar
Perempuan sering kali menahan emosi mereka demi menjaga harmoni dalam hubungan atau mungkin karena rasa takut akan penolakan, bahkan takut dipandang lemah. Namun, bahasa emosi yang tak terungkapkan ini sering kali menyebabkan luka yang terpendam. Menimbulkan tanda tanya yang menggantung, menuntut pengakuan yang belum tersampaikan, dan menyimpan rahasia yang belum terungkapkan.

Komentar 0