Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Uji Kadar Lemak hingga Karbohidrat pada Cookies Beras Merah: Pentingnya Analisis Proksimat dalam Inovasi Pangan Sehat!

Pangan Sehat
(Gambar Produk Cookies Beras Merah)

Oleh: Sri Lestari Handayani
Mahasiswa Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Mahasiswa.co.id - Cookies merupakan salah satu camilan yang digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, muncul kebutuhan untuk menghadirkan variasi cookies yang lebih bergizi. Salah satu inovasi yang kini dikembangkan adalah cookies dengan substitusi tepung beras merah, yang dikenal memiliki kandungan serat yang tinggi dan lebih lambat menaikkan kadar gula darah dibandingkan tepung terigu biasa. Artinya, cookies ini bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes atau orang yang menjaga kadar gula darahnya. Inovasi ini bertujuan untuk memberikan alternatif camilan sehat tanpa mengorbankan cita rasa. Penggunaan tepung beras merah juga diyakini dapat meningkatkan nilai fungsional cookies

Dalam pengembangan produk pangan seperti ini, penting dilakukan analisis untuk mengetahui kualitas dan kandungan gizi dari produk yang dihasilkan. Salah satu metode yang digunakan adalah analisis proksimat, yaitu serangkaian uji kimia dasar untuk mengetahui kandungan utama dalam bahan pangan, seperti kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat. Melalui analisis ini, produsen dan peneliti dapat memahami nilai nutrisi dari cookies beras merah secara lebih objektif. Hasil uji tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan informasi gizi pada label kemasan. Lebih dari itu, data proksimat juga penting untuk menjaga konsistensi mutu dan keamanan produk.

Uji kadar lemak menjadi salah satu bagian penting dari analisis ini, mengingat lemak berperan dalam memberikan tekstur dan cita rasa khas pada cookies. Namun, kelebihan lemak juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan, seperti meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Dengan mengetahui kadar lemak dalam cookies beras merah, konsumen bisa mempertimbangkan produk ini sebagai pilihan camilan yang lebih sehat. Jika hasil menunjukkan kadar lemak yang lebih rendah dibanding cookies komersial, maka ini dapat menjadi nilai tambah bagi inovasi produk tersebut. Kandungan lemak juga berhubungan erat dengan daya simpan dan stabilitas rasa cookies.

Selain lemak, kandungan karbohidrat menjadi perhatian penting, terutama karena beras merah memiliki jenis karbohidrat kompleks. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama, namun asupan berlebih dapat meningkatkan kadar gula darah. Melalui uji proksimat, dapat diketahui apakah cookies beras merah mengandung karbohidrat dalam jumlah yang sesuai untuk dikonsumsi harian. Jika hasil uji menunjukkan kadar karbohidrat yang lebih seimbang dengan serat yang cukup tinggi, maka produk ini berpotensi menjadi camilan ideal untuk penderita diabetes atau mereka yang sedang menjalani diet sehat. Ini sekaligus membedakan cookies beras merah dari cookies konvensional berbasis terigu.

Berdasarkan inovasi dan hasil uji tersebut, cookies berbasis tepung beras merah berpotensi menjadi produk camilan yang tidak hanya enak, tetapi juga sehat dan fungsional. Analisis proksimat berperan penting dalam membuktikan klaim nilai gizi serta dalam pengembangan formula yang optimal. Dengan hasil uji yang menunjukkan kadar lemak dan karbohidrat yang lebih terkontrol, serta kandungan serat dan mineral yang lebih tinggi, cookies ini dapat menjadi alternatif camilan masa kini yang menjawab kebutuhan gaya hidup sehat. Oleh karena itu, penerapan analisis proksimat sangat relevan, bukan hanya untuk kepentingan riset, tetapi juga untuk mendukung industri pangan yang transparan dan bertanggung jawab.

Sumber:
Dwi, W. K., dan Wulandari, A. 2022. Analisa Proksimat Cookies Dengan Substitusi Tepung Lokal. Agrointek: Jurnal Teknologi Industri Pertanian. Vol. 16(1): 96-103.
Suhartatik, B. R. A. H. N., dan Widanti, Y. A. 2018. Cookies Tepung Beras Merah (Oryza nivara) MOCAF (Modified Cassava Flour) Dengan Penambahan Bubuk Kayu Manis (Cinnamomun burmanni). JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI). Vol. 3(1).

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.