Oleh : Mawar Eliana Hutasoit
Mahasiswa.co.id - Literasi merupakan kemampuan seseorang menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis. Melalui kemampuan literasi, seseorang tidak saja memperoleh ilmu pengetahuan tetapi juga bisa menggunakan ilmu pengetahuaan dan pengalamannya untuk dijadikan rujukan di masa yang akan datang. Berpikir kritis merupakan proses berpikir intelektual di mana pemikir dengan sengaja menilai kualitas membuat keputusan ketika menggunakan semua keterampilan tersebut secara efektif dalam konteks dan tipe yang tepat.pemikirannya, pemikir menggunakan pemikiran yang reflektif, independen, jernih, dan rasional. Dengan kemampuan literasi yang baik, maka diharapkan kemampuan berpikir kritispun akan meningkat. Kemampuan berpikir kritis merupakan suatu proses berpikir yang dapat diterima akal reflektif yang diarahkan untuk memutuskan apa yang dikerjakan atau diyakini, dalam hal ini tidak sembarangan, tidak membawa ke sembarang kesimpulan tetapi kepada ke kekesimpulan yang terbaik. . Dan hal ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam literasi, dengan literasi yang dilakukan individu seperti dengan membaca atau menyimak informasi atau cerita, maka individu dapat menemukan cara dalam menyelesaikan masalah, sehingga individu akan melakukan analisis dari permasalahannya tersebut, sehingga pada akhirnya akan membentuk karakter atau pribadi yang kritis. Dengan berkembangnya kemampuan berpikir kritis maka diharapkan individu dapat berpikir secara ilmiah.
Dengan Kemampuan berpikir kritis juga sangat dibutuhkan dalam menganalisis suatu permasalahan hingga pada tahap pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.Individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis tidak hanyamengenal sebuah jawaban. Mereka akan mencoba mengembangkan kemungkinankemungkinan jawaban lain berdasarkan analisis dan informasi yang telah didapat dari suatu permasalahan. Berpikir kritis berarti melakukan proses penalaran terhadap suatu masalah sampai pada tahap kompleks tentang “mengapa” dan “bagaimana” proses pemecahannya.
Melalui kemampuan literasi, seseorang tidak saja memperoleh ilmu pengetahuan tetapi juga bisa menggunakan ilmu pengetahuaan dan pengalamannya untuk dijadikan rujukan di masa yang akan datang. Keterampilan literasi memiliki pengaruh penting bagi keberhasilan seseorang. Keterampilan literasi yang baik akan membantu sesorang dalam memahami informasi baik lisan maupun tertulis. Dalam kehidupan, penguasaan literasi sangat penting dalam mendukung kompetensi-kompetensi yang dimiliki. Kompetensi tersebut dapat saling mendukung apabila seseorang dapat menguasai literasi serta dapat memilah informasi yang dapat mendukung keberhasilan hidup mereka.Kembali lagi, kehidupan saat ini sangat berpacu pada dunia internet serta memanfaatkan media sosial dalam membagikan berbagai informasi, keseharian, serta sebagai sarana promosi. Penting bagi generasi saat ini untuk meningkatkan literasi digital agar mampu dalam mengevaluasi dan memanfaatkan teknologi informasi serta komunikasi dengan cermat, kritis, bijak dan tepat. Diharapkan agar dapat memilah mana informasi yang benar dan baik untuk disebar serta kebenaran atau fakta dari informasi yang diterima.Mudah bagi seluruh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam penyebaran informasi yang tidak benar pada era digital ini, yang di mana akibatnya dapat memicu.Zuhri dalam tulisannnya mengatakan bahwa Pemecah-belahan bangsa, timbulnya provokasi yang akhirnya muncul keributan dan berdampak pada kerusakan yang besar, baik secara demo yang merusak fasilitas hingga akhlak anak bangsa yang ternodai sebagai akibat dari kurangnya literasi digital yang membuat penyebar maupun penerima informasi tidak bijak, cermat dan kritis dalam menyebarkan dan menerima informasi yang belum tentu ada kebenarannya.
