Mahasiswa.co.id - Menurut data WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang di kutip Al Jazeera, adanya sejumlah penyakit merajalela di pusat-pusat evakuasi Jalur Gaza. Dimana penyakit yang paling banyak dilaporkan adalah infeksi saluran pernapasan, gejala yang muncul seperti pilek, batuk, dan sakit tenggorokan. WHO mengaku sangat prihatin dengan penyebaran beberapa penyakit di Gaza. Pengeboman dan serangan darat mengganggu sistem medis dan akses terhadap air bersih, sehingga mendorong masyarakat berbondong-bondong ke pusat evakuasi/penampungan.
Badan Koordinasi PBB mengatakan bahwa ada sekitar 813.000 pengungsi internal tinggal di setidaknya 154 tempat penampungan yang dikelola oleh Badan Pengungsi Palestina di PBB, UNRWA. OCHA mengatakan bahwa “Kepadatan yang terjadi menyebabkan mudahnya penyebaran penyakit, diantaranya penyakit pernapasan akut dan diare, sehingga meningkatkan permasalahan lingkungan dan kesehatan”.
Menurut WHO pengeboman yang dilakukan Israel menyebabkan warga di tempat penampungan tidak memiliki pasokan makanan dan air bersih yang cukup. Perwakilan WHO di Wilayah Pendudukan Palestina, Richard Peeperkorn mengatakan bahwa “mereka sangat prihatin dengan penyebaran penyakit ketika musim dingin tiba”. Lalu beliau mengatakan bahwa ada lebih dari 70.000 kasus infeksi pernapasan akut dan 44.000 kasius diare telah tercatat.

Komentar 0