
Oleh:
Dian Puspita Anggraeni, S. Pd
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Mahasiswa.co.id - Memasuki era revolusi industri 5.0 yang ditandai dengan meningkatnya perkembangan teknologi secara pesat. Salah satu teknologi yang sangat berkembang dan sangat populer dewasa ini adalah kecerdasan buatan atau
artificial intelegent yang biasa disebut AI. John McCarthy berpendapat bahwa kecerdasan buatan atau
artificial intelegent adalah suatu upaya dalam merancang mesin guna meniru proses berpikir manusia. Sedangkan menurut KBBI daring edisi VI, kecerdasan buatan atau
artificial intelegent (AI) merupakan program yang didesain dalam rangka meniru bagaimana cara manusia berpikir. AI sendiri muncul pada tahun 1956 dan berkembang pesat hingga sekarang dengan berbagai jenis dan fungsi penggunaannya, diantaranya adalah ChatGPT, Diffit, Magic School, Covidien, Gemini, Grammarly dan lain sebagainya.
Berkawan dengan AI: Pemanfaatan AI dalam Pendidikan
Dewasa ini, AI digunakan secara masif dalam dunia pendidikan karena terbukti memberikan manfaat dalam dunia pendidikan. Diantama (2024) dalam penelitiannya menyatakan bahwa Chat GPT, salah satu jenis
artificial intelligence yang memberikan manfaat dalam meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi belajar, serta keterampilan abad ke-21 dan memberikan dampak positif terhadap kecemasan siswa. Selain itu, Mambu (2023) pada penelitiannya yang menyatakan bahwa
artificial intelligence dapat membantu guru dalam mengorganisasi data, merancang pembelajaran berdiferensiasi, dan memberikan umpan balik yang positif bagi siswa. Dua penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa kehadiran AI tidak hanya membantu guru dalam mempersiapkan pembelajarannya namun juga membantu siswa untuk lebih aktif dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.
Guru mulai mengenal AI melalui pelatihan- pelatihan yang diselenggarakan forum- forum guru, seperti komunitas belajar, kegiatan RT, PGRI, forum KKG (Kelompok Kerja Guru), maupun BBGP. Melalui pelatihan tersebut guru diajarkan cara menggunakan AI untuk menunjang pembelajaran guru, seperti 1) merancang rencana pembelajaran, 2) merancang rubrik penilaiannya, 3) merancang kegiatan pembelajaran, 4) mencari referensi materi pembelajaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran, 5) merancang penilaian dan soal penilaiannya, 6) memberikan umpan balik untuk siswa dan lain- lain. Lalu, apa saja manfaat AI bagi siswa? Tidak hanya bermanfaat bagi guru, AI juga bermanfaat bagi siswa untuk mencari ide, memberikan sumber belajar yang komplit dan spesifik, bahkan sebagai pendamping belajar yang dapat juga memberikan umpan balik terhadap kemajuan pembelajaran.
Langkah- langkah yang harus dilakukan guru dalam menggunakan AI untuk menunjang pembelajarannya, diantaranya:
- Guru mengakses AI yang hendak digunakan, misalnya ChatGPT atau Gemini
- Guru mengetikkan kalimat perintah yang rinci dan jelas pada AI, misalnya “saya seorang [pekerjaan][jenjang] yang mengajar [mata pelajaran] di [kelas]. Buatkan saya modul ajar pembelajaran dalam [jumlah pertemuan][durasi per pertemuan] dengan tujuan pembelajaran [TP1, TP2] terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Lengkapi pula modul ajar tersebut dengan penilaian formatif dan sumatif berupa diskusi kelompok dan soal sumatif tertulis terdiri dari [jumlah soal][jenis soal] beserta kunci jawabannya dan skor penilaiannya”.
Contoh:
“saya seorang guru sekolah dasar yang mengajar mata pelajaran bahasa Inggris di kelas 6. Buatkan saya modul ajar pembelajaran dalam 6 pertemuan durasi 35 menit tiap pertemuan dengan tujuan pembelajaran [siswa dapat menganalisa penggunaan simple present tense melalui diskusi kelompok dengan tepat, siswa dapat membuat kalimat sederhana menggunakan present tense dalam percakapan sehari- hari dengan percaya diri] terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup serta lengkapi dengan media pembelajaran yang relevan. Lengkapi pula modul ajar tersebut dengan penilaian formatif dan sumatif berupa diskusi kelompok dan soal sumatif tertulis terdiri dari [10 soal isian dan 2 soal praktek berbicara beserta kunci jawabannya dan skor penilaiannya”.
