Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

3 Kesalahan Fatal Menulis Artikel bagi Pemula, Point 1 Kesalahan Terfatal

menulis-1

Mahasiswa.co.id - Akhir-akhir ini dapat kita lihat banyak sekali antusias dari para anak muda, terutama mahasiswa dalam menulis artikel di media nasional. Perlu kita apresiasi minat mereka dalam menulis dan berkontribusi di media nasional, sebab dengan semakin banyak orang menulis, semoga indeks malas membaca Indonesia mulai menurun dan akhirnya negara kita diakui sebagai negara yang gemar membaca.

Namun, berdasarkan pada realitas yang penulis lihat dan analisa ada 3 kesalahan fatal bagi para pemula dalam menulis artikel di media nasional, apa sajakah itu?

Tidak Memperhatikan Pola dan Gaya Penulisan Pada Setiap Website Media

Perlu kalian ketahui wahai para penulis, memperhatikan pola penulisan pada setiap website media adalah suatu hal yang paling utama dalam menulis sebuah artikel. Bayangkan, misal pada website media pertama memiliki pola penulisan yang formal, santai, tidak mengandung satire dan penulisan sesuai EYD, kemudian media yang kedua itu memiliki pola penulisan yang satire, tidak terlalu formal, menggunakan bahasa sehari-hari, bahasa yang menghibur, tidak terlalu memperdulikan kaidah penulisan.

Nah dari contoh itu dapat kita lihat bahwa setiap media yang menerima tulisan dari kalian itu memiliki pola penulisan dan karakternya masing-masing, maka jangan kalian malah membawa pola penulisan yang tidak biasanya ada di media tersebut, apalagi sampai memberi warna penulisan yang sangat berbeda jauh, maka jangan pernah menganggap setiap media itu pola penulisannya sama.

Maka apa yang harus dilakukan agar setiap penulis mengetahui setiap pola penulisan media? Satu saja caranya agar kalian mengetahui pola penulisan setiap media, yaitu dengan membaca artikel yang ada di media tersebut, perlu diingat kalian jangan hanya membaca satu artikel saja, usahakan kalian itu membaca 3 artikel, agar kalian mengetahui betul bagaimana pola penulisan media yang ingin kalian pakai jasanya untuk menerbitkan tulisan kalian.

Tidak Mengikuti Pedoman Pada Setiap Website Media

Pada point kedua, ini juga merupakan sesuatu yang penting dan hal mendasar dalam setiap penulisan artikel. Tidak jarang bagi mereka yang antusias dalam menulis seringkali tidak memperhatikan pedoman yang ada pada setiap media, seperti panjang artikel, struktur, hingga memilih kategori yang sesuai, mereka terkadang menulis terburu-buru, dan menulis apa yang ada di pikiran tanpa peduli aturan yang berlaku.

Perlu kalian ketahui wahai para penulis, pedoman pada setiap media adalah salah satu yang harus kalian ikuti selain daripada point ke-1, karena pedoman penulisan dan pola penulisan pada setiap media adalah satu-kesatuan yang tidak boleh kalian tinggalkan. Maka hal kedua setelah kalian mengetahui pola penulisan, jika kalian ingin mengirim tulisan, bacalah dulu pedoman yang disertakan oleh media tersebut.

Meremehkan Website Media

Apa maksudnya meremehkan website media? Nah menurut pengalaman penulis, melihat majunya teknologi zaman, apalagi dengan hadirnya AI (Artificial Intelligence) yang memudahkan semua orang dalam melakukan pekerjaan. Tidak sedikit bagi mereka yang pemula dalam menulis artikel malah meminta AI yang menuliskannya, bukan hasil dari pikiran dan ketikkan mereka.

Misal ketika kita sebagai kawan menasehati dan menjelaskan bahwa setiap media itu memiliki pola dan gaya penulisan yang berbeda, mereka seringkali menanggapi dengan “Yah kalau itu bisa aja kita minta AI dalam menulisnya, misal contoh perintahnya; “Tuliskan untuk saya artikel sebanyak 300-600 kata dengan tema ‘Seni Pertemanan di Kampus’ juga dengan gaya dan pola penulisan (media yang ingin dituju).” Memang perlu diakui bahwa AI bisa melakukan hal tersebut, tapi perlu kalian tahu juga bahwa AI juga tidak 100% penulisannya akan seperti penulisan manusia. Namun, hasilnya biasanya kurang personal dan cenderung kaku.

Maka apakah tidak boleh menggunakan kemajuan teknologi seperti AI dalam menulis sesuatu? Sebenarnya hal tersebut boleh-boleh saja, yang tidak boleh adalah ketika kalian bergantung dengan AI. AI digunakan hanya sebagai patokan kalian dalam menulis, atau ketika kalian tidak memiliki inspirasi ide dalam menulis, kemudian apa yang dihasilkan oleh AI itu kalian parafrasakan dan ubah dengan bahasa kalian sendiri, jangan secara utuh hasil AI tersebut kalian kirim ke media.

Oke, teman-teman penulis, jika kalian ingin sukses menerbitkan artikel di media nasional, perhatikanlah tiga kesalahan di atas. Pelajari pola penulisan media, ikuti pedoman yang ada, dan gunakan teknologi seperti AI dengan bijak.

Terus semangat dan belajar ya agar tulisanmu bisa segera diterbitkan di media yang kalian inginkan. See you later…

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.