Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Tekanan Standar Kecantikan Perempuan di Indonesia

three-multicultural-girls-togeth-20210717035936

Mahasiswa.co.id - Dari masa kolonial sampai sekarang, perempuan Indonesia menghadapi tekanan dari berbagai standar kecantikan yang menekankan pada penampilan fisik tertentu. Pengaruh kolonial Belanda dan Jepang menekankan kulit putih dan cerah yang menandakan status sosial dan kecantikan. Standar kecantikan yang ideal di tahun 1950-1980 bergeser ke penampilan tubuh yang langsing, rambut hitam panjang, dan kulit putih sebagai standar kecantikan yang populer.

Lalu, bagaimana dengan standar kecantikan perempuan sekarang?
Meski sekarang sudah ada di era modern, standar kecantikan Indonesia tetap didominasi pada penampilan fisik tertentu, seperti kulit putih, tubuh proporsional, dan rambut lurus. Hal tersebut diperkuat dengan popularitas influencer yang mempromosikan produk pemutih kulit yang seringkali memicu di kalangan perempuan Indonesia untuk berlomba-lomba mencapai standar kecantikan yang dianggap ideal.

Persepsi tentang standar kecantikan ini juga dipengaruhi dari aktivitas media sosial seperti Youtube dan Tiktok. Tidak jarang ditemukan beberapa komentar yang tidak menyenangkan pada video Tiktok yang menampilkan individu atau seseorang dengan warna kulit yang cenderung gelap dan membuat para wanita menjadi insecure yang pada akhirnya ter-obsesi untuk mempunyai kulit yang putih. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial dapat mempengaruhi persepsi kecantikan di Indonesia.

Maraknya fenomena body shaming di Indonesia membuat perempuan semakin tidak percaya diri. Kritikan pada penampilan fisik yang kerap dilakukan seseorang, membuat banyak perempuan merasa terjebak dalam opini orang lain. Mereka sering mengalami tekanan untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh masyarakat, yang bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan rasa percaya diri mereka.

Namun, di balik tekanan dan ekspektasi tersebut, semakin banyak perempuan yang mulai menyadari bahwa kecantikan sejati tidak terbatas pada penampilan fisik semata. Gerakan body positivity dan self-love di media sosial kini semakin kuat, mendorong perempuan untuk merayakan keunikan dan keberagaman fisik mereka. Kampanye-kampanye ini menjadikan perempuan memiliki rasa mencintai diri mereka sendiri, terlepas dari apa yang dianggap sebagai standar kecantikan oleh masyarakat.

Selain itu, kesadaran terhadap keberagaman kecantikan dalam media dan industri kecantikan semakin meningkat. Beberapa merk produk kecantikan lokal mulai mengambil pendekatan yang lebih inklusif dengan menciptakan produk seperti make-up yang cocok untuk berbagai jenis kulit dan warna. Hal ini penting untuk menciptakan standar kecantikan yang lebih luas dan menghargai perbedaan.

Kecantikan sejati tidak bisa diukur oleh standar yang sempit. Kecantikan sejati berasal dari dalam diri kita, bagaimana kita menunjukan energi positif dan kepercayaan diri. Saat kita menerima dan mencintai diri kita dengan segala keunikan dan kekurangan yang dimiliki, disitulah kita bisa menemukan definisi kecantikan yang sesungguhnya, yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Dengan begitu, kita bisa membangun masyarakat yang menghargai keberagaman, di mana setiap orang merasa diterima dan dihargai.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.