Mahasiswa.co.id - Di tengah hiruk-pikuk Bali yang penuh dengan pantai dan pura. Terdapat tempat wisata tersembunyi dengan konsep unik yang menggabungkan seni, budaya, dan keindahan kerajinan di UC Silver Gold terletak di Jalan Raya Batubulan, yang merupakan jalur utama menghubungkan Denpasar dengan Ubud serta wilayah Gianyar lainnya. Tempat ini tidak hanya sekadar toko perhiasan saja, melainkan sebuah lorong ajaib yang mengajak para pengunjung untuk menjelajahi keindahan warisan perak dan emas Bali yang asli. Untuk menuju ke wisata ini sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Pada tanggal 25 April 2025 pukul 10.00 pagi saya melakukan perjalanan wisata ke UC Silver Gold. Perjalanan dimulai dari Denpasar, Monang Maning menuju UC Silver Gold, Gianyar dengan jarak 10km yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit menggunakan sepeda motor pribadi. Saat tiba dilokasi dan memasuki gerbang UC Sliver Gold, seketika suasana disana menjadi berubah karena terdapat lorong-lorong yang dipenuhi dengan ukiran kayu dan patung-patung perak yang berkilau. Setelah saya memakirkan sepeda motor, lalu saya diantar oleh staf untuk menuju ke Museum Naga Sanga Amurwabhumi merupakan destinasi wisata yang menawarkan pengalaman edukasi dengan perpaduan seni, budaya, dan legenda naga.
Disana saya menikmati pengalaman edukatif dan interaktif, belajar tentang filosofi dan makna naga dalam budaya Bali serta 9 naga yang melambangkan kekuatan, kemakmuran, kejayaan, dan keseimbangan. Naga ini diangkat oleh 18 patung manusia (9 pasangan lelaki di sisi kiri dan kanan) yang dibuat seukuran manusia pada umumnya dengan ekspresi yang berbeda-beda. Di bawah kepala naga paling depan terdapat batu kristal berlapis emas yang dipegang oleh 3 patung telapak tangan untuk menambah keindahan dan makna patung tersebut.
Saat di Museum Naga Sanga Amurwabhumi, menikmati pengalaman edukasi dan keindahan desainnya.
Museum ini terkenal dengan patung naga perak raksasa yang dikerjakan selama 5 tahun oleh seniman lokal yang bernama I Nyoman Eriawan dan patung ini memiliki berat mencapai 720 kilogram sehingga patung ini telah memecahkan rekor sebagai patung naga perak terbesar di Indonesia. Museum ini memiliki arsitektur yang megah dengan ornamen ukiran putih dan sentuhan warna emas yang memberikan kesan mewah dan artistik. Museum ini buka setiap hari dari pukul 8 pagi hingga 10 malam dan tidak dikenakan biaya masuk.
Setelah saya menunjungi Museum Naga Sanga Amurwabhumi, kemudian saya diantar oleh staf untuk menuju Galeri Perhiasan Perak dan Emas. Sebelum memasuki ruangan saya diberitahu oleh petugas yang menjaga Galeri Perhiasan untuk tidak menggambil gambar selama saya masih berada diruangan tersebut. Di sana menampilkan berbagai koleksi perhiasaan perak dan emas yang sangat beragam, mulai dari desain tradisional Bali hingga kreasi kontemporse.

Komentar 0