OOTD Keren Tanpa Merusak Bumi: Rework Fashion Bisa Jadi Solusinya
Oleh Redaksi
Oleh: Religia Ayuntara, Mahasiswi UNY, Fakultas Teknik, Program Studi Pendidika Tata Busana
Mahasiswa.co.id - Pernah merasa tidak punya baju, padahal isi lemari udah penuh sampai tidak ada tempat lagi? Atau merasa sudah ketinggalan trend padahal baru beli baju minggu lalu? Saat ini trend fashion sangat cepat berganti, hal ini yang mendorong orang untuk terus membeli pakaian baru, reworked fashion dapat menjadi solusi yang tepat untuk masalah ini. Reworked fashion adalah proses mengolah ulang pakaian atau mendaur ulang menjadi pakaian dengan gaya baru yang unik dan berbeda, biasanya dengan cara menggabungkan atau memodifikasi dua atau lebih pakaian lama untuk menciptakan gaya yang baru yang bisa disesuaikan dengan gaya dan kebiasaan pemakainya.
Fast fashion adalah brand yang menawarkan barang yang sedang menjadi tren dengan harga yang murah, namun fast fashion memiliki dampak negatif yang sangat banyak, misalnya produksi serat sintetis yang merupakan kontributor terbesar emisi karbon, Serat mikro dari pakaian sintetis seperti polyester yang dapat mencemari perairan karena terlepas saat dicuci, dan meskipun instalasi pengolahan air limbah ada, banyak yang tidak dapat menyaring serat-serat halus ini secara efektif, sehingga berdampak buruk pada ekosistem laut, rantai makanan, dan berpotensi pada kesehatan manusia, penggunaan pewarna tekstil berbahaya yang dibuang ke sungai dan laut yang dapat menyebabkan polusi air. Industri fashion dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia, setiap tahun jutaan ton pakaian dibuang, padahal sebagian besar masih bisa dipakai atau bahkan diubah menjadi sesuatu yang lebih menarik. Inilah mengapa reworked fashion dapat menjadi jalan keluar yang tepat dari dampak negatif fast fashion dan ramah lingkungan.
Reworked fashion juga dapat menjadi bentuk mengekspresikan diri, dengan membuat ulang pakaian lama yang menyesuaikan dengan kepribadian dan gaya pemakainya. Dengan reworked fashion kita juga dapat mencegah pakaian bekas berakhir di tempat sampah dan mengurangi limbah tekstil. Reworked fashion dapat memperpanjang umur pakai pakaian, serta mendorong gaya hidup lebih berkelanjutan dan sirkular, sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan model produksi massal dan konsumsi berlebihan fast fashion. Pakaian lama atau kain bekas dapat diolah kembali melalui berbagai teknik, seperti yang pertama modifikasi yaitu mengubah ukuran, menambahkan detail seperti aplikasi, hiasan, atau bahkan memotong bagian pakaian, yang kedua penggabungan yaitu memotong dan menjahit dua atau lebih item pakaian menjadi satu busana baru yang memiliki desain unik, dan yang terakhir daur ulang yaitu mengubah potongan pakaian menjadi bentuk baru, misalnya mengubah kaus menjadi rok.
Fashion reworked kini bukan hanya sebagai gerakan peduli lingkungan, namun sudah menjadi gaya hidup untuk beberapa orang pada saat ini. Melalui baju hasil reworked, masyarakat bisa tampil beda dari yang lain. Sudah tidak ada lagi outfit yang kembar dengan orang lain, karena setiap potongan adalah hasil modifikasi tangan dan kreativitas personal. Sangat cocok bagi orang yang suka dengan OOTD yang tidak pasaran dan ingin tampil beda di media sosial, saat menghadiri acara, maupun saat pergi ke kampus.
Alih-alih terus membeli pakaian baru, tren ini mengajak masyarakat untuk melihat kembali isi lemari dan mengubah baju lama jadi sesuatu yang baru, keren, dan lebih personal. Menariknya, reworked bukan cuma soal hemat atau kreatif, tapi juga soal menjaga bumi dari limbah tekstil yang semakin mengkhawatirkan. Lebih kerennya lagi, outfit hasil reworked justru bisa bikin OOTD kamu makin stand out karena tidak ada yang mempunyai baju yang sama.
Jadi, jika kamu ingin tetap tampil keren tanpa merusak bumi, mungkin saatnya buka lemari, cari pakaian lama, dan mulai bereksperimen. Karena menyelamatkan bumi tidak harus dimulai dari hal besar cukup dari satu baju reworked, satu langkah kecil untuk gaya dan lingkungan.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0