Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Banggakan Indonesia di Bangkok, Satrio Bagus Ing Ngalogo Sabet Medali Emas IMWiC 2026

Satrio Bagus Ing Ngalogo
Satrio Bagus Ing Ngalogo

Bangkok, Mahasiswa.co.id — Usianya masih belia, tetapi prestasinya sudah menembus panggung internasional. Satrio Bagus Ing Ngalogo, siswa kelas 4 SD Islam Al Azhar 44 Summarecon Bekasi, Jawa Barat, berhasil meraih medali emas dalam ajang International Mathematics Wizard Challenge (IMWiC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 21–24 Oktober 2026.

Satrio menjadi salah satu dari dua peserta Indonesia yang membawa pulang medali emas dalam kompetisi matematika tersebut. Ia tampil bersama 16 pelajar lainnya yang tergabung dalam delegasi Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Indonesia.

Kompetisi IMWiC 2026 mempertemukan 125 peserta dari empat negara, yakni Thailand, Filipina, Singapura, dan Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai kelas 1 sekolah dasar hingga kelas 12 sekolah menengah atas, yang berkompetisi melalui kategori Individual Math Contest.

Di tengah persaingan tersebut, Satrio berhasil menunjukkan kemampuannya dalam menyelesaikan tantangan matematika hingga memperoleh penghargaan emas.

Capaian ini menambah pengalaman Satrio dalam dunia kompetisi akademik sekaligus menjadi langkah penting dalam perjalanan pendidikannya.

Melalui Persiapan Intensif Sebelum Berangkat ke Thailand

Keberhasilan yang diraih Satrio tidak terlepas dari proses persiapan yang dijalani bersama delegasi Indonesia sebelum bertolak ke Bangkok.

Para peserta terlebih dahulu mengikuti program pembinaan dan karantina yang berlangsung selama satu pekan secara daring. Setelah itu, mereka menjalani persiapan lanjutan selama tiga hari secara tatap muka di Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu peserta memperdalam pemahaman matematika, melatih kemampuan penalaran, serta membiasakan diri menghadapi soal-soal kompetisi internasional.

Bagi siswa sekolah dasar seperti Satrio, pengalaman mengikuti ajang internasional juga memberikan kesempatan untuk mengenal suasana persaingan akademik di luar negeri.

Selain menguji penguasaan materi, kompetisi menjadi sarana bagi peserta untuk mengembangkan ketelitian, kemampuan berpikir logis, dan kepercayaan diri ketika menghadapi persoalan yang menantang.

Gambar isi artikel

Pemimpin Tim Indonesia, Ryky Tunggal Saputra Aji, menyampaikan harapannya agar pencapaian para peserta dapat menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Harapannya, capaian ini dapat memacu para peserta untuk terus menjadi lebih baik dan memberikan yang terbaik bagi bangsa melalui matematika,” ujar Ryky.

Indonesia Raih Dua Medali Emas

Dalam penyelenggaraan IMWiC 2026, delegasi Indonesia berhasil mengumpulkan 15 medali yang terdiri atas dua emas, enam perak, dan tujuh perunggu. Dua peserta lainnya memperoleh penghargaan Merit.

Selain Satrio Bagus Ing Ngalogo, medali emas juga diraih Elfathan Kalandra Mahzaen, siswa kelas 4 SD Islam Al Azhar Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Perolehan tersebut menunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing dengan peserta dari negara lain dalam kompetisi matematika internasional.

Bagi Satrio, medali emas yang berhasil dibawa pulang dari Bangkok menjadi pencapaian penting sekaligus pengalaman belajar yang dapat menjadi bekal untuk mengikuti kompetisi berikutnya.

Keberhasilannya juga memperlihatkan bahwa kesempatan mengembangkan kemampuan akademik dapat dimulai sejak usia sekolah dasar melalui pembelajaran yang konsisten dan pendampingan yang tepat.

Tak Hanya Matematika, Delegasi Indonesia Tampilkan Tari Saman

Perjalanan delegasi Indonesia ke Bangkok tidak hanya diisi dengan kegiatan kompetisi.

Di sela rangkaian IMWiC 2026, para peserta turut memperkenalkan budaya Indonesia melalui penampilan tari tradisional Saman yang berasal dari Aceh.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari pertukaran budaya antarnegara sekaligus memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk memperkenalkan kekayaan seni Nusantara di hadapan peserta internasional.

Gambar isi artikel

Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya membawa identitas sebagai peserta kompetisi matematika, tetapi juga sebagai generasi muda yang mengenalkan budaya Indonesia di luar negeri.

Para delegasi juga mengikuti kegiatan city tour dengan mengunjungi sejumlah destinasi di Thailand, antara lain ICONSIAM, Bee Farm, Asiatique Night Market, dan Wat Arun.

Kunjungan tersebut memberikan pengalaman tambahan bagi peserta untuk mengenal lingkungan, kehidupan masyarakat, serta budaya negara tuan rumah.

Dengan demikian, perjalanan ke Bangkok menjadi pengalaman yang mencakup pembelajaran akademik, perjumpaan dengan peserta dari negara lain, dan pengenalan budaya internasional.

Medali Emas Jadi Awal Perjalanan Satrio

Prestasi Satrio Bagus Ing Ngalogo dalam IMWiC 2026 menjadi salah satu pencapaian pelajar Indonesia di bidang matematika pada tingkat internasional.

Di usia sekolah dasar, pengalaman menghadapi kompetisi bersama peserta dari berbagai negara tentu menjadi kesempatan berharga untuk terus mengasah kemampuan dan membangun kepercayaan diri.

Namun, perjalanan belajar tidak berhenti pada medali yang diperoleh.

Masih banyak kesempatan bagi Satrio untuk memperluas pengetahuan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menghadapi tantangan akademik yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia dan pengalaman.

Keberhasilannya di Bangkok juga dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain agar tidak ragu mengembangkan minat dan mencoba kesempatan berkompetisi di tingkat yang lebih luas.

Medali emas IMWiC 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang Satrio dalam menekuni matematika. Sebuah pencapaian yang layak diapresiasi, sekaligus pengingat bahwa prestasi besar dapat berawal dari ketekunan belajar sejak usia dini.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.