Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla

Kintamanie

Oleh: Kintamanie Nawang Ramaliano
Prodi: Administrasi Publik
Fakultas: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas: Universitas Diponegoro

Mahasiswa.co.id - Global Sumud Flotilla, bukan hanya konvoi kapal pembawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza, tetapi bentuk perwujudan bersama dari kesadaran atau hati nurani yang dimiliki. Gerakan ini dilakukan oleh beberapa aktivis dan relawan internasional terkait genosida yang terjadi di Palestina.

September 2025, sesuatu yang luar biasa terjadi, sekitar 50 hingga 70 kapal dari berbagai negara membawa dokter, aktivis, dan bantuan lainnya untuk menembus pengepungan Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan, dari Malaysia yang terdiri dari kapal-kapal Malaysia, Indonesia, dan Brunei berangkat sejak 23 Agustus 2025 dengan armada bernama Flotilla Sumud Nusantara.

Dari Spanyol armada mulai meninggalkan Barcelona pada tanggal 31 Agustus 2025, pelayaran mereka sempat tertunda karena adanya badai angin yang kencang, kapal-kapal Spanyol kemudian melanjutkan pelayaran 1 September sore hari. Kira-kira sehari setelah mereka melakukan pelayaran, para anggota dikejutkan dengan adanya drone jelajah dari negara yang tidak diketahui mengikuti perjalanan pelayaran mereka di laut internasional.

Kemudian dari Italia, kapal-kapal berangkat dari Genoa ke Catania pada 30 Agustus 2025, Italia mengirim tiga kelompok utama: Ligurian, Sicillian dan San Apulia yang terdiri hampir 30 kapal. Perjalanan pelayaran mereka berjalan dengan lancar.

Selanjutnya Tunisia, kapal-kapal meninggalkan pelabuhan di Tunis kemudian bergerak menuju timur. Turki juga membantu mengkawal kapal-kapal dari intervensi Israel. Tak hanya negara negara tersebut yang ikut, masih banyak negara lain yang berpatisipasi dalam gerakan Global Sumud Flotilla.

Namun Indonesia tidak bisa melanjutkan perjalanan, koordinator ketua Indonesia Global Peace Convoy, Muhammad Husein, menyatakan bahwa “seluruh delegasi Indonesia untuk misi Global Sumud Flotilla menarik diri dari partisipasinya” ujar Husein, dngan beberapa alasan terkait dengan kesiapan misi ini yang selalu menunda pelayaran. Hal tersebut membuat orang-orang bertanya-tanya kenapa Indonesia menunda pelayaran padahal Indonesia sangat mendukung berakhirnya aksi genosida yang dilakukan Israel kepada Palestina.

Belum sampai di Gaza beberapa kapal-kapal yang melanjutkan perjalanan dicegat oleh tentara militer Israel, sejak Rabu 1 Oktober 2025. Menurut laporan Global Sumud Flotilla, Kamis 2 Oktober 2025, sebanyak 42 kapal dicegat secara illegal oleh pasukan militer Israel dan hanya satu kapal yakni Marinette yang dilaporkan masih terus berlayar, mulai dari pemutusan telekomunikasi, serangan udara ringan, bahkan penangkapan dan penahanan anggota aktivis Sumud Flotilla secara illegal yang kemudian dibawa ke Pelabuhan Ashdod di Israel Selatan.

Akibat dari pergerakan militer Israel, negara-negara terutama yang ikut serta pada Sumud Flotilla bereaksi, kenapa sampai harus ada intervensi militer israel? Padahal mereka hanya ingin mengirim bantuan, tetapi Israel membantah, jika ingin memberi bantuan seharusnya di jalur yang resmi, bukan jalur laut. Tidak hanya respon sipil global, pemimpin dunia turut mengencam tindakan Israel ini

Yang menjadi perbincangan banyak orang juga, perlakuan Israel kepada anggota Global Sumud Flotilla terjadi di high seas (laut lepas) bagian lautan di luar batas yurisdiksi negara manapun, wilayah laut tersebut tidak berada di bawah kedaulatan negara tertentu, masyarakat sipil bebas untuk berlayar di laut lepas, ketentuan tersebut dijamin oleh UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea) atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut. Penangkapan tersebut dilakukan dengan dalih “keamanan negara”.

Gelombang aksi protes terhadap Israel dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Roma (Italia), Barcelona (Spanyol), Istanbul (Turki), hingga Meksiko (Amerika Utara). Aksi yang dilakukan adalah mengencam penangkapan yang dilakukan Israel secara illegal.

Berikut beberapa pemimpin dunia yang mengencam tindakan Israel:
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan (2 Oktober 2025) mengatakan “Saya mengutuk aksi pembajakan terhadap Global Sumud Flotilla, misi damai yang membawa bantuan dan menyorot kekejaman di Gaza. Termasuk anak-anak yang kelaparan sampai mati. Serangan Israel terhadap warga sipil di perairan internasional ini membuktikan Upaya menutupi kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.”

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez (2 Oktober 2025) mengatakan “Saya telah mengatakan ini berkali-kali: armada tersebut tidak menimbulkan bahaya apa pun bagi pemerintah Israel, dan oleh karena itu kami berharap tindakan pemerintah Israel juga tidak menimbulkan ancaman apa pun bagi armada tersebut.”

Keterangan resmi Kemlu Palestina (2 Oktober 2025) “Palestina mengutuk serangan dan agresi Israel terhadap Global Sumud Flotilla, yang merupakan pelanggaran hukum dan norma Internasional, termasuk Konvensi Hukum Laut, prinsip-prinsip kemanusiaan, serta hak asasi para peserta di atas kapal. Palestina sangat prihatin terhadap keselamatan lebih dari 470 aktivis dan menegaskan bahwa Israel bertanggung jawab atas keamanan dan kesejahteraan mereka.”

Global Sumud Flotilla merupakan gerakan kontemporer mengenai keberanian masyarakat. Walaupun secara fisik kapal-kapal mereka mungkin tidak selalu bisa mencapai tujuan, tetapi secara moral, mereka telah berhasil menembus dinding ketidakpedulian. Inisiatif ini perlu terus didukung, dibiayai, dan disuarakan, karena ini adalah pertahanan terakhir yang menjaga semangat kemanusiaan di tengah kegelapan politik yang semakin dalam. Flotilla melambangkan suara paling murni dari hati kita yang menginginkan keadilan bagi yang paling rentan.

Daftar Pustaka
Umu, H. A. (2025). Apa Itu Global Sumud Flotilla, Milik Siapa?, & Ada Berapa Kapal?. tirto.id. https://tirto.id/apa-itu-global-sumud-flotilla-milik-siapa-ada-berapa-kapal-hiUF
Pizario, I. (2025) Tiga drone Turki kawal armada Global Sumud Flotilla menuju Gaza. gazamedia.net.https://gazamedia.net/tiga-drone-turki-kawal-armada-global-sumud-flotilla-menuju-gaza/
Spirit of Aqsa. (2025) Mengenal Global Sumud Flotilla, Konvoi Kapal Kemanusiaan Terbesar dalam Sejarah. spiritofaqsa.or.id. https://spiritofaqsa.or.id/mengenal-global-sumud-flotilla-konvoi-kapal-kemanusiaan-terbesar-dalam-sejarah.html
narasinewsroom

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.