Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Petualangan Kemah Bernuansa Tenang Di Bukit Asah

Bukit Asah

Mahasiswa.co.id - Bukit Asah merupakan destinasi wisata terletak pada Bali bagian timur tepat pada Kabupaten Karangasem kecamatan Sengkidu. Dimana seperti orang-orang ketahui bahwa di Bukit Asah kita dapat melakukan aktivitas dengan alam sekitar yang berada pada lokasi Bukit Asah. Destinasi ini sangat menarik minat banyak orang untuk datang pada destinasi tersebut karena memiiki nuansa yang membuat orang ingin tahu. Destinasi ini menawarkan pengalaman bagi wisatawan untuk merasakan pengalaman camping di atas Bukit dekat dengan tebing yang memiliki view langsung pada lautan yang memiliki warna biru tenang mendamaikan hati.

Pada tanggal 22 maret 2025 saya melakukan perjalanan pada objek wisata Bukit Asah dengan 3 orang teman saya. Saya bertujuan untuk melakukan camping pada Bukit Asah, jadi sebelum saya berangkat menuju Bukit Asah saya menuju tempat penyewaan tenda untuk menyewa tenda dan beberapa peralatan untuk menikmati alam pada Bukit Asah. Saya berangkat pada pukul 12:00 dari tempat penyewaan tenda yang ada di Gatsu barat ke Bukit Asah. Perjalanan yang di mulai dari tempat penyewaan tenda berjarak 59KM menuju Bukit Asah yang di mana pada umumnya akan memakan waktu sekitar 2 jam dengan kecepatan rata rata 30Km/jam, tetapi pada perjalanan saya memakan waktu 3 jam karena beberapa kendala seperti hujan dan macet pada hari tersebut.

Menghidupakan api unggun || Foto : Wira

Saat pada tiba di Bukit Asah kami dimintai tiket masuk dengan harga tiket masuk Rp.10.000 per orang. Rasa lelah yang menerja selama perjalanan akhirnya sungguh terbayarkan dengan view bernuansa tenang. Sesampai saya disana saya dan teman-teman saya menyiapkan tenda untuk beristirahat.selesai mendirikan tenda kami berbelanja untuk bahan makanan, lalu kami kembali lagi dan membeli kayu bakar yang disediakan oleh pihak pengelola camp area dengan biaya Rp.20.000 per ikatnya. Pada pukul 7 malam kami mulai menggoreng ayam dan menanak beras yang sudah disediakan sebelum berangkat dan setelah itu kami menikmati hidangan yang telah jadi di barengi dengan rintikan hujan yang mulai menggerimis. Sesudah makan kamipun merapikan perabotan pada fasiltas air umum sekitar tenda dan akhirnya kami pun istirahat untuk menuju ke Virgin Beach keesokan paginya.

Menikmati Pemandangan pada pagi hari || Foto: Wira

Pada pukul 07:00 pagi keesokan harinya saya dan teman-teman saya memasak mie instan yang sudah di beli sebelumnya untuk mengisi perut ditemani view laut yang menenangkan. Sesudah selesai mengisi perut kami menuju area sekitar tempat turun pada tebing Bukit untuk melakukan foto sebagai oleh oleh. Pada pukul 09:30 kami membereskan tenda untuk pergi ke Virgin Beach. pada pukul 10:00 kami berangkat menuju turunan Bukit Asah untuk ke Virgin Beach. Tidak butuh waktu lama hanya 5 menit bermotoran kami sampai di Virgin Beach.

Virgin Beach || Foto : Wira

Virgin Beach merupakan pantai pasir putih yang membuat saya setiba disana sangat menikmati suara dengungan ombak. Ombak pada Virgin Beach sangat bagus digunakan untuk melakukan surfing bagi pemula. Tidak hanya itu kawasan Virgin Beach sangat bersih dibandingkan beberapa pantai lainnya yang ada di bali. Pada Virgin Beach kami menikmati pantai dengan bermain dengan ombak yang ada di Virgin Beach. Setelah itu kami mengeluarkan Rp.5.000 untuk menyewa toilet karena tidak ada toilet umum gratis seperti yang ada pada area camp. Setelah itu kami bergegas untuk mengembalikan tenda dan kembali pulang kerumah.

Bukit Asah adalah tempat yang cocok untuk para anak muda untuk menikmati suasana alam. Dengan perpaduan alam yang rindang di barengi dengan pemandangan laut yang menenangkan. Melakukan kegiatan ini sungguh membuat kebersamaan dengan teman-teman menjadi sangat menyenangkan. Tempat ini sangat saya rekomendasikan bagi orang orang yang ingin merasakan tenangnya suasana di alam.

Penulis: I Wayan Wira Witadharma
Jurusan Mahasiswa S1 Pariwisata, IPB Internasinal

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.