Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa PMM UMM Membantu Strategi Pemasaran Pada UMKM Desa Oro Oro Ombo Kota Batu Provinsi Jawa Timur

WhatsApp Image 2024-02-24 at 20.44.00_2b6b4f57

Mahasiswa.co.id - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib dilakukan bagi semua mahasiswa yang sedang aktif di Universitas tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada Masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh kelompok 10 gelombang 8 pada tanggal 19 Januari – 19 Februari. PMM ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan hal-hal dan kegiatan positif kepada para Masyarakat.Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Anggota kelompok tersebut terdiri dari Handiyah Dwi Sukmawati, Adesta Etvitria, Lela Nur Masytah, Akhmad Rasyid Majid, dan Mellysia Dwi Rahayu, yang berasal dari program studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang serta dibimbing oleh Ibu Chalimatuz Sa’diyah, SE.,MM. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Strategi pemasaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperkenalkan produk yang dibuat ke target pasar yang lebih luas. Sehingga dapat diartikan, strategi pemasaran adalah rencana yang menggabungkan tujuan dan sasaran pemasaran sebuah perusahaan. Strategi pemasaran ini dibuat dan dirancang oleh pelaku usaha dengan tujuan untuk mempromosikan produk sehingga nantinya bisa menghasilkan keuntungan. Selain itu strategi pemasaran yang baik bisa membantu perusahaan dalam mengidentifikasi pelanggan. Oleh karena itu kami Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 10 Gelombang 8 tahun 2024 melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya strategi pemasaran pada sebuah produk UMKM yang terdapat pada usaha “Tempe Rete” yang terletak di desa Oro-Oro Ombo Kota Batu Provinsi Jawa Timur.

Untuk kegiatan PMM di desa, tepatnya di desa Oro-Oro Ombo Kota Batu Provinsi Jawa Timur ini. Kami kelompok 10 gelombang 8 melakukan survei dan penelitian pada 2 UMKM milik warga desa Oro-Oro Ombo. Pertama adalah usaha “Tempe Rete” dan yang kedua adalah usaha sabun milik Ibu-ibu PKK desa Oro-Oro Ombo. Untuk usaha pertama yakni “Tempe Rete” awalnya kami melakukan survei ketempat usaha tersebut dilakukan yang terletak tidak jauh dari Kantor Desa Oro-Oro Ombo, kelompok 10 gelombang 8 mewawancarai pemilik usaha “Tempe Rete” mengenai proses produksi, jenis produknya ada apa saja, rincian harga produksi sampai menjadi harga jual, dan bagaimana pemasarannya.

Jenis produknya antara lain ada susu kedelai dengan banyak varian rasa : melon, strawberry, dan original dengan harga Rp. 500 – Rp. 1.500 dan kemasan botol Rp. 3.500, Tempe mendoan isi 5 seharga Rp. 2.500 dan isi 10 dengan harga Rp. 5.000, Tempe plastik ukuran kecil isi tiga pcs harganya Rp. 5.000 sedangkan ukuran besar Rp. 2.500, dan Tempe kacang sekali aliran Rp. 5.000 dan wadah mika Rp. 4.000 . Kami ikut membantu melakukan pembuatan tempe. Hal yang dilakukan pertama yaitu kacang kedelai dicuci hingga bersih, lalu direbus sampai matang selama beberapa jam. Setelah kacang kedelai matang dan dibiarkan sampai dingin lalu diberi taburan ragi, kemudian di bungkus menggunakan daun pisang, setelah itu ditunggu semalaman lalu siap untuk dijual.

Kegiatan produksi untuk tempe mendoan, tempe plastik, dan tempe kacang dilkaukan pada sore hari sampai malam. Sedangkan untuk produksi susus kedelai pemilik mengatakan bahwa kegiatan produksinya dilakukan antara jam 3 pagi sampai jam 6 pagi untuk kemudian dijual. Pemilik mengatakan bahwa produk yang mereka jual dipromosikan lewat aplikasi whatsapp karena mudah untuk dioperasikan dan pembeli rata-rata berasal dari desa Oro-Oro Ombo itu sendiri. Pemilik juga mengatakan jika ada pameran produk yang dilaksanakan di Kantor Desa, ini dapat menjadi kesempatan untuk dapat mempromosikan produk tempenya lebih luas. Dengan hal ini kami kelompok 10 gelombang 8 melakukan sosialisasi dan praktek mengenai strategi pemasaran agar usaha “Tempe Rete” ini bisa semakin dikenal oleh banyak kalangan dan mendapat banyak keuntungan.

Kelompok 10 gelombang 8 membuat semacam pamflet berisi rincian gambar produk usaha “Tempe Rete” dan juga rincian harganya menggunakan aplikasi Canva. Kami melakukan hal tersebut dengan tujuan untuk membantu memudahkan pelaku usaha dalam mempromosikan produk yang dijual lewat aplikasi WhatsApp. Di hari selanjutnya kami kelompok 10 gelombang 8 kembali datang kesana untuk menunjukkan pamflet yang sudah selesai dibuat, pemilik mengatakan “ Ya terima kasih, kalau seperti ini lebih praktis untuk diupload di whatsapp.” Selain itu kami kelompok 10 gelombang 8 juga memberi sosialisasi mengenai pentingnya melakukan promosi lewat melalui media sosial lain seperti Instagram atau Facebook karena dengan semakin banyak media sosial yang digunakan sebagai promosi akan lebih banyak pembeli baik dari dalam maupun luar daerah dan keuntungan yang didapatkan juga semakin banyak.

Setelah semua program kerja terselesaikan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penutupan PMM dengan memberikan cinderamata kepada Kepala Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu. Kelancaran kegiatan ini tentunya tidak terlepas dari dukungan serta kesempatan yang telah diberikan oleh pihak pemilik usaha “Tempe Rete” dan Ibu-ibu PKK Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu Provinsi Jawa Timur. Dengan diadakannya kegiatan PMM ini diharapkan dapat menerima dan memberikan edukasi mengenai pentingnya mempunyai strategi pemasaran yang baik dan kegiatan promosi yang baik untuk keberlangsungan usaha yang dijalankan.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.