Mahasiswa.co.id - Di masa yang semakin berkembang ini, persaingan antara produk lokal dengan produk internasional dalam dunia industri busana sangatlah ketat. Banyak faktor yang mendukung terjadinya persaingan ini, diantaranya seperti perbedaan sumber daya, perbedaan keinginan konsumen, serta perbedaan strategi pemasaran yang digunakan. Akan tertapi, walaupun terjadi persaingan, tentunya dari setiap produk memiliki keunggulan masing-masing. Pada produk lokal memiliki keunggulan pada kekuatan di akar budaya seperti kreativitas desainer lokal, motif, kain, dan teknik tradisional, serta identitas budaya yang kuat. Kemudian pada produk internasional memiliki keunggulan pada dominasi merek dan skala seperti brand awareness dan loyalitas pelanggan, konsistensi kualitas dan desain yang mengikuti tren global, dan skala produksi dan distribusi yang luas, membuat harga bisa lebih kompetitif.
Dari situlah persaingan antara produk lokal dengan produk internasional mulai muncul. Banyak warga negara lokal terutama pada kalangan remaja mulai tergiur dengan produk-produk internasional dan menjadi kurang tertarik dengan produk lokal. Walaupun produk lokal juga memiliki kelebihan, produk internasional lebih menarik perhatian para konsumen karena dinilai lebih cocok untuk tampil keren dalam dunia yang sudah berubah menjadi modern ini, apalagi pada kalangan remaja yang sering sekali mengikuti trend trend busana yang muncul dari luar negari.
Para konsumen lokal khususnya pada remaja, mereka merasa kurang tertarik untuk membeli produk lokal karena produk lokal ini masih mengemban ketradisionalan, kearifan budaya, serta kearifan lokal sehingga mereka merasa jika memakai produk lokal akan menjadi tertinggal zaman, mereka menjadi tertinggal oleh trend trend busana yang bermunculan dari luar negeri, dan merasa sangat kuno. Selain itu ada faktor yang menyebabkan konsumen lokal kurang tertarik dengan produk lokal, yaitu kualitas yang dihasilkan oleh produk lokal. Di masa sekarang ini, para konsumen cenderung percaya dengan kualitas produk internasional dan justru meragunakan produk dalam negerinya sendiri. Hal ini disebabkan oleh proses produksi di luar negeri lebih terstandarisasi daripada produk dalam negeri sehingga para konsumen lokal lebih percaya dan tertarik dengan produk internasional.
Oleh karena itu, persaingan antara produk lokal dengan produk internasional ini memiliki dampak negatif yang cukup signifikan. Seperti contohnya dampak negatif pada produk lokal yaitu adanya penurunan penjualan, penurunan lapangan pekerjaaan, industri kecil kalah dalam bersaing, adanya persaingan yang tidak sehat. Karena produk lokal mendapatkan dampak negatif, maka harus dilakukan beberapa strategi supaya produk lokal mampu bersaingin dengan produk internasional. Strategi yang dapat dilakukan diantaranya adalah meningkatkan kualitas dan inovasi pada produk, memperkuat branding dan pemasaran, melakukan kolaborasi dan kemitraan.

Komentar 0