Kenapa Kita Takut Menjadi Tua? Teror 'Zombie Jamu' di Film Abadi Nan Jaya
Oleh Redaksi
Oleh: Detrya Izzati Adzkiyah
Mahasiswa.co.id - Pernah nggak sih, kamu mendadak panik pas lihat garis halus muncul di wajah pas lagi bercermin? Atau merasa duniamu runtuh cuma karena metabolisme tubuh nggak secepat dulu?
Jujur aja, ketakutan akan penuaan itu nyata banget buat kita. Obsesi buat tetep awet muda sering bikin kita gelap mata dan cari jalan pintas. Fenomena inilah yang dipotret dengan brutal, tapi sekaligus sangat lokal oleh sutradara Kimo Stamboel lewat film orisinal Netflix terbaru, Abadi Nan Jaya.
Alih-alih virus laboratorium atau rekayasa genetika yang klise, Kimo justru membawa kiamat zombie ini ke akar budaya kita yang paling dekat: sebotol jamu…
Jebakan 'Shortcuts' dan Ego yang Menolak Tua Cerita film ini berpusat di Desa Wanirejo, disana tempat bisnis jamu lawas "Wani Waras" milik Sadimin (Donny Damara) sedang di ujung tanduk. Sadimin adalah personifikasi dari ego yang menolak rapuh. Ia menolak ide menjual perusahaan dari putrinya, Kenes (Mikha Tambayong), demi sebuah jamu ilegal merek "Abadi Nan Jaya" (ANJ) yang punya khasiat luar biasa.
Janjinya nggak main-main: bukan cuma awet muda, tapi bisa bikin yang tua kembali muda.
Kalau ditarik ke kehidupan sehari-hari, Sadimin itu cerminan kita semua yang sering terjebak janji-janji instan. Kegagalannya menerima proses alami hidup justru membawa petaka besar ketika ramuan tersebut mengubahnya menjadi mayat hidup yang buas. Di titik ini, filmnya terasa lagi-lagi nyentil, obsesi yang berlebihan pada penampilan luar seringkali justru menghancurkan "kemanusiaan" di dalam diri kita.
Teror di Tengah Hajatan: Zombie Rasa Lokal Salah satu alasan kenapa film zombie Korea atau Hollywood bisa sukses adalah kedekatan latar tempatnya. Kimo Stamboel paham betul soal ini. Ia tidak menaruh wabahnya di mal atau bandara, melainkan di sebuah hajatan, lokal sekali bukan?
Bayangkan kengerian zombie mengejar warga di tengah pesta yang seharusnya penuh bahagia. Logika penyebarannya pun dirunut rapi, dari Sadimin ke pekerja rumah, lalu menular masif lewat supir yang kecelakaan di area hajatan. Sentuhan lokal ini makin diperkuat dengan desain zombie yang terinspirasi dari tanaman karnivora kantong semar , tekstur kulitnya kelihatan menjijikkan tapi otentik. Zombie juga memiliki kelemahan unik, mereka yang akan termenung menatap langit saat hujan turun. Detail puitis ini membuat Abadi Nan Jaya punya identitas horor yang sangat kuat dan khas Indonesia.
Menemukan 'Hati' di Balik Ceceran Darah Meski dipenuhi adegan gore khas Kimo, film ini tetap memiliki sisi emosional. Menariknya, emosi terkuat bukan hadir dari drama keluarga inti yang cukup klise, melainkan dari subplot romansa Ningsih (Claresta Taufan) dan polisi Rahman (Ardit Erwandha).
Perjuangan mereka untuk bertahan hidup dan adegan lamaran di detik-detik terakhir hidup mereka berhasil memberikan pukulan emosional yang jauh lebih dalam. Film ini mengingatkan bahwa bahkan di tengah kiamat, yang paling kita perjuangkan bukan sekadar hidup, tapi untuk dicintai dan diingat sebagai manusia.
Tontonan Tahun Baru yang Beda! Mungkin kamu bertanya-tanya, "Kenapa harus nonton film zombie ini di libur tahun baru?" Justru ini momen yang pas! Di saat film tahun baru biasanya penuh drama keluarga yang manis, Abadi Nan Jaya kasih alternatif tontonan yang memacu adrenalin tapi tetep punya pesan moral buat keluarga. Film ini jadi pengingat buat kita semua yang lagi kumpul keluarga, kalau menua itu sudah kepastian, tapi menjadi "buas" karena obsesi kemudaan itu pilihan yang salah.
Secara keseluruhan, film ini adalah sebuah pencapaian besar. Kimo Stamboel membuktikan bahwa horor Indonesia bisa keluar dari zona nyaman hantu supranatural dan menyajikan zombie-thriller yang relevan secara budaya.
Identitas Film: Judul: Abadi Nan Jaya (The Elixir) Sutradara: Kimo Stamboel Pemain: Donny Damara, Mikha Tambayong, Eva Celia, Dimas Anggara, Ardit Erwandha Distributor: Netflix (2025)
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0