Berdasarkan fakta sosial yang terjadi pada kehidupan sehari-harimasyarakat Indonesia saat ini,menunjukkan rendahnya literasi di era digital pada penerus bangsa yang terlalu tenggelam dalam dunia maya yang tidak nyata. Generasi saat ini cenderung mengisi waktu luangnya dengan melihat-lihat sosial media, seperti Instagram, TikTok, dan lainnya. Minat membaca semakin menurun dikarenakan generasi saat ini tenggelam dalam keseruan dan keasikan dunia maya. Perkembangan teknologi yang berkembang pesat secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif dan negatif. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini telah membuat semakin banyak pihak menyadari bahwa masalah utama yang dihadapi bukan hanya bagaimana mendapatkan akses terhadap informasi tapi lebih pada bagaimana memilih informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara selektif. Akan tetapi apabila pemanfaatannya tidak diselaraskan dengan upaya menanamkan pendidikan karakter tentunya hal tersebut akan memicu adanya penurunan nilai ataupun krisis nilai karakter. Dengan adanya kehadiran teknologi, hampir segala sesuatu dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien dan hanya membutuhkan tenaga kerja yang sedikit. Walaupun dapat meringankan pekerjaan manusia, namun kehadiran teknologi yang canggih ini juga mengancam lapangan kerja manusia yang semakin sempit. Bahkan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, pun mengatakan bahwa perkembangan teknologi yang sedemikian pesat akan mempengaruhi keterserapan tenaga kerja dalam industri dan berdampak terhadap peningkatan angka pengangguran.
Untuk mengatasi permasalahan ini, hendaknya masyarakat menuntut pendidikan dan meningkatkan minat baca agar dapat menciptakan kualitas sumber daya manusia yang bermutu tinggi dan berpotensi dalam mengatasi masalah pengangguran. Selain lapangan kerja semakin sempit, rendahnya kualitas pendidikan dan minat baca pada masyarakat juga dapat mempengaruhi pembangunan suatu negara. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa, Indonesia menempati posisi kedua terendah dalam minat baca. Lantas, apakah minat baca dan pendidikan itu penting? Apakah sebuah negara dapat maju dengan kualitas pendidikan yang rendah? Dengan pembekalan pendidikan pada masyarakat, dapat membuat masyarakat semakin inovatif, kreatif, dan kritis dalam mengembangkan segala sesuatu. Hal tersebutlah mengapa pendidikan itu penting dalam pengembangan suatu negara. Saat ini, Indonesia masih termasuk negara berkembang. Mengapa demikian? Karena kualitas pendidikan Negara Indonesia terhitung cukup rendah sehingga membuat Indonesia selalu kalah bersaing dengan negara lain.Perkembangan zaman di era yang semakin canggih dengan kemampuan teknologi yang berkembang pesat secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif dan negatif. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK atau yang biasa juga disebut dengan ICT) ini telah membuat semakin banyak pihak menyadari bahwa masalah utama yang dihadapi bukan hanya bagaimana mendapatkan akses terhadap informasi tapi lebih pada bagaimana memilih informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara selektif.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya konten-konten yang kurang pantas yang dapat dengan mudah diakses oleh siswa sehingga dapat menjadi contoh bagi siswa jika tidak selektif dalam menyerap informasi yang ada. Hal ini mengindikasi adanya trend perkembangan masa depan masyarakat dunia menuju pada situasi yang semakin kompleks sebagai konsekuensi dari banyak hal seperti perkembangan ilmu pengetahuan teknologi serta akibat-akibat lain baik yang direncanakan maupun yang bersifat natural.Menurut Wahab,dkk bahwa perkembangan teknologi dibidang pendidikan mewujudkan adanya berbagai kemudahan,seperti memberikan kemampuan dalam pembelajaran serta memberikan kemudahan akses pada kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi apabila pemanfaatannya tidak dibarengi dengan upaya menanamkan pendidikan karakter tentunya hal tersebut akan memicu adanya penurunan nilai ataupun krisis nilai karakter.
Literasi tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Pada awal munculnya literasi dikenal sebagai kemampuan membaca, namun seiring berjalannya waktu literasi mengalami peluasan makna. Dalam perkembangannya. literasi dikaitkan dengan kemampuan- kemampuan yang lain. Hal ini tertera dalam Gerakan Literasi Sekolah .Akbar pada tahun 2017 mengemukakan Literasi Dasar (Basic Literacy), yaitu kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan. (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi. Menurut Rizkiyah (2022) bahwa budaya literasi sebagai penguatan karakter, penting ditanamkan sejak dini guna mencetak generasi emas. Pembudayaan literasi menjadi salah satu perbekalan guna menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing pada kancah internasional. Masa golden age merupakan masa yang masih memerlukan dorongan agar dapat mengembangkan diri secara optimal. Hal itu selaras dengan membangun masa depan bangsa yang tergantung pada penerusnya.Pengembangan dan penguatan karakter peserta didik melalui kegiatan-kegiatan literasi merupakan upaya menyeluruh yang dilaksanakan melalui pembangunan ekosistem pendidikan, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017). Pengembangan dan penguatan karakter melalui kegiatan literasi digital menjadi salah satu unsur penting dalam kemajuan sebuah Negara dalam menjalani kehidupan di era globalisasi. Kemampuan literasi ini harus diimbangi dengan menumbuhkembangkan kompetensi yang meliputi kemampuan berpikir kritis/memecahkan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

Komentar 0