“Perempuan yang lebih dominan yang cenderung memimpin, percaya diri, dan independent”
“Alpha female itu perempuan yang bisa menjadi pemimpin”
“Menggambarkan perempuan yang sering mengambil peran kepemimpinan dan sifat-sifat yang kuat”
Begitulah pandangan beberapa orang mengenai apa itu alpha female. Tidak semua orang setuju dengan pemikiran tersebut, terlebih lagi yang berfikiran bahwa perempuan itu tidak perlu sekolah yang tinggi-tinggi, toh nanti juga berakhir di dapur. Ada juga yang berfikiran, ngga usah sekolah tinggi-tinggi sampai S1 atau S2 nanti jodohnya minder lho, susah dapet jodoh lho, dan lain sebagainya.
Perempuan memang akhirnya akan di dapur nanti kalau sudah menikah tapi apakah tidak boleh seorang perempuan ingin menempuh pendidikan yang tinggi? Apa hanya laki-laki saja yang boleh sekolah sampai S1 atau S2? Apa seorang perempuan itu tidak boleh memiliki cita-cita atau keinginan untuk berkarir? Dan kalau jodoh seorang laki-laki nanti adalah seorang wanita berkarir, laki-laki tersebut seharusnya tidak malu ataupun minder tetapi berusaha bagaimana ia bisa menyamaratakan dengan istrinya.
Menjadi alpha female bukan suatu kebetulan melainkan keinginan yang timbul pada diri seseorang untuk menjadi seseorang yang percaya diri, mandiri, tegas, dan berani bersuara. Perempuan yang memilih menjadi alpha female adalah mereka yang ingin menjadi perempuan mandiri tapi mereka bukan bermaksud ingin di segani atau dihormati, tetapi mereka percaya bahwa mereka akan menentukan siapa dirinya di masa depan dengan kebiasaan yang mereka lakukan yaitu menjadi perempuan yang memiliki attitude yang baik, madiri, dan pekerja keras.
Seorang alpha female sering kali mengambil inisiatif untuk memberdayakan komunitas mereka. Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat, seperti seminar, lokakarya, dan pelatihan. Program-program ini tidak hanya memberikan manfaat praktis, namun juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu penting seperti kesehatan, lingkungan hidup, dan hak asasi manusia. Selain membawa dampak sosial bagi masyarakat mereka juga dapat berperan untuk mendorong perubahan kebudayaan yang mungkin kurang menguntungkan untuk perempuan, seperti perniahan dini.
Meskipun seorang alpha female mempunyai potensi besaar untuk mendorong perubahan, namun mereka juga menghadapi tantangan, seperti ketidaksetujuan atau diskriminasi oleh masyarakat, pandangan yang kurang setuju terhadap kesetaraan gender, dan hambatan dari lingkungan yang masih menjadi kendala untuk perlu diatasi. Namun dengan dukungan institusi pendidikan, keluarga, dan komunitas, seorang alpha female dapat terus memberikan kontribusi yang signifikan untuk mendorong perubahan yang positif.
Perbedaan alpha female dengan perempuan yang memilih berpendidikan tinggi

Komentar 0