Mantan Tukang Ojek Sukses Jadi Agen BRILink, Buka Lapangan Kerja di Desanya
Oleh Nadia
Bojonegoro, Mahasiswa.co.id – Perjalanan hidup Supriyanto (38), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi contoh nyata bahwa kegigihan dan kemauan belajar bisa mengubah nasib seseorang. Dulu, ia hanya seorang tukang ojek pangkalan yang setiap hari menunggu penumpang di pinggir jalan dengan penghasilan tak menentu. Kini, Supriyanto sukses menjadi agen BRILink yang tidak hanya meningkatkan taraf hidupnya sendiri, tetapi juga membantu perekonomian warga di desanya.
Supriyanto mengawali kariernya sebagai tukang ojek sejak tahun 2008. Setiap hari, ia berangkat pagi-pagi ke pangkalan, berharap ada penumpang yang membutuhkan jasanya. “Kadang dalam sehari cuma dapat dua sampai tiga penumpang. Kalau hujan, ya pulang tanpa bawa uang,” kenangnya. Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuatnya berpikir keras untuk mencari peluang usaha lain yang bisa lebih menjanjikan.
Kesempatan itu datang pada tahun 2022, ketika seorang teman memperkenalkannya pada program kemitraan Agen BRILink dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Awalnya, Supriyanto ragu karena belum terlalu paham dengan sistem perbankan digital. Namun setelah mendapatkan penjelasan dan pelatihan dari petugas BRI, ia memberanikan diri untuk mendaftar. Dengan modal dari tabungan hasil menarik ojek selama bertahun-tahun, ia pun membuka usaha BRILink kecil di depan rumahnya.
Pada awalnya, Supriyanto hanya melayani transaksi sederhana seperti tarik tunai, transfer antarbank, dan pembayaran listrik. Namun, berkat ketekunan dan pelayanan yang ramah, pelanggan mulai berdatangan. Seiring waktu, jenis layanan yang ia tawarkan pun bertambah, termasuk pembayaran BPJS, pembelian pulsa, dan top up e-wallet. Kini, omzet transaksinya bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.
“Saya dulu tidak pernah terpikir bisa punya usaha sendiri. Tapi setelah jadi agen BRILink, hidup saya berubah. Saya bisa bantu warga sekitar yang butuh transfer, setor, bayar listrik, bahkan top up e-wallet,” ujarnya sambil tersenyum bangga.
Keberhasilan Supriyanto tidak hanya berdampak pada keluarganya, tetapi juga pada masyarakat sekitar. Kini, ia mempekerjakan dua pemuda desa sebagai asisten untuk membantu melayani pelanggan setiap hari. “Saya sengaja ajak anak-anak muda supaya mereka juga bisa belajar dan punya pengalaman kerja. Harapan saya, mereka nantinya bisa mandiri dan buka usaha sendiri,” tuturnya.
Masyarakat Desa Sukorejo mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan BRILink di desa mereka. Sebelumnya, warga harus pergi ke kota yang berjarak belasan kilometer hanya untuk setor uang atau transfer. Sekarang, semua bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus keluar desa. “Kalau mau transfer atau tarik tunai, tinggal ke tempat Pak Supri. Lebih cepat dan hemat waktu,” ujar Nuraini, salah satu warga setempat.
Kisah sukses Supriyanto menjadi bukti bahwa transformasi digital perbankan mampu membuka peluang ekonomi baru hingga ke pelosok desa. Program Agen BRILink yang digagas BRI terbukti tidak hanya memperluas akses keuangan masyarakat, tetapi juga menciptakan wirausahawan-wirausahawan baru yang mandiri dan tangguh.
“Yang penting mau belajar dan jujur dalam melayani. Kalau kita sungguh-sungguh, pasti ada jalan,” pesan Supriyanto. Kini, dari seorang tukang ojek sederhana, ia telah menjelma menjadi pelaku usaha mikro yang sukses dan inspiratif — membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dan niat yang tulus untuk maju bersama.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0