Pengaruh Budaya K-pop Terhadap Sastra di Indonesia
Oleh Redaksi
Mahasiswa.co.id - Masuknya budaya Korea ke Indonesia kini menjadi tren populer di rentang kalangan remaja hingga dewasa. Berawal dari adanya K-drama yang lebih dulu masuk hingga lama-lama merambat ke gaya hidup, gaya baju atau fashion, produk kecantikan, makanan, hingga di dunia industri musik yang lebih familiar dengan kata K-pop atau Korean Pop.
Alternate Universe atau lebih familiar disebut dengan AU merupakan salah satu genre dari cerita fiksi yang dibuat oleh penggemar. Fenomena kemunculan cerita AU yang sedang tren ini tidak lepas dari budaya fangirling yang telah menyebar ke Indonesia. Banyak penulis AU membuat cerita dengan mengambil visualisasi idola mereka sebagai pemeran utama. Penggambaran AU jauh berbeda dengan latar dan suasana kehidupan idola mereka. Penulis AU menciptakan tokoh dengan visualisasi menggunakan idolanya dengan keadaan, nama, dan latar belakang yang berbeda dengan realitas.
Perkembangan teknologi di era digital ini menghasilkan banyak media sosial yang beraneka macam jenisnya salah satunya adalah aplikasi media sosial Twitter yang sekarang berganti nama menjadi X. Sebagai salah satu aplikasi dengan penggunaan yang cukup mudah, X seringkali menjadi tempat untuk para penulis AU mengirimkan ceritanya. Cerita AU di X memiliki ciri khas tersendiri. Biasanya, cerita AU muncul dalam bentuk thread, fake chat dalam bentuk tangkapan layar dan sedikit narasi. Selain di aplikasi X, cerita AU dapat di upload di aplikasi wattpad maupun media sosial lain. Hal ini membuktikan bahwa cerita AU sangat fleksibel sehingga sangat mudah bagi author dalam mempublikasikan karya tulisnya di banyak aplikasi.
Kepopuleran cerita AU di X dalam beberapa tahun terakhir tentu meninggalkan sejumlah tren positif. salah satunya yaitu melahirkan banyak penulis muda. Beragamnya cerita AU yang berkembang di aplikasi X tentu tidak lepas dari peran pembuat cerita AU, yakni penulis AU atau lebih sering disebut author. Fenomena perkembangan cerita fiksi AU menciptakan banyak penulis baru. Author AU yang biasanya memiliki rentang usia remaja mampu menciptakan karya tulis yang dapat dinikmati banyak orang. Hal ini berdampak pada pengembangan kreativitas seseorang dalam membuat AU dengan banyak genre cerita. Author AU dituntut untuk membuat cerita yang unik dan variatif serta memiliki banyak sekali pilihan tema cerita agar dapat menarik banyak pembaca.
Selain melahirkan banyak penulis baru, cerita AU yang menarik dan variatif juga dapat menarik banyak pembaca. Hal ini, berdampak pada peningkatan minat baca seseorang. Seperti yang kita tahu, Indonesia termasuk negara dengan minat baca yang rendah. Adanya cerita AU dengan genre yang variatif dan kemudahan dalam mengakses cerita AU, dapat membuat banyak orang tertarik untuk membaca dan membuat literasi membaca di Indonesia akan meningkat. Terkadang cerita AU yang sudah memiliki banyak likes dan mempunyai cerita yang menarik dapat dengan mudah dipinang penerbit. Cerita AU yang dipinang penerbit akan diterbitkan menjadi novel. Pembaca AU yang turut membeli novel ini juga dapat meningkatkan daya beli buku di Indonesia meningkat. Hal ini lagi-lagi memengaruhi minat baca seseorang terhadap literasi fisik maupun literasi digital.
Jika ada dampak positif tentu juga ada dampak negatif. Salah satunya yaitu tidak adanya pemfilteran konten untuk konten ekslisit. Beberapa AU memiliki konten eksplisit di ceritanya yang mana tidak semua usia dapat membaca cerita ini. Namun, banyak author telah membatasinya dengan privatter yang dapat diakses dengan memasukkan sandi. Perlunya kesadaran diri pada tiap pembaca AU agar dapat memilih bacaan yang pas dan cocok untuk dibaca sesuai usia.
Dampak negatif lainnya yaitu masih banyak author AU yang suka mengambil cerita yang sedang viral tanpa disaring terlebih dahulu mana yang baik dan mana yang buruk, hal ini dapat berpengaruh terhadap penurunan kualitas sastra. Cerita AU juga rentan mengalami plagiat terlebih dalam proses publikasinya masih membawa visualisasi asli idolnya. Penggunaan ilustrasi visualisasi ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerugian terhadap pihak lain.
Alternatif Universe (AU) memberikan warna dan ciri khas sendiri dalam perkembangannya, yang mana hal tersebut membawa dampak positif bagi kalangan remaja. Selain itu, kemunculan AU menambah banyak pilihan dalam dunia literasi. Kreativitas penulis pun makin berkembang dengan adanya penulisan AU ini. Kemudahan dalam menggunakan teknologi digital untuk mewadahi karya tulis ini membuktikan bahwa kita memiliki banyak cara untuk mengembangkan potensi dalam diri kita dalam kepenulisan. Walau di sisi lain tetap ada dampak negatif, namun pembaca dan author AU diharapkan mampu memanfaatkan dan menggunakan kemudahan akses teknologi tersebut dengan sebaik-baiknya dan tetap bijak dalam memilah cerita AU yang dibaca.
Oleh: Ammara Dwi Aira
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0