Oleh: Nashrul Mu'minin Content writer universitas Cokroaminoto
Mahasiswa.co.id - Bulan Sya'ban, bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah, memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Nama "Sya'ban" berasal dari kata "syi'ab" yang berarti jalan di pegunungan, menggambarkan berbagai cabang kebaikan yang terbuka lebar di bulan ini. Sebagai jembatan menuju Ramadhan, Sya'ban menawarkan peluang emas untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu peristiwa penting yang terjadi di bulan Sya'ban adalah peralihan kiblat umat Islam dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram di Mekkah. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an:
Artinya: "Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram." (QS. Al-Baqarah: 144)
Selain itu, pada bulan ini juga diturunkan perintah untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman Allah:
Artinya: "Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)
Keutamaan lain dari bulan Sya'ban adalah diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
"Bulan Sya'ban adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa." (HR. An-Nasa’i)
Oleh karena itu, Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah di bulan ini. Aisyah RA berkata:
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa lebih banyak dibandingkan di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim)
Malam Nisfu Sya'ban, yang jatuh pada pertengahan bulan ini, juga memiliki keutamaan khusus. Dalam sebuah hadits disebutkan:
"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya'ban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah)
Untuk menyambut bulan Sya'ban dengan penuh makna, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti puasa sunnah, shalat malam, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak dzikir serta istighfar. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam berpuasa di bulan Sya'ban adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan memahami sejarah dan keutamaan bulan Sya'ban, kita dapat memanfaatkannya sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan amalan-amalan di bulan yang mulia ini.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0