Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Ketika Fashion Menolak Biasa-Biasa Saja

Fashion
Model dengan gaun avant-garde berwarna oranye cerah. (Sumber: Unsplash / NLbnQLY4ZUo)

Mahasiswa.co.id - Bagi sebagian orang, fashion hanyalah perkara penutup tubuh yang biasanya identik dengan pakaian rapi, indah, dan mudah dipakai sehari-hari. Seringkali kita cenderung diarahkan untuk mencari aman dengan pilihan-pilihan fashion yang “nyaman” di mata masyarakat. Seperti pakaian yang sesuai norma di kalangan masyarakat dan tidak menimbulkan perhatian berlebih. Maka dari itu, banyak orang yang beranggapan bahwa fashion tidak lebih dari kebutuhan praktis yang digunakan sebagai pelindung tubuh, atau bahkan digunakan sebagai simbol kerapihan di mata masyarakat. Namun, jika kita telusuri lebih jauh, fashion bukan hanya sebagai penutup tubuh tapi bisa juga digunakan sebagai media untuk berekspresi. Dan dari sinilah muncul sebuah arus lain dalam dunia fashion yang sejak awal menolak pandangan tentang sekedar "nyaman" tersebut, yaitu Avant-garde.

Avant-garde dalam fashion adalah sebuah aliran fashion di mana kita bisa mengeksplorasi bentuk, tekstur, dan juga ide di luar kebiasaan kita sekalipun. Avant-garde menolak hanya menjadi bagian dari arus yang konvensional. Jika biasanya fashion yang dipakai sehari-hari identik dengan nilai fungsinya, maka Avant-garde justru bergerak melawan arus itu. Avant-garde tidak sekedar mengikuti tren, melainkan penciptaan pakaian menjadi sebuah karya seni dan pusat perhatian yang muncul dari imajinasi dan keberanian.

Keberanian Avant-garde terletak pada penolakan nya untuk tampil aman dan konvensional. Avant-garde hadir dengan potongan asimetris, material tak lazim, atau siluet yang jauh dari kata “praktis”. Contohnya bisa kita lihat pada gaun yang dibentuk dari plastik, jaket dengan siluet tidak simetris, atau sepatu yang terlihat mustahil untuk dipakai. Namun, dibalik itu semua, avant-garde menyimpan pesan bahwa fashion bukan hanya hadir sebagai fungsi, tapi juga bisa menjadi sebuah seni, kritik, atau bahkan mimpi yang terbungkus dalam busana.

Meski begitu, avant-garde tidak lepas dari kritik. Tidak semua orang bisa menerima avant-garde. Avant-garde hanya bisa dipahami oleh kalangan tertentu yang paham bahasa seni. Sebagian lain melihatnya sebagai sesuatu yang berlebihan, terlalu ekstrem, terlalu aneh, bahkan terkesan “tidak berguna” karena sulit dikenakan di kehidupan nyata. Kritik ini wajar, karena avant-garde memang bukan untuk semua orang. Tapi justru dari situlah letak kekuatan dan inspirasinya-ia menolak menjadi biasa.

Pada akhirnya, fashion avant-garde adalah bentuk nyata dari sebuah keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Ia menunjukkan bahwa busana bisa menjadi sebuah ruang seni yang menantang batas dan refleksi sosial, bukan sekadar konsumsi pasar yang mengikuti tren. Kita mungkin tidak perlu mengenakan gaun avant-garde untuk berangkat kuliah atau bekerja. Tetapi kehadirannya mengingatkan kita bahwa fashion selalu punya ruang untuk berimajinasi dan bereksperimen. Bahkan banyak gaya yang kini jadi tren baru dan dianggap biasa dulunya berawal dari eksperimen avant-garde para desainer. Keberaniannya bereksperimen memberi inspirasi bagi fashion sehari-hari.

Bagi saya pribadi, avant-garde tetaplah penting karena avant-garde adalah pengingat bahwa fashion bukan hanya soal tren, melainkan juga soal keberanian berekspresi. Ia menolak untuk biasa-biasa saja karena dunia mode memang butuh ruang untuk bereksperimen.Tanpa itu, fashion akan terus berputar pada tren lama, kehilangan inovasi, bahkan kehilangan keberanian untuk melompat ke masa depan. Avant-garde memang tidak untuk semua orang dan mungkin kita tidak akan pernah memakai gaun avant-garde ke acara sehari-hari. Tapi, keberadaannya membuat kita sadar bahwa fashion tidak selalu harus biasa-biasa saja karena terkadang justru dari hal-hal yang aneh itulah lahir perubahan besar.

Oleh: Ema Rosita Anggraeni

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.