Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Pengaruh Rania Yamin Terhadap Pandangan Berkebaya untuk Gen Z

Rania Yamin

Oleh: Ayu Putri Anggreini

Mahasiswa.co.id - Preferensi pakaian anak muda saat ini sangat berbeda dan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti tren global, budaya pop, dan media sosial. Oleh karena itu pakaian khas seperti kebaya mulai memudar dan dianggap ketinggalan zaman. Sehingga jarang digunakan oleh anak muda sekarang, bahkan yang sering memakai kebaya adalah orang-orang lanjut usia. Sebagai penerus bangsa yang digadang-gadang akan melestarikan kekayaan budaya, kita seharusnya bangga dengan kekayaan yang kita punya sekarang dan ikut serta dalam melestarikan budaya tersebut agar tidak diaku-aku oleh negara lain.

Namun berbeda dengan anak muda yang satu ini, ia sangat bangga dengan kebaya dan kainnya, ia selalu memadukan berbagai gaya modern dan memasukkan unsur tradisional kedalam pakaiannya. Hal ini justru membuat orang tersebut terlihat unik, modis, dan menarik serta mempunyai ciri khas tersendiri. Dialah Rania Maheswari Yamin atau kerap dikenal Rania Yamin, cicit dari pahlawan nasional Mohammad Yamin yang juga merupakan keturunan Keraton Mangkunegaran, Solo. Sang ayah merupakan cucu tertua Mangkunegaran yang Bernama KRMH Roy Rahajasa Yamin dan ibunya bernama Endang Yamin. ia juga seorang influencer dan konten kreator dengan banyak pengikut di media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Dengan mengenakan kain dan kebaya Rania yakin dapat menjadi jembatan budaya Indonesia bagi generasi muda. Dia selalu memadukan kain dan kebaya di setiap acara, baik acara formal maupun dalam kehidupan sehari-hari. Eyang buyutnya yaitu Gusti Putri Mangkunegara VIII sangat mempengaruhinya untuk menerapkan kebiasaan mengenakan kebaya dalam segala aktivitasnya. “Selama di Solo aku berusaha sebisa mungkin untuk setiap hari menggunakan kebaya. Selagi dan selama bisa merepresentasikan asal usul dan budaya Jawa menjadi sejarah berjalan mengapa tidak.” ucapnya di salah satu video TikToknya (https://www.tiktok.com/@raniaayamin/video/7199571383129492763?_r=1&_t=8rgVUJdwlOy). Keberanian Rania untuk tampil dengan pakaian yang eye-catching menjadi contoh nyata bagi generasi muda lainnya bahwa kebaya bisa digunakan kapan pun, dimana pun, dan dalam waktu apapun. Mengenakan kebaya bukan menjadi penghambat untuk kita para generasi muda terkhusus perempuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Alasan dibalik gaya busana Rania Yamin terlihat keren dan menawan adalah

1. Penilaian ibunya yang juga turut menyempurnakan pakaian Rania sehari-hari, ia akan sangat cermat dan teliti untuk mengomentari gaya busana anaknya, jika menurutnya kurang enak dipandang.

2. Kemampuan Rania yang memadukan unsur tradisional dengan desain modern. Ia mengambil inspirasi dari kebaya klasik, namun menambahkan sentuhan modern yang membuatnya lebih sesuai dengan gaya hidup Gen Z. Misalnya, ia menggunakan bahan yang lebih nyaman dan enak pada saat dipakai, potongan yang lebih simple namun tetap fashionable, warna-warna cerah yang menarik perhatian, dan tambahan aksesoris. Dengan cara ini, Rania berhasil mengurangi kesenjangan antara tradisi kebudayaan dan modernitas serta menjadikan kebaya lebih mudah diakses oleh anak muda sekarang.

Selain itu, ada hal yang sangat menarik dari Gen Z yaitu mereka cenderung mengekspresikan diri melalui fashion, aksesoris dan barang yang melekat pada dirinya. Rania menyadari hal ini dapat menciptakan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dengan kebaya. Ia mendorong para penggemarnya untuk memadupadankan kebaya dengan pakaian lain, menciptakan look yang unik yang mencerminkan kepribadian. Dan ia juga efektif untuk menyebarkan ide kreatifnya melalui akun media sosialnya, seperti tutorial styling kebaya untuk sehari-hari, berkolaborasi dengan influencer dan selebriti agar dapat menjangkau khalayak lebih luas, dan showcase dalam acara fashion, Rania menciptakan pengaruh positif di lingkungan kebaya dan kain. Dengan cara ini, kebaya tidak lagi dipandang sebagai pakaian yang kaku dan formal, melainkan sebagai media untuk berekspresi.

Walaupun Rania Yamin sudah berhasil mengubah pandangan kebaya dari kuno, lusuh, kaku, dan formal menjadi kebaya itu unik, keren, dan menawan, bukan berarti semua orang terpengaruh dengannya ada juga yang masih menganggap bahwa kebaya hanya digunakan pada saat acara tertentu saja. Namun terlepas dari hal itu pengaruhnya cukup terbilang signifikan, karena membuat kebaya tidak terlihat sebagai simbol tradisi dan barang peninggalan bersejarah saja. Tetapi sebagai media untuk mengekspreskani diri, sesorang bisa tetap berpakaian dengan kebaya namun tidak melupakan ciri khas dirinya. Menjadi media menyalurkan kreatifitasnya dan dapat dijadikan identitas. Rania Yamin telah membuktikan bahwa kebaya tetap relevan dan dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan fashion modern, sekaligus menjadi jembatan untuk mengenal ,menghargai warisan budaya Indonesia, melestarikan dan menjaga kekayaan yang sudah ada.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.