Mahasiswa.co.id - Bagi sebagian orang, fashion hanyalah perkara penutup tubuh yang biasanya identik dengan pakaian rapi, indah, dan mudah dipakai sehari-hari. Seringkali kita cenderung diarahkan untuk mencari aman dengan pilihan-pilihan fashion yang “nyaman” di mata masyarakat. Seperti pakaian yang sesuai norma di kalangan masyarakat dan tidak menimbulkan perhatian berlebih. Maka dari itu, banyak orang yang beranggapan bahwa fashion tidak lebih dari kebutuhan praktis yang digunakan sebagai pelindung tubuh, atau bahkan digunakan sebagai simbol kerapihan di mata masyarakat. Namun, jika kita telusuri lebih jauh, fashion bukan hanya sebagai penutup tubuh tapi bisa juga digunakan sebagai media untuk berekspresi. Dan dari sinilah muncul sebuah arus lain dalam dunia fashion yang sejak awal menolak pandangan tentang sekedar "nyaman" tersebut, yaitu Avant-garde.
Avant-garde dalam fashion adalah sebuah aliran fashion di mana kita bisa mengeksplorasi bentuk, tekstur, dan juga ide di luar kebiasaan kita sekalipun. Avant-garde menolak hanya menjadi bagian dari arus yang konvensional. Jika biasanya fashion yang dipakai sehari-hari identik dengan nilai fungsinya, maka Avant-garde justru bergerak melawan arus itu. Avant-garde tidak sekedar mengikuti tren, melainkan penciptaan pakaian menjadi sebuah karya seni dan pusat perhatian yang muncul dari imajinasi dan keberanian.
Keberanian Avant-garde terletak pada penolakan nya untuk tampil aman dan konvensional. Avant-garde hadir dengan potongan asimetris, material tak lazim, atau siluet yang jauh dari kata “praktis”. Contohnya bisa kita lihat pada gaun yang dibentuk dari plastik, jaket dengan siluet tidak simetris, atau sepatu yang terlihat mustahil untuk dipakai. Namun, dibalik itu semua, avant-garde menyimpan pesan bahwa fashion bukan hanya hadir sebagai fungsi, tapi juga bisa menjadi sebuah seni, kritik, atau bahkan mimpi yang terbungkus dalam busana.

Komentar 0