Mahasiswa.co.id - Apakah kamu menyadari bahwasannya ditengah kesibukan kehidupan para pelajar saat ini, ada sebuah fakta menarik yang seringkali terabaikan? Yap, ternyata masih banyak loh para pelajar yang sedang menempuh jenjang pendidikan dari berbagai kalangan masih belum mempunyai seorang kekasi hatau lebih sering disebut dengan seorang “pacar”. Bagi seseorang yang belum mempunyai pasangan, mereka akan mendapat julukan sebagai seorang “jomlo”. Pastinya kamu sudah tidak asing dengan istilah “jomlo” bukan? Namun, taukah kamu dari mana sebenarnya asal usul istilah jomlo sehingga banyak orang yang belum memiliki pasangan hidup seringkali dilabeli dengan status jomlo? Sebenarnya, istilah jomlo bukan berasal dari Bahasa Indonesia, melainkan berasal dari Bahasa sunda yaitu “jomlo” yang tidak menggunakan tambahan huruf “b” sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. DalamKamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, kata “jomlo” memilikiarti perempuan tua yang belum menikah dan tidak memiliki seorang pasangan.
Menjadi seorang jomlo sebaiknya tidak perlu dianggap sebagai suatu hal yang aneh atau mengkhawatirkan, sebab pasti terdapat banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk tidak mempunyai pacar dalam fase kehidupan mereka. Para pelajar yang kini sedang berstatus jomlo mungkin memiliki tujuan yang spesifik dalam hidupnya sehingga mereka akan lebih fokus dengan tujuan mereka yang membuat mereka tidak terlalu memikirkan status jomlonya. Fokus pada tujuan-tujuan tersebut pastinya akan memakan waktu yang cukup lama sehingga dapat menguras energi yang seharusnya mereka gunakan untuk menjalin suatu hubungan,
Terkadang, masih banyak masyarakat yang sering menganggap bahwa seorang jomlo merupakan orang yang tidakpandai bergaul dengan lawan jenis, tidak menarik, bahkan dianggap sebagai orang yang “gagal” dalam urusan percintaan tanpa mencari tahu dulu beragam sisi positif dari status jomlo tersebut terutama bagi para pelajar. Para pelajar dengan status jomlo itu cenderung akan lebih berprestasi dibandingkan dengan orang yang sudah memiliki pasangan atau pacar, dikarenakan mereka akan memiliki banyak waktu untuk fokus berlajar, menyiapkan segala planning untuk masa depan dengan matang, fokus pada pencapaian akademis yang lebih tinggi, serta mengembangkan segala kemampuan yang ada di dalam dirinya sendiri, sehingga akan menciptakan banyak kesempatan baruyang lebih menguntungkan tanpa harus memikiran pasangannya. Selanjutnya apakah kamu pernah mendengar pepatah “lebih baiksakit gigi, daripada sakit hati” bukan? Nah putus cinta seringkali menjadi momen yang begitu menyakitkan bagi kebanyakan orang. Kabar baiknya, jika tetap memilih menjadi jomlo akan membuat kamu menjadi terbebas dalam drama dan stress yang akan mengganggu keseimbangan emosional dan akademis sertadapat terhindar dari beragam kisah menyakitkan ini, lho! Selainitu, dengan menjadi jomlo para pelajar akan memiliki sifat yang mandiri seperti mereka dapat mengelola waktu dengan baik dandapat membuat keputusan tanpa harus bergantung kepada pendapat pasangannya. Dengan status jomlo yang dimiliki, para pelajar akan dapat leluasa untuk menjalin pertemanan dengan semua orang sehingga dapat meningkatkan relasi sebanyak apapun yang dia mau tanpa harus takut ada pasangan yang akan merasa cemburu berlebihan.
Dibalik sisi positif yang dimiliki oleh seorang pelajar yang jomlo, tentu saja pasti ada sisi negatif yang dimiliki oleh seorangpelajar dengan status jomlo tersebut. Para pelajar dengan status jomlo terkadang akan merasa kurang percaya diri akibat tidak memiliki seseorang yang menyukainya, mereka akan merasa bahwa dirinya jelek sehingga tidak ada seorangpun yang menyukainya bahkan berusaha mendekati dirinya. Terkadang, banyak teman-teman dilingkungan sekolah yang hobi untuk mengejek mereka yang jomlo dan selalu membandingkannya dengan teman-teman mereka yang telah memiliki pasangan.Selain itu. kebanyakan para pelajar yang memiliki status jomlo akan merasa kesepian dalam hidupnya dikarenakan tidak memiliki pasangan sebagai tempat untuk saling bertukar ceritaseperti kebanyakan pasangan yang lain. Beberapa pelajar mungkin merasa bahwa ada yang kurang jika tidak memiliki seorang pasangan, mereka bisa merasa bahwa ada sesuatu yang kurang dalam hidup mereka dan terus mencari hubungan romantis sebagai cara untuk mengisi kekosongan tersebut. Perasaan ini bisa mengganggu fokus mereka pada kegiatan lain yang sebenarnya bisa memberikan kepuasan dan kebahagiaan.Hal-hal seperti inilah yang terkadang dapat membuat para pelajar tidak merasa nyaman jika terus menjomlo.
Berdasarkan berbagai pendapat diatas, setiap pelajar yang memiliki status jomlo pastinya tidak akan terlepas dari persepsi positif dan negatif masyarakat sekitar. Terlepas dari itu semua, menjadi seorang jomlo terkadang dapat menjadi pilihan atau takdir yang tidak dapat dihindari, kamu hanya cukup mengambil sisi positif dari status jomlo tersebut karena hidup akan terusberjalan walaupun kamu tidak dapat menerima kenyataan tersebut. Jika kamu dapat menerima dirimu menjadi seorang jomlo, maka kamu pasti akan menjadi seseorang yang lebih baikdengan memanfaatkan segala sisi positif dari status jomlo tersebut dan menghiruakan segala ucapan yang buruk dari masyarakat sekitar, lagipula setiap manusia di dunia diciptakan secara berpasangan yang berarti setiap manusia pasti akan mendapatkan jodohnya tanpa harus menjalin hubungan pacaran, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Dengan fokus pada pendidikan yang sedang kamu jalani, menjadi siswa berprestasi dengan berani mengambil seleuruh kesempatan yang ada, serta tidak selalu memikirkan sisi negatif menjadi seorang jomlo, maka hidupmu akan menjadi lebih baik seperti tidak memiliki banyak beban yang harus dipikirkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini, status jomlo bukanlah sebuah kelemahan, melainkan sebuah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara individu sebelum berbagi hidup dengan seseorang.

Komentar 0