Mahasiswa.co.id - Dalam perkembangan industri 4.0, manajemen risiko memainkan peranan penting dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengimplementasikan strategi untuk mengatasi risiko-risiko dalam suatu proses di dalam industri, sehingga dapat meminimalisir kemungkinan kecelakaan yang dapat terjadi di lingkungan kerja. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2019 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi di Lingkungan Kementerian Kesehatan, menyebutkan bahwa diperlukan manajemen risiko yang baik untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam proses produksi. Dengan kemajuan teknologi yang semakin tinggi, pengembangan sistem manajemen risiko yang adaptif dan proaktif menjadi semakin penting. Sistem ini harus mampu mengidentifikasi ancaman yang dapat mengganggu proses produksi atau bahkan reputasi dari sebuah perusahaan.

Proses sistem Manajemen Risiko dalam Manufaktur

Dalam industri manufaktur, pengelolaan risiko yang efektif tidak hanya mencakup kebutuhan dalam proses, tetapi juga merupakan sebuah strategi penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Sistem manajemen risiko yang matang memungkinkan perusahaan untuk lebih cepat mendeteksi potensi risiko dan mengatasinya sebelum menjadi masalah yang lebih besar. Arif Lokobal, 2014. dalam jurnalnya menyatakan bahwa langkah-langkah dalam perencanaan manajemen risiko yang pertama adalah memutuskan bagaimana mendekati dan merencanakan aktivitas manajemen risiko untuk proyek, kemudian perusahaan dapat melanjutkan dengan mengidentifikasi risiko, serta mengakhiri dengan pengendalian risiko. Tentunya, langkah-langkah ini akan sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses manufaktur dalam suatu perusahaan.

Hambatan dalam Pengembangan Sistem Manajemen Risiko

Seperti yang diketahui, manajemen risiko menawarkan banyak manfaat. Namun, mengembangkan sistem manajemen risiko di sektor manufaktur seringkali menghadapi sejumlah hambatan. Sehingga, dapat menghambat pengembangan dan implementasinya yang efektif. Hambatan ini cenderung mengarah ke sumber daya manusia yang kurang kompeten dan minimnya pemahaman tentang manajemen risiko itu sendiri. Hal ini kerap menjadi hambatan dalam pengembangan risiko dalam suatu perusahaan. Kasus GlaxoSmithKline (GSK) merupakan salah satu contoh permasalahan yang muncul akibat kurangnya pengawasan dan kontrol dalam manufaktur. Perusahaan ini berusaha untuk meningkatkan penjualan sambil memastikan bahwa obat-obatan yang diproduksi aman dan efektif. Namun, GSK gagal mematuhi standar Current Good Manufacturing Practices (CGMP). Ketidakpatuhan ini menyebabkan obat-obatan produksinya terkontaminasi oleh bakteri, sehingga menyebabkan turunnya peringatan dari FDA pada tahun 2001 dan berbagai tuntutan hukum karena berbagai pelanggaran standar keamanan yang dilakukan. Dengan demikian, kita dapat mengetahui bahwa dengan kurangnya disiplin dalam manajemen risiko mengakibatkan persentase terjadinya risiko yang dialami semakin besar sehingga perusahaan akan menanggung konsekuensinya.

Keberlanjutan sistem manajemen risiko dalam dunia industri

Di dunia industri yang penuh dengan dinamika, keberlanjutan sistem manajemen risiko menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan jangka panjang. Sistem manajemen yang efektif tidak hanya baik dalam mengidentifikasi dan menilai risiko, tetapi juga dapat beradaptasi dan berkembang seiring dengan perubahan jaman. Perusahaan harus terus menerus mengevaluasi sistem mereka untuk menjawab perubahan lingkungan bisnis terhadap kemajuan teknologi yang berkembang pesat. Penerapan teknologi terkini seperti AI dan IoT dalam sistem manajemen risiko dapat membantu perusahaan untuk lebih responsif terhadap perubahan tersebut. Ilustrasi oleh Deriota Penulis : Shafa Winie Isaura (Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga) Daftar Pustaka  Dr. Heti Mulyati, M. Q. (2024, May 07). IRMAPA. Retrieved from Perbaikan yang Berkelanjutan dalam Manajemen Risiko: https://irmapa.org/perbaikan-yang-berkelanjutan-dalam-manajemen-risiko/ Lokobal, A. (2014). MANAJEMEN RISIKO PADA PERUSAHAAN JASA PELAKSANA KONSTRUKSI DI PROPINSI PAPUA . Jurnal Ilmiah Media Engineering. Marker, A. (2024, May 06). SmartSheet. Retrieved from Enterprise Risk Management Case Studies: Heroes and Zeros: https://www.smartsheet.com/content/enterprise-risk-management-examples