Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Wabah Penyakit Yang Mulai Merajalela Memakan Banyak Korban di Gaza

IMG_20231119_145936

Mahasiswa.co.id - Menurut data WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang di kutip Al Jazeera, adanya sejumlah penyakit merajalela di pusat-pusat evakuasi Jalur Gaza. Dimana penyakit yang paling banyak dilaporkan adalah infeksi saluran pernapasan, gejala yang muncul seperti pilek, batuk, dan sakit tenggorokan. WHO mengaku sangat prihatin dengan penyebaran beberapa penyakit di Gaza. Pengeboman dan serangan darat mengganggu sistem medis dan akses terhadap air bersih, sehingga mendorong masyarakat berbondong-bondong ke pusat evakuasi/penampungan.

Badan Koordinasi PBB mengatakan bahwa ada sekitar 813.000 pengungsi internal tinggal di setidaknya 154 tempat penampungan yang dikelola oleh Badan Pengungsi Palestina di PBB, UNRWA. OCHA mengatakan bahwa “Kepadatan yang terjadi menyebabkan mudahnya penyebaran penyakit, diantaranya penyakit pernapasan akut dan diare, sehingga meningkatkan permasalahan lingkungan dan kesehatan”.

Menurut WHO pengeboman yang dilakukan Israel menyebabkan warga di tempat penampungan tidak memiliki pasokan makanan dan air bersih yang cukup. Perwakilan WHO di Wilayah Pendudukan Palestina, Richard Peeperkorn mengatakan bahwa “mereka sangat prihatin dengan penyebaran penyakit ketika musim dingin tiba”. Lalu beliau mengatakan bahwa ada lebih dari 70.000 kasus infeksi pernapasan akut dan 44.000 kasius diare telah tercatat.

Kasus infeksi pernapasan biasanya disebabkan oleh virus, tetapi pada sebuah studi tentang dampak perang di Gaza bahwa penyakit pernapasan disebabkan karena menghirup gas beracun dari aktivitas militer. Selain penyakit pernapasan banyak juga warga di jalur Gaza yang menderita diare, WHO mencatat setengah dari jumlah kasus diare tersebut di derita oleh anak-anak dibawah lima tahun.

Al Jazeera mengatakan bahwa “minum air yang terkontaminasi merupakan salah satu alasan dibalik diare tersebut”. Lalu Al Jazeera melanjutkan “sistem surveilans penyakit yang tidak lengkap, saluran internet dan telepon seluler yang tidak memadai, serta terganggunya layanan medis juga mempersulit pemantauan terhadap penyakit menular.

Penulis: Risma Handayani
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.