Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Manusia Modern Dan Teknologi Ai: Antara Kemajuan Dan Ketergantungan

Manusia Modern Dan Teknologi Ai: Antara Kemajuan Dan Ketergantungan

Mahasiswa.co.id - Transformasi teknologi terus berkembang seiring dengan dinamika tuntutan zaman, dan hal ini telah berhasil menguasai berbagai aspek kehidupan manusia modern, khususnya di Indonesia. Teknologi terus diperbarui dan ditingkatkan untuk mencapai ambisi kesempurnaan. Para ilmuwan telah melakukan berbagai eksperimen untuk melihat sejauh mana perkembangan teknologi mempengaruhi kehidupan manusia modern.

Pada abad ke-21 ini, internet telah menjadi pusat kehidupan manusia modern, mengambil peran sentral di berbagai sektor, mulai dari perekonomian, pendidikan, sosial, dan budaya. Fenomena ini semakin diperkuat dengan munculnya teknologi Artificial Intelligence (AI). AI adalah teknologi pengembangan kecerdasan buatan yang dapat dipasang pada berbagai objek untuk tujuan tertentu. AI adalah akal tanpa hati, tanpa etika moralitas, yang awalnya hanya terpaku pada tujuan tertentu, tetapi kini telah dikembangkan untuk mengembangkan kecerdasannya melalui jaringan khusus yang dirancang oleh para ilmuwan.

Pola pikir manusia modern cenderung instan, terutama dengan adanya aplikasi dan situs AI yang telah menguasai kolom pencarian Google dan sejenisnya. Pada dasarnya, teknologi AI dirancang untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. Namun, ketidakbijaksanaan manusia dalam memanfaatkan teknologi ini cenderung menggiring manusia untuk tidak lagi menggunakan akal budinya untuk berpikir. Fenomena ini mengakibatkan sebagian orang bergantung pada teknologi ini, sehingga AI berhasil menciptakan "kemandulan" akal budi manusia.

Kemandulan akal budi manusia ditandai dengan ketika manusia menerima dan taat begitu saja pada suatu gagasan atau teori tanpa berani mempersoalkan dasar-dasar kebenarannya. Dalam konteks pendidikan, AI telah berhasil menciptakan transformasi di berbagai aspek. Rutinitas pendidikan modern disetting oleh teknologi AI, sehingga pelajar mulai enggan dan malas untuk berpikir kritis ketika mengerjakan tugas maupun dalam proses pembelajaran. Mereka cenderung mengandalkan AI sebagai otak untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.

Hal ini berdampak pada kemampuan dan daya saing lulusan sekolah Indonesia dengan negara lain yang cenderung stagnan. Pemanfaatan teknologi AI yang membabi buta ini sangat disayangkan. Intervensi pihak pemerintahan sangat diharapkan sekali dan sangat urgen dengan situasi sekarang ini. Pemerintah diharapkan bisa secepat mungkin memfasilitasi dan mengedukasi pelajar-pelajar modern agar tidak terus dibelenggu oleh teknologi ini.

Kebijakan pemerintah dibutuhkan agar pelajar-pelajar Indonesia mampu mengimbangi teknologi yang berkembang begitu pesat. Manusia modern abad ke-21 merasa bangga dan merayakan keberhasilan, karena dianggap berhasil memperdayai AI untuk membantu menyelesaikan segala kepentingannya. Namun, sisi gelap dari keberhasilan ini adalah AI juga berhasil menjadikan manusia sebagai robot bernyawa, yang memiliki otak namun mudah dikendalikan.

Pola pikir tanpa landasan moralitas, tanpa empati, kepedulian terhadap sesama, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup adalah sebagian tanda bahwa manusia mulai berubah menjadi para robot bernyawa. Pengaruh teknologi AI dalam dunia pendidikan berhasil menciptakan lulusan-lulusan bermental robot kapitalis.

Penulis: Zello Bertholomeus
Mahasiswa Prodi Teologi, Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.