- Setelah itu, tekan enter dan biarkan AI menghasilkan data berdasarkan perintah kita.
- Guru menganalisis data yang dihasilkan AI, jika ada kegiatan atau materi yang tidak relevan maka guru wajib menghapus dan menggantinya disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan relevansi dengan tujuan pembelajaran. Ketajaman berpikir seorang guru dalam menyeleksi informasi dikaitkan dengan kontek pembelajaran sangat dibutuhkan dalam hal ini sehingga pembelajaran bermakna dapat tercapai.
- Setelah selesai menganalisa dan mengedit, guru dapat menyalinnya sebagai dokumen rencana pembelajaran dan menerapkan rencana pembelajaran tersebut di kelas.
Meskipun AI dapat memberikan berbagai macam data ketika kita mengetikkan perintah tertentu secara rinci dan jelas, namun AI membutuhkan kecerdasan kita dalam memilah dan memilih kata perintah yang sesuai, rinci, dan jelas sehingga AI tidak menghasilkan data yang diskriminatif maupun bias. Jika kita bisa menggunakan AI secara bijak maka kehadiran AI dalam dunia pendidikan akan mempercepat proses transformasi pendidikan menuju Indonesia emas. Dalam hal ini, AI berperan sebagai kawan yang berjalan berdampingan menuju tujuan yang sama, yaitu tercapainya tujuan pembelajaran. Ibarat kawan seperjuangan, AI berperan membantu dan mendampingi proses perjalanan pembelajaran sejak merancang, melaksanakan, hingga memberikan umpan balik pembelajaran yang telah dilaksanakan. Peran kita sebagai guru adalah mempertimbangkan dan mengkritisi apakah rancangan dan umpan balik yang diberikan AI relevan dengan keadaan di lapangan.
Kontroversi Penggunaan AI,
Alih- alih menjadi kawan setia, AI juga bisa berbalik menjadi lawan bagi kita. Ibarat lawan, AI menjadi musuh utama dalam proses pembelajaran. Sebagai lawan, AI kerap disalahgunakan siswa dalam pembelajaran, dilansir dari duniadosen.com (19/10/2024) diantara penyalahgunaan AI dalam duniapendidikan, sebagai berikut 1) kasus plagiarisme dalam pengerjaan tugas, 2) adanya ketergantungan siswa terhadap AI, 3) pembuatan tugas kuliah 100% menggunakan AI.
Bersanding bersama AI
AI, menjadi lawan atau kawan? Memposisikan AI menjadi lawan atau kawan kita dalam pendidikaan, keputusannya kembali kepada masing- masing pribadi. Jika kita bisa lebih produktif dan terbantu saat mencari ide awal kegiatan mengajar yang efektif serta mendapatkan informasi sumber belajar yang melimpah, meningkatkan keahlian tertentu melalui AI maka kita bisa menjadikan AI sebagai “kawan pembelajaran”. Bersanding bersama AI untuk memaksimalkan pembelajaran di kelas, mulai dari merancang, menggunakannya sebagai media pembelajaran, bahkan hingga merefleksikan pembelajaran. Adapun fenomena AI sebagai “lawan pembelajaran” memang tidak bisa dihindari mengingat penggunaan AI saat ini sangat masif dalam dunia pendidikan. Sehingga, guru perlu memberikan literasi digital kepada siswa mengenai bagaimana menggunakan AI secara bijak. Literasi digital merupakan kegiatan sosialisasi dimana guru memberikan pemahaman bagaimana seharusnya menggunakan AI dalam pembelajaran. Pemberian pemahaman akan adanya kemungkinan informasi yang diskriminatif dan bias perlu disampaikan kepada siswa sehingga siswa tidak secara mentah menerima data yang diberikan oleh AI. Namun, siswa kritis memilah dan memilih manakah data yang sesuai lalu menyisipkan argumentasi pribadi. Melalui kegiatan literasi digital ini maka AI tidak lagi menjadi lawan namun kawan pembelajaran.
Komentar